Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DESENTRALISASI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA APARATUR PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGAH Munayang, Olivia H.; Fitriana, Fitriana
Jurnal Akun Nabelo : Jurnal Akuntansi Netral, Akuntabel, Objektif Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research uses accounting science approach, especially public sector accounting. This study aims to examine the relationship between budgetary participation on apparatus performance by using decentralization as a moderating variable. The sampling method uses saturated or census sampling method. Analysis of the data used is moderating regression analysis. The data obtained from the results of giving questionnaires and direct interviews with respondents as many as 66 people. The results of this study indicate a significance value of 0.184>0.05, so budget participation does not affect the performance of the apparatus. And the significance value of the interaction test is 0.438>0.05, so budget participation does not affect the performance of the apparatus which is moderated by decentralization.
PERAN PEREMPUAN DALAM PEMULIHAN EKONOMI USAHA MIKRO DAN KECIL PASCA BENCANA ALAM SULAWESI TENGAH Fitriana Fitriana; Olivia H. Munayang; Ririn Parmita
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 12 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v12i1.3329

Abstract

Peran perempuan tidak bisa lagi dianggap remeh dalam upaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Perempuan lambat laun ternyata mampu menjadi “penjaga gawang” dalam sektor usaha khususnya usaha mikro dan kecil. Usaha mikro dan kecil ini telah memberikan kontribusi besar dan krusial dalam pertumbuhan ekonomi dinegara ini. Begitupun juga dengan proses pemulihan ekonomi di Sulawesi Tengah pasca bencana alam 28 September 2018 silam. Adapun tujuan penelitian ini antara lain untuk : (1) Mengidentifikasi jumlah unit usaha mikro dan kecil yang bangkit pasca bencana alam, (2) Mengidentifikasi pelaku usaha yang lebih dominan  dilihat dari gender, (3) Mengidentifikasi sumber pendanaan (modal) yang diterima oleh usaha mikro dan kecil, (4) Mengidentifikasi pendapatan usaha mikro dan kecil sebelum dan sesudah bencana alam, dan (5) Memaparkan perbedaan langkah strategis yang ditempuh oleh pelaku usaha dilihat dari gender. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.
Penguatan Ekonomi Di Tengah Badai Covid 19 Ririn, Ririn Parmita; Fitriana, Fitriana; Nurhadi, Nurhadi
Jurnal Unicorn ADPERTISI Vol. 1 No. 2 (2022): Januari 2023
Publisher : Jurnal Unicorn ADPERTISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Covid-19 pandemic broke out in Palu City in March 2020, then the government implemented large-scale social reforms (PSBB) and the Government implemented level 4 updating of community activities (PPKM). economy, especially business in the city of Palu, which will narrow the space for small businesses to move, such as in the City Forest of Palu City. The aims of this research were to (1) change the way business actors in the Palu City Forest deal with enforcing government regulations during a pandemic and (2) change the way business actors in the Palu City Forest strengthen the economy in dealing with fluctuations in economic conditions due to COVID-19-19 so that stay stable. The results of the study show that (1) Follow government regulations regarding operating hours and health protocols, stock raw materials as needed, look for side businesses to increase capital and help the main business in the Palu City Forest. (2) Improving the entrepreneurial spirit through trainings held by the Government and the private sector, Strengthening product quality and product differentiation, Offering prices that are relatively stable as before the pandemic, Providing beautiful and comfortable places, and conducting promotions through social media.
Pengaruh Dana Alokasi Umum Dan Dana Alokasi Khusus Terhadap Belanja Modal Dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Sebagai Variabel Moderasi: The Influence of General Allocation Funds and Special Allocation Funds on Capital Expenditures with Budget Financing Surplus as a Moderating Variable Mutiara M. Diapati; Diarespati; Fitriana; Andi Mattulada
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 3: Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i3.9546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus terhadap Belanja Modal dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran sebagai variabel moderasi di 13 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah selama periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis jalur melalui Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM–PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana alokasi umum berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Belanja Modal, menunjukkan bahwa peningkatan Dana Alokasi Umum cenderung digunakan untuk belanja rutin daripada investasi pada aset daerah. Dana Alokasi Khusus berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Belanja Modal, menunjukkan bahwa alokasi Dana Alokasi Khusus belum sepenuhnya terealisasi sebagai belanja modal karena keterlambatan penyerapan dan earmarking khusus. Surplus Pembiayaan Anggaran memoderasi secara negatif hubungan antara Dana Alokasi Umum dan Belanja Modal, yang berarti bahwa Surplus Pembiayaan Anggaran yang lebih tinggi melemahkan pengaruh Dana Alokasi Umum terhadap Belanja Modal. Sebaliknya, Surplus Pembiayaan Anggaran tidak memoderasi hubungan antara Dana Alokasi Khusus dan Belanja Modal secara signifikan. Temuan ini menyoroti bahwa efektivitas transfer pemerintah pusat sangat bergantung pada kapasitas pemerintah daerah dalam menyerap dan mengelola keuangannya. Pemerintah daerah disarankan untuk memperkuat tata kelola fiskal, mempercepat penyerapan anggaran, dan mengoptimalkan penggunaan Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus untuk investasi modal yang produktif.