Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Kompos Bernilai Jual Menggunakan Metode Takakura di Area TPS 3R Kota Tarakan Banyuriatiga Banyuriatiga; Etty Wahyuni; Anang Sulistyo; Nove Kurniati Sari; Dwi Santoso; Muh. Adiwena
Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Vol. 2 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/sejahtera.v2i3.1065

Abstract

Jumlah sampah meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi. Kota Tarakan yang berada di Provinsi Kalimantan Utara hingga saat ini juga dihadapkan pada persoalan sampah dan upaya yang sudah dilakukan adalah menggalakkan program sampah semesta (Semua Mesti Terlibat) dengan melibatkan masyarakat melalui program 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pengabdian ini bertujuan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik bernilai jual. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dan praktik lapangan, masyarakat diajak untuk memisahkan sampah organik dari sampah lainnya dan melakukan pengolahan dengan cara mengumpulkan, memisahkan dan mengolah sisa-sisa sampah tersebut menjadi kompos. Dilanjut dengan tanya jawab dan diakhiri dengan umpan balik menggunakan form untuk mengetahui tingkat penyerapan materi oleh masyarakat. Diharapkan melalui pengabdian masyarakat ini dapat terbentuk kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kualitas lingkungan di sekitarnya.
PENGENALAN BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER (BUDIKDAMBER) KEPADA MASYARAKAT DESA TANJUNG HULU KABUPATEN NUNUKAN Sulidah; Ratno Achyani; Anang Sulistyo; Ramli; Abil Kurniawan; Woro Kusmaryani
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.8878

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini menguraikan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada budidaya ikan menggunakan sistem ember (Budikdamber) di Desa Tanjung Hulu, Kabupaten Nunukan. Dengan keterbatasan akses terhadap sumber daya akuakultur skala besar, metode budidaya ikan ember menawarkan alternatif yang praktis, murah, dan hemat ruang untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan rumah tangga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik akuakultur berkelanjutan dengan menggunakan bahan-bahan lokal yang tersedia, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dan kesadaran lingkungan. Dengan melatih warga dalam praktik-praktik akuakultur dasar, termasuk pengelolaan kualitas air, optimalisasi pakan, dan pemantauan kesehatan ikan, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan ketahanan ekonomi. Tahap program pengenalan ini meletakkan dasar bagi pengembangan jangka panjang, inovasi, dan kewirausahaan lokal dalam akuakultur skala kecil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan antusiasme masyarakat terhadap budikdamber, yang berpotensi meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi lokal. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan budidaya ikan yang mudah diterapkan dan berkelanjutan di daerah tersebut.
Kemandirian ekonomi masjid melalui pemberdayaan masyarakat dengan pemanfaatan lahan sekitar masjid untuk usaha hidroponik Saat Egra; Dwi Santoso; Etty Wahyuni; Anang Sulistyo; Mohammad Wahyu Agang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22818

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk kontribusi yang penting dalam mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hidroponik dipilih dalam kegiatan PKM ini bertujuan untuk membangun kemitraan antara Masjid dan masyarakat sekitar dalam mengembangkan usaha tanam pada lahan terbatas milik masjid. Selain itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat melalui metode pertanian modern. Pengabdian ini meggunakan tanaman sawi sendok (pakcoy) karena tergolong sebagai common market dan cepat tumbuh. Lokasi kegiatan ini di Masjid Kampus Nurul ilmi Universitas Borneo Tarakan (Maskam UBT), Masjid Hujan Assalam, dan Masjid Al-Miftah. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan/bimbingan teknis, implementasi, evaluasi dan monitoring. Metode hidroponik yang digunakan adalah sistem Nutrient Film Technique (NFT) dan dan sistem wick. Pengabdian ini mendapat respon positif dari ketiga masjid baik karena menggunakan masjid sebagai sentra aktivitasnya, juga guna meningkatkan kemandirian keuangan pengelolaan masjid, meningkatkan pemberdayaan dan pendapatan masyarakat disekitar masjid. Kata kunci: Hidroponik; masjid; pemberdayaan; ekonomi kreatif. AbstarctCommunity service is an important form of contribution to developing local potential and improving the quality of life in the community. Hydroponics was chosen in this empowerment activity to build partnerships between the mosque and the surrounding community in developing planting businesses on limited land owned by the mosque. Besides that, this service aims to improve the creative economy and community empowerment through modern agricultural methods. This activity uses spoon mustard (pakcoy) because it is classified as a common market and fast growing. The locations of this activity are the Nurul Ilmi Campus Mosque Universitas Borneo Tarakan (Maskam UBT), the Hujan Assalam Mosque, and the Al-Miftah Mosque. The implementation methods include socialization, training and technical guidance, implementation, evaluation, and monitoring. The hydroponic methods used are the Nutrient Film Technique (NFT) system and the wick system. This service received a positive response from the three mosques because it uses the mosque as the center of its activities as well as to increase the financial independence of mosque management, community empowerment, and income around the mosque. Keywords: hidroponic; mosque; empowerment; creatif economy.