Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Metode Rapid Application Development (RAD) untuk Merancang Aplikasi Absensi QR Code Berbasis Website Endri Mujiono; Yani Parti Astuti; Etika Kartikadarma; Edy Mulyanto; Erlin Dolphina; Sindhu Rakasiwi
Jurnal Teknik Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus: Jurnal Teknik Informatika dan Teknologi Informasi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jutiti.v5i2.5604

Abstract

This study aims to design and develop a QR Code-based attendance application using the Rapid Application Development (RAD) method, which is implemented at Bina Utama Kendal Vocational High School. The application was created to overcome the limitations of the manual attendance system currently in use, such as vulnerability to data loss, difficulties in maintaining accurate records, and inefficiency in attendance recapitulation. The RAD method was chosen because it emphasizes user involvement throughout the development process, ensuring that the resulting system meets user needs. The development stages included requirement planning, design, system development, and implementation. This web-based attendance application uses QR Code technology to record student attendance quickly, accurately, and in real time. Each student’s QR Code is scanned to mark their presence, which minimizes errors and prevents attendance fraud. In addition, the system includes features for managing student data, generating automatic attendance reports, and providing real-time monitoring for teachers and administrators.The system was tested using the Black Box method, which confirmed that all features function correctly and meet the requirements specified in the design phase. Furthermore, a user satisfaction survey conducted with 150 respondents (teachers, students, and staff) indicated a very high level of acceptance, with an average of 94.25% respondents strongly agreeing on the ease of use, accuracy, and benefits of this application. Overall, the study demonstrates that the QR Code-based attendance application significantly improves the efficiency, reliability, and accuracy of attendance management at Bina Utama Kendal Vocational High School.
Optimalisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Melalui Aplikasi Kesehatan di SMP Ibu Kartini Egia Rosi Subhiyakto; Sindhu Rakasiwi; Ika Novita Dewi; Junta Zeniarja; Dhita Aulia Octaviani; Abu Salam; Shelomita Fitriyani; Almira Zuhrotus Safira
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3229

Abstract

Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam mendorong penerapan pola hidup sehat guna menjaga, merawat, serta meningkatkan derajat kesehatan. Penerapan gaya hidup sehat dapat mencegah berbagai penyakit yang berpotensi muncul di masyarakat. PHBS sangat tepat dikenalkan sejak usia sekolah, karena anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap gangguan kesehatan akibat berbagai faktor. Perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan telah terbukti mampu mengubah proses interaksi dan pembelajaran di kelas menjadi lebih efektif, efisien, mudah diakses, serta mendukung pengembangan keterampilan yang dibutuhkan di era digital, baik saat ini maupun di masa mendatang. Pemanfaatan aplikasi digital sebagai hasil perkembangan teknologi telah banyak diterapkan di bidang kesehatan dan pendidikan, yang keduanya saling berkaitan dan mendukung satu sama lain. Penyampaian informasi kesehatan membutuhkan peran pendidikan, sementara proses pendidikan juga tidak dapat berjalan optimal tanpa lingkungan yang sehat. Oleh karena itu, keberadaan teknologi dalam kedua bidang tersebut menjadi sangat krusial. Berdasarkan uraian tersebut, diperlukan pemberian pengetahuan mengenai PHBS kepada para siswa. Selain pemahaman secara teori, santri juga perlu mendapatkan pendampingan dalam penerapan PHBS secara langsung, serta dukungan teknologi berupa aplikasi digital agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif. Sebelum penerapan aplikasi tersebut, diperlukan sosialisasi dan pelatihan bagi pengasuh pondok pesantren terkait penggunaannya. Atas dasar pertimbangan tersebut, tim berinisiatif melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema Pendampingan PHBS pada Siswa melalui Sosialisasi Aplikasi Digital yang berlokasi di SMP Ibu Kartini. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan PHBS dalam kehidupan sehari-hari santri serta mendorong mereka untuk menularkan perilaku positif tersebut kepada lingkungan sekitarnya.
Deteksi URL phishing menggunakan kombinasi model XGBoost dan Random Forest Ilham Maulana Hadinanda; Sindhu Rakasiwi
AITI Vol 23 No 3 (2026)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/aiti.v23i3.363-378

Abstract

Phishing merupakan salah satu bentuk dari serangan siber era digital sekarang. Serangan ini memanfaatkan teknik manipulasi untuk menipu, sehingga secara tidak sadar pengguna akan mengungkapkan data sensitif melalui web palsu yang meniru tampilan situs resmi. Deteksi terhadap URL phishing menjadi langkah penting dalam meningkatkan keamanan siber, serta mengurangi kerugian pengguna. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan berbasis ensemble learning dengan mengombinasikan dua model, yaitu Extreme Gradient Boosting (XGBoost) dan Random Forest, dalam satu model gabungan. Kedua model selanjutnya dilatih menggunakan dataset yang terdiri dari 11430 URL dan terbagi sama rata antara kelas phishing dan legitimate. Model diuji menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model gabungan XGBoost dan Random Forest menghasilkan akurasi tertinggi, sebesar 0,944. Hasil ini mengungguli hasil yang didapatkan jika menggunakan model tunggal XGBoost (0,942) dan Random Forest (0,928). Temuan ini memperkuat bukti bahwa pendekatan ensemble memberikan generalisasi yang lebih baik dibanding model tunggal untuk deteksi phishing.