Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Metode Diskusi Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Fikih di Kelas XI Madrasah Aliyah Miftahussalam Medan Dwi Hanny Putri Ezari; Kamil; Nurhalima Tambunan
Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the implementation of the discussion method in improving students’ critical thinking skills in Fiqh learning and to identify factors influencing its implementation in Grade XI at Madrasah Aliyah Miftahussalam Medan. The study employed a descriptive qualitative approach involving the principal, Fiqh teachers, and Grade XI students as participants. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the discussion method contributes positively to students’ critical thinking development, reflected in increased learning participation, greater confidence in expressing opinions, improved ability to analyze Fiqh-related issues, and stronger logical argument construction. However, several challenges were identified, including differences in students’ academic abilities, low self-confidence, and limited instructional time. This study emphasizes that structured discussion and effective teacher facilitation are essential to support active learning and optimize students’ critical thinking development.
Model Pendidikan Keluarga dalam Menanamkan Nilai-Nilai Agama Islam pada Masa Pandemi Covid 19 di Desa Nagori Wonorejo Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun Hadi Saputra Panggabean; Nurhalima Tambunan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3975

Abstract

AbstrakGejala wabah Covid 19 menghambat aktivitas semua orang termasuk orang tua yang diluar guru dan pekerja juga banyak yang berhenti tapi kita bisa mengambil sisi baik dari pandemi ini semua keluarga yang biasanya jarang berkumpul tapi semua bisa berkumpul,walaupun dengan tantangan baru dengan mengembalikan dan menyadarkan orang tua bahwa keterpaduan model pendidikan keluarga merupakan bagian inti dari rumah sebagai madrasah ula (sekolah pertama) bagi pembentukan akhlak anak. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan jenis dan kondisi penelitian kualitatif yang kaya dan akan menghasilkan data deskriptif. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian analisis data bersifat interaktif fungsional yang bersumber dari empat kegiatan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Penelitian ini menemukan bahwa dalam membentuk model pendidikan keluarga berbasis nilai-nilai agama Islam di tengah pandemi Covid-19, seseorang dapat melalui keluarga yang disiplin dan penuh sentuhan Al-Quran dan As-Sunnah. Pendidik yang paling utama adalah orang tua. Hal yang harus diperhatikan dan tidak boleh ditinggalkan dalam pendidikan berbasis nilai-nilai agama Islam adalah penggunaan model terpadu yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk berhasil mendidik anak yang berakhlak baik, juga harus memperhatikan komponen-komponen yang terlibat, seperti tujuan, program, proses, dan evaluasi pendidikan berdasarkan nilai-nilai agama Islam yang diterapkan dalam keluarga.Kata Kunci: Integrasi, Model Pendidikan Keluarga, Nilai-nilai Agama Islam. AbstractThe symptoms of the Covid 19 outbreak are hindering the activities of everyone including parents who are outside of teachers and many workers also stop but we can take the good side of this pandemic all families who usually rarely gather but can all gather, even with new challenges with restore and make parents aware that the integration of the family education model is a core part of the home as a madrasatul ula (first school) for the formation of children's morals. This research is a field research with rich qualitative research types and conditions and will produce descriptive data. Collecting data by observation, interviews and documentation. Then the data analysis is functional interactive, which stems from four activities, namely data collection, data reduction, data presentation and data verification. This study found that in forming a family education model based on Islamic religious values in the midst of the Covid-19 pandemic, one can go through a family that is disciplined and full of a touch of the Al- Quran and As-Sunnah. The most important educators are parents. The thing that must be considered and cannot be abandoned in education based on Islamic religious values is the use of an integrated model that fits the needs. To succeed in educating children with good morals, they must also pay attention to the components involved, such as goals, programs, processes, and evaluations of education based on Islamic religious values that are applied in the familyKeywords: Integration, Family Education Model, Islamic Religious Values.
Faktor Pendukung dan Penghambat Komunikasi Orang Tua dalam Memotivasi Anaknya Mengikuti Pembelajaran di Rumah Tahfidz Khaizerani Kapas III Klambir V Kebun Hamparan Perak Nurhalima Tambunan; Hadi Saputra Panggabean
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3976

Abstract

AbstrakPendidikan sebagai salah satu upaya meningkatkan harkat dan derajat manusia agar terhindar dari kebodohan dan kesesatan. Bila dihubungkan dengan manusia sebagai hamba yang selalu melakukan perintah dan menjauhi larangannya, maka manusia terkhusus ummat Islam harus memahami dan mengetahui kandungan yang terdapat dalam AlQuran, sehingga perlu diberikan pembelajaran sejak dini diantaranya melalui pembelajaran sebagai mana yang dilakukan pada Rumah Tahfiz Khaizerani. Tujuan pelaksanaan penelitian ini untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat komunikasi orang tua dalam memotivasi anaknya mengikuti pembelajaran di Rumah Tahfidz Khaizerani Kapas III Klambir V Kebun Hamparan Perak. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatitip, pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung, dokumentasi, wawancara mendalam (in-dept interview). Untuk menguji keabsahan digunakan triangulási data. Teknik analisa data menggunakan model analisa interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: diantara faktor pendukung dalam memotivasi anaknya mengikuti pembelajaran di Rumah Tahfidz Khaizerani adalah Motivasi santri untuk menghafal Al Qur’an berasal dari dirinya, teman-teman sekolah atau sesama santri. Pengetahuan dan pemahaman arti atau makna Al-Qur’an oleh santri pada umumnya mereka ingin belajar. Adapun faktor penghambat adalah Fasilitas yang belum mendukung karena santri tidak mukim, belum tersedianya aplikasi yang dapat dijadikan meningkatkan mengahafal Al Qur’an.Keywords: Pendukung, Penghambat, Motivasi Pembelajaran AbstractEducation as an effort to improve human dignity and degree in order to avoid ignorance and misguidance. When connected with humans as servants who always do commands and stay away from their prohibitions, then humans, especially islamic ummah, must understand and know the content contained in the Quran, so it is necessary to provide learning from an early age, including through learning as is done at the Tahfiz Khaizerani House. The purpose of this study is to determine the supporting factors and obstacles to parental communication in motivating their children to participate in learning at the Tahfidz Khaizerani Kapas III Klambir V Kebun Hamparan Perak House. The methodology of this study uses a quality approach, data collection uses direct observation techniques, documentation, in-dept interviews. To test the validity of data triangulási is used. The data analysis technique uses an interactive analysis model developed by Miles and Huberman. The results showed that: among the supporting factors in motivating their children to participate in learning at Tahfidz Khaizerani House is the motivation of students to memorize the Qur'an comes from themselves, school friends or fellow students. Knowledge and understanding of the meaning or meaning of the Qur'an by students in general they want to learn. The inhibiting factor is the facilities that have not been supported because the students are not mukim, there is no application that can be used to improve the recitation of the Qur'an.Keywords: Supporters, Inhibitors, Motivational Learning
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA MELALUI PEMBELAJARAN PAI DI SMKS YAPIM MEDAN Raindy Harefa; Nurhalima Tambunan
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v13i1.1164

Abstract

Moderasi beragama telah menjadi topik penting yang tidak hanya diperbincangkan dalam ranah politik, tetapi juga mendapatkan perhatian besar dalam dunia akademik dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi yang digunakan dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran PAI di SMKS Yapim Medan serta dampaknya terhadap sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tahapan: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMKS Yapim Medan telah berhasil mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama melalui pendekatan pembelajaran yang mengedepankan dialog, keterbukaan, dan pengalaman langsung dalam memahami keberagaman agama. Dampaknya terlihat pada peningkatan sikap toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, serta kemampuan siswa dalam mempraktikkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat pemahaman tentang pentingnya pendidikan agama yang moderat dalam membentuk generasi yang pluralis dan inklusif di tengah masyarakat multikultural seperti Indonesia.