Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaplikasian Pembelajaran Model Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Pembelajaran Siswa Indra Gunawan; Iwan Ramadhan; Tri Wijaya; Imran Imran
PTK: Jurnal Tindakan Kelas Vol. 4 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/ptk.v4i1.294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksperimen penerapan model pembelajaran Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar pada kelas X F SMA Negeri 1 Pontianak. Permasalahan penelitian ini adalah secara visual aktivitas pembelajaran di kelas masih kurang baik, hal tersebut ditandai dengan hasil asesmen formatif ketika mengajar di kelas dengan menggunakan metode kontenporer dalam menjelaskan materi dari awal sampai akhir. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) sebanyak 2 siklus. Siklus I menunjukkan hasil belajar siswa belum memenuhi target dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 37%. Melalui refleksi pada siklus I, peneliti melakukan perubahan dan perbaikan terhadap pelaksanaan pendekatan dan model pembelajaran. Siklus II dilaksanakan dengan tetap menggunakan model Jigsaw yang dimodifikasi. Hasil belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan yaitu mencapai rata-rata ketuntasan belajar sebesar 81%. Peningkatan tersebut melebihi target yang ditetapkan (80%-89%), Hasil tersebut berarti bahwa penerapan pendekatan kooperatif dengan model Jigsaw efektif meningkatkan hasil belajar siswa.
IMPLEMENTASI MODEL KOOPERATIF TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XII Lisa Ranti Mardiyanti; Imran Imran; Iwan Ramadhan; Tri Wijaya
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Muara Pendidikan, Vol 8 No 2, Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/mp.v8i2.1491

Abstract

The purpose of this study was to see whether students learn better by using Classroom Action Research consisting of two cycles using the Kahoot-based teams' games tournament cooperative learning model with action research steps starting from planning, implementation, and evaluation. The research involved all students of class XII Sociology TL 8 at SMA Negeri 1 Pontianak, totaling 36 people. Using interactive learning media and models is one way to improve student learning outcomes. The results showed that the learning outcomes of XII Sociology TL 8 students could be improved by implementing the Kahoot-based tournament game team cooperative learning model. The results show that by implementing the Kahoot media-based TGT learning model, students' learning outcomes have increased. In cycles 1 and 2 there was an increase in the class average of 82.5 to 85.2. In learning outcomes, there was an increase of 63% to 81%. Thus there was a significant change after using the TGT learning model.
Implementasi Model Koperatif Tipe Jigsaw Berbasis Padlet Pada Pembelajaran Sosiologi untuk Meningkatkan Kerja Sama Peserta Didik Kelas XI di SMA Negeri 1 Pontianak Suriyanisa Suriyanisa; Syamsuri Syamsuri; Iwan Ramadhan; Tri Wijaya
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 (2024): Didaktika Mei 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.558

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kerja sama peserta didik dalam pembelajaran sosiologi di SMA Negeri 1 Pontianak melalui implementasi model kooperatif tipe Jigsaw berbasis Padlet. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk mengatasi rendahnya keterampilan kerja sama siswa dalam pembelajaran berkelompok, yang dapat memengaruhi interaksi sosial di kelas dan menciptakan atmosfer pembelajaran yang inklusif. Masalah yang diidentifikasi meliputi kurangnya keterlibatan siswa dalam diskusi kelompok, kurangnya tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok dan dominasi penggunaan gawai di luar keperluan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah PTK dengan empat tahapan utama: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data melalui observasi dan kuesioner (angket) mengacu pada pengukuran keterampilan kerja sama menurut (Rodriguez, Patel, Bright, Gregory, & Gowing, 2002) dan Crebert, Patrick, Cragnolini, Smith, Worsfold, & Wenn 2011). Siswa kelas XI berjumlah 38 dengan pembagian enam kelompok, A sampai F. Setiap kelompok beranggotakan 6 sampai 7 siswa. Analisis data melibatkan pengumpulan melalui observasi langsung interaksi siswa, partisipasi diskusi, tanggung jawab tugas kelompok, dan penggunaan teknologi. Data dievaluasi untuk perubahan keterampilan kerja sama siswa setelah model Jigsaw berbasis Padlet. Hasil analisis digunakan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan kerja sama siswa. Guru Sosiologi sebagai peneliti melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan model Jigsaw berbasis Padlet dalam pembelajaran, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, dan merancang strategi perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam indikator keterampilan kerja sama siswa setelah implementasi model tersebut, terutama dalam hal pemahaman tujuan kelompok, partisipasi dalam kepemimpinan, dan kemampuan berkomunikasi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan keterampilan sosial peserta didik dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kolaboratif dan inklusif.
Workshop Penyusunan Modul dan Bahan Ajar Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Sanggau Iwan Ramadhan; Tri Wijaya; Imran Imran
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.3772

Abstract

Perubahan kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka berdampak pada guru-guru di Indonesia. Hal ini dikarenakan guru merupakan ujung tombak pelaksana kurikulum merdeka. Minimnya pelatihan secara terstruktur, massif, dan hanya menggunakan PMM (Platform Merdeka Mengajar) secara daring membuat sebagian guru mengalami kebingungan dalam penyusunan modul ajar kurikulum merdeka. Oleh karena itu, sebagai salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen pendidikan sosiologi FKIP Untan ingin melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 1 Sanggau tentang penyusunan modul dan bahan ajar pada kurikulum merdeka. Tujuan PKM ini agar guru memiliki pemahaman yang utuh dan holistic terkait penyusunan modul dan bahan ajar kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam PKM ini ialah Pendidikan Masyarakat dengan bentuk In House Training (IHT). Peserta pada penelitian ini yaitu 32 bapak/ibu guru. Hasil kegiatan PKM ialah guru antusias mengikuti IHT dan guru sebagai peserta mampu menghasilkan modul ajar dengan mempelajari capaian pembelajaran, merancang pembelajaran berdiferensiasi, dan melakukan asesmen diagnostik sesuai kurikulum merdeka. Secara keseluruhan, ateri yang disampaikan ialah capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan modul ajar. Selain itu, tim PKM juga memberikan penguatan dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran sosial emosional (PSE), melakukan asesmen diagnostik non kognitif dan kognitif, serta refleksi. Selanjutnya, kegiatan PKM dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan praktek pembuatan modul ajar serta presentasi hasil modul ajar