Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUKURAN BEBAN MENTAL SOPIR BUS ANTAR KOTA ANTAR PROVINSI MENGGUNAKAN METODE SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESMENT TECHNIQUE (SWAT) Gunawan Mohammad; Lutfi Nur Haryana Ihsan; Dwi Retna Sulistyawati
JURITI (Jurnal Ilmiah Teknik Industri )Prima Vol 7 No 2 (2024): Juriti Prima (Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima)
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer, Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi bus sangat diminati masyarakat, salah satunya adalah PO. X yang melayani ruteJepara-Jakarta. Terdapat dua sistem pemberangkatan di PO. X yaitu regulerdan putar balik. Sistem putar balik adalah ketika bus sampai di kota Jakarta maka akan langsung balik ke Jepara,hal ini akan mempengaruhi kinerja sopir bus terutama pada beban mental karena melakukan pekerjaan denganfrekuensi yang tinggi dan berulang sehingga meningkatkan resiko kecelakaan dan menurunnya produktivitasperusahaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi beban mental sopir bus putar balik yaitu jam kerja, target waktu,kondisi jalan normal, macet dan ketika kendaraan bermasalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuibeban mental sopir bus putar balik antar kota antar provinsi di PO. X menggunakan metode SubjectiveWorkload Assessment Technique (SWAT). Berdasarkan perhitungan beban mental sopir bus putar balik di PO.X faktor yang paling berpengaruh adalah faktor waktu atau Time Load dengan persentase sebesar 47,06%diikuti beban usaha mental atau Effort dengan persentase 27,04%, dan beban tekanan psikologis atau Stressdengan persentase 25,90%. Dalam kemacetan lalu lintas mempunyai persentase 67,41% dengan skor tertinggi100 dan terendah 23,2. Faktor target waktu memiliki rata-rata 33,133% dengan nilai skor tertinggi 76,1 danterendah 0. Faktor jam kerja mempunyai rata-rata 63,077% dengan skor tertinggi 100 dan terendah 37,3. Faktorkondisi normal memiliki rata-rata 29,93% dengan skor tertinggi 100 dan terendah 0. Faktor kendaraanbermasalah memiliki nilai rata-rata 66,487% dengan skor tertinggi 100 dan terendah 23,2.
Pemanfaatan Limbah Kulit Durian sebagai Sumber Energi Terbarukan melalui Teknologi Inklusif Berbasis Biobriket Dwi Retna Sulistyawati; Gunawan Mohammad; Muhammad Choiru Zulfa; Desti Setiyowati; Tiara Turay; Ihwan Ghazali
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3212

Abstract

Kawasan Lenggong Perak sebagai salah satu pusat penghasil durian, namun belum mampu mengatasi permasalahan limbah durian, sehingga diperlukan suatu teknologi atau solusi dalam mengatasinya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini, sepakat untuk mengelola kulit durian, yang merupakan masalah bagi masyarakat menjadi produk baru bermanfaat serta memiliki nilai jual. Adapun metode yang diperkenalkan dan digunakan dalam kegiatan ini yaitu teknologi inklusif yaitu teknologi pengolahan dengan memanfaatkan alat-alat sederhana, effisien dan efektif. Hasil dari kegiatan ini masyarakat dapat menghasilkan Biobriket dari pemanfaatan limbah kulit durian, dimana berdasarkan hasil uji coba dimana 250 gram briket kulit durian mampu mendidihkan 2,5 liter air dalam waktu 30 menit. Berdasarkan hasil riset uji kalor biobriket kulit durian dapat dijelaskan bahwa panas yang dihasilkan cukup untuk menggantikan batu arang yang saat ini tersedia. Dengan hasil tersebut diharapkan masyarakat mampu menciptakan peluang kerja baru memproduksi biobriket sebagai sumber pendapatan tambahan.