Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

K-Modes Analysis with Validation of the DBI in Grouping Provinces in Indonesia based on Indicators of Poor Households Syifa Azahra; Zilrahmi; Dodi Vionanda; Fadhilah Fitri
UNP Journal of Statistics and Data Science Vol. 2 No. 2 (2024): UNP Journal of Statistics and Data Science
Publisher : Departemen Statistika Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ujsds/vol2-iss2/165

Abstract

Poverty is the most pressing social problem in Indonesia. Efforts to alleviate poverty are to group provinces in Indonesia based on indicators of poor households using the K-modes algorithm. The data used is data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) on the Household List. The analysis includes data noise detection, data clustering using K-Modes algorithm, and cluster validation with Davies Bouildin Index (DBI). Based on the clustering that has been done, two clusters are obtained, where cluster 1 consists of 26 provinces and cluster 2 consists of 8 provinces. cluster 1 is a cluster that fulfills 9 indicators of poor households and cluster 2 only a few indicators of poor households. So that the government can prioritize these 8 provinces to overcome poverty in Indonesia. For the DBI value obtained is 1.89 which means that 2 clusters are already well used in the algorithm.
Digital Art Gallery With Infill Development Design Approach in Medan City (EX Werenhuis Site) Andalucia Andalucia; Syifa Azahra
Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober: Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik S
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/konstruksi.v2i4.541

Abstract

Medan is home to a number of historical buildings from the colonial era and the Islamic Malay Kingdom of Deli, many of which are now heritage sites. However, some buildings remain abandoned, such as the Warenhuis building on Jalan Hindu. Built in 1918 and protected by Law No. 11/2010 and Medan Mayor Decree No. 433/28.K/X/2021, Warenhuis needs to be revitalized to maintain its cultural significance. The COVID-19 pandemic has increased interest in digital connectivity and art. Advances in virtual reality and augmented reality have created new immersive art experiences. The 2000s saw significant growth in the field of new media art, with more and more art collectives utilizing technology. The Cultural Promotion Law No. 5/2017 focuses on the protection, development, and utilization of the arts. Medan, the third largest city in Indonesia, has great potential as a digital art gallery that helps promote culture through conservation, development and community participation. The regeneration of Warenhuis as a digital art gallery uses an infill development design that blends contemporary digital art with the classic architecture of the building, creating a dynamic and inclusive art space while maintaining its historical value.
Integrasi Etika dan Politik dalam Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 57 dan At-Taubah Ayat 71 Muhammad Rizky Darmawan; Syifa Azahra; Mohammad Aditya AB
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3178

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi etika dan politik dalam tafsir Surat Al-Maidah ayat 57 dan Surat At-Taubah ayat 71 yang memuat pedoman moral dan sosial penting bagi umat Islam. QS Al-Maidah 57 menegaskan larangan bagi orang beriman menjadikan orang yang menghina atau mempermainkan agama sebagai teman dekat atau pemimpin, sebagai bentuk menjaga identitas keimanan dan kemandirian politik. Ayat ini mengingatkan agar umat tidak berlindung pada musuh Islam yang lemah imannya dan merendahkan syariat, sehingga etika menjadi dasar kuat dalam politik Islam. Sedangkan QS At-Taubah 71 menekankan solidaritas antar mukmin, saling tolong-menolong dalam kebaikan, amar ma’ruf nahi munkar, penegakan salat, penunaian zakat, dan ketaatan pada Allah serta Rasul, sebagai fondasi kehidupan sosial dan politik yang berkeadilan dan beradab. Tafsir kedua ayat ini menunjukkan bahwa integrasi antara moral individu dan sosial dengan pengelolaan kekuasaan menjadi syarat utama terciptanya kepemimpinan yang adil dan masyarakat yang harmonis. Dalam konteks kontemporer, tafsir ini relevan sebagai pedoman untuk memilih pemimpin yang berintegritas dengan menjunjung tinggi nilai moral Islam dan menjaga keutuhan umat dari pengaruh budaya asing yang merusak. Penelitian ini juga menegaskan perlunya kesadaran kritis umat dalam menjalin hubungan sosial-politik serta internasional agar tidak merugikan agama dan bangsa. Dengan demikian, integrasi etika dan politik dalam kajian tafsir Al-Maidah 57 dan At-Taubah 71 menjadi landasan penting bagi pengembangan politik Islam yang bermartabat dan berkeadilan sosial di era globalisasi.