Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA NAISAU KECAMATAN SASITAMEAN KABUPATEN MALAKA Antonius Yohanes William Timuneno; Maria Vianey Rae; Maria Goreti Malut
Jurnal Bisnis, Ekonomi, dan Sains Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Bisnis, Ekonomi, dan Sains
Publisher : Univesitas Widyama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/bes.vol2.iss2.2022.1861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengelolaan dana desa dalam pembangunan infrastruktur sesuai dengan peraturan Permendagri No. 20 tahun 2018 di Desa Naisau Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total prioritas penggunaan Anggaran Dana Desa untuk lima bidang operasional desa, sesuai peraturan, yaitu penyelenggaraan pemerintah desa, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, pemberdayaan masyarakat desa, dan penanggulangan bencana, keadaan darurat dan mendesak desa. Namun, pada bidang pelaksanaan pembangunan desa terjadi penurunan anggaran dari tahun 2021 ke tahun 2022. Analisis pengelolaan dana desa mencakup perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, dan pelaporan. Tahap perencanaan melibatkan perangkat desa dalam musyawarah dengan masyarakat setempat, yang kemudian dijadikan pedoman dalam menyusun APBDesa. Pencairan dana desa dilakukan dalam tiga tahap, tetapi terkadang mengalami keterlambatan, yang dapat mengganggu pelaksanaan kegiatan pembangunan. Tahap pelaksanaan kegiatan pembangunan dilakukan melalui swakelola, dengan rekrutan tenaga kerja dari masyarakat setempat. Namun, terdapat kendala seperti penundaan waktu dan perijinan lahan yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan. Penatausahaan dan pelaporan dilakukan oleh sekretaris desa dan BPD sebagai bentuk transparansi. Proses penatausahaan berjalan efektif tanpa kendala. Pelaporan dilakukan untuk memberikan informasi keuangan dan hasil pekerjaan kepada masyarakat desa. Kesimpulannya, pengelolaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur di Desa Naisau belum sepenuhnya berjalan efektif sesuai peraturan. Kendala pada pelaksanaan dan pelaporan terutama terkait dengan keterlambatan pencairan dana, dan penundaan pelaksanaan kegiatan. Diperlukan upaya untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan dana desa guna mencapai tujuan pembangunan infrastruktur yang lebih baik.
LITERASI PAJAK MENUJU WIRAUSAHA MANDIRI Maria Goreti Malut; Antonius Yohanes William Timuneno; Maria Odriana Veronika; Alfry Aristo Jansen Sinlae; David Manafe; Engelbertus G. Ch. Watu; Maria Augustin Lopes Amaral; Maria Fransiska Owa da Santo; Susana Purnamasari Baso; Joaquina Felicia Saru
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v9i2.7583

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pajak 70 siswa kelas XII SMK Negeri 1 Takari sebagai calon wirausahawan muda. Program ini dilatarbelakangi aktivitas teaching factory yang sudah berjalan, namun belum diikuti pemahaman memadai tentang administrasi usaha, perhitungan laba, dan kewajiban pajak sederhana. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan aplikatif melalui identifikasi kebutuhan, pre-test, sosialisasi, pelatihan pencatatan transaksi, perhitungan laba, simulasi pajak sederhana, serta evaluasi post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa, tercermin dari kenaikan rata-rata nilai dari 70% menjadi 92%. Seluruh peserta mampu melakukan pencatatan transaksi sederhana, dan sebagian besar mampu menghitung laba serta pajak sederhana serta mengaitkan pajak dengan tanggung jawab sosial.
Pemberdayaan perempuan mengelola sampah organik rumah tangga berbasis sirkular ekonomi mewujudkan Zero Waste Apryanus Fallo; Susana Purnamasari Baso; Gerardus Diri Tukan; Renstya Jofita Bentanone; Wilhelmina Bhoki Betu; Yusyurun Afonso; Irly Lestriani Haba Kore; Rinaldus Haryanto Jeranu; Maria Yulia Pawe; Maria Augustin Lopes Amaral; Maria Goreti Malut
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40188

Abstract

Abstrak Sampah organik rumah tangga merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat perkotaan, termasuk di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pengelolaan sampah yang tidak optimal menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Maulafa dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC) berbasis sirkular ekonomi. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Juni 2026 di RT 019, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, dengan melibatkan 20 peserta dan enam mahasiswa. Metode meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pre-test, post-test, observasi keterampilan, dan monitoring. Hasil evaluasi menunjukkan skor rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 42% menjadi 88%, atau sebesar 46 poin persentase. Sebanyak 75% peserta juga mampu melakukan sekurang-kurangnya empat dari lima tahapan utama pembuatan POC secara tepat. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan partisipatif dapat memperkuat kemampuan dasar peserta dalam mengolah limbah dapur dan mendukung penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga. Kata kunci: pupuk organik cair; sampah dapur; sirkular ekonomi; wkri; ketahanan pangan. Abstract Household organic waste remains a significant environmental problem in urban areas, including Kupang City, East Nusa Tenggara. Inadequate waste management creates negative impacts on public health and the environment. This community service programme aimed to improve the knowledge and skills of members of the Indonesian Catholic Women’s Association (WKRI), Maulafa Branch, in processing household organic waste into Liquid Organic Fertiliser (LOF) using a circular economy approach. The programme was conducted on 19 June 2026 in Neighbourhood Unit 019, Oebufu Subdistrict, Maulafa District, Kupang City, and involved 20 participants and six university students. The methods included counselling, demonstrations, hands-on practice, pre-tests, post-tests, skills observation, and monitoring. The evaluation results showed that the participants’ average knowledge score increased from 42% to 88%, representing an improvement of 46 percentage points. In addition, 75% of participants were able to perform at least four of the five main stages of LOF production correctly. These findings indicate that participatory training can strengthen participants’ basic capacity to process kitchen waste and support the implementation of a circular economy at the household level. Keywords: liquid organic fertilizer; kitchen waste; circular economy; wkri; food security.