Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi dan Edukasi Program TOSS (Temukan, Obati Sampai Sembuh) Tuberkulosis (TB) Di Wilayah Kerja Puskesmas Bontonompo 1 Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan Mutmainnah Latief; Satria Perdana; Kahar Kahar
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, No 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v6i2.6283

Abstract

Puskesmas memiliki tanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya, termasuk dalam pengendalian penyakit menular, seperti Tuberkulosis (TB). TB merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Untuk menekan angka kejadian TB, Kementerian Kesehatan RI mencanangkan program TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh) yang menekankan peran aktif masyarakat dan tenaga kesehatan dalam deteksi dini dan pengobatan tuntas TB. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman masyarakat tentang TB, mendorong kesadaran untuk berobat secara dini dan rutin, serta menguatkan peran serta tenaga kesehatan dan masyarakat dalam mengimplementasikan program TOSS TB di Puskesmas Bontonompo 1 Gowa. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu perencanaan kegiatan, sosialisasi, evaluasi, dan penyusunan laporan dan publikasi. Sosialisasi dilakukan secara sistematis dan partisipatif melalui media leaflet. Peserta kegiatan sebanyak 40 orang. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 58,36 menjadi 82,67 setelah dilakukan sosialisasi. Uji statistik menggunakan paired test menghasilkan nilai signifikansi p-value < 0.05, menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta. Respons positif dari peserta, keterlibatan aktif dalam diskusi, serta inisiatif lanjutan dari pihak puskesmas menunjukkan bahwa kegiatan ini relevan dan bermanfaat. Sosialisasi ini telah menjadi bentuk nyata dari pemberdayaan masyarakat berbasis pendekatan promotif dan preventif yang selaras dengan kebijakan nasional eliminasi TB 2030. Program ini perlu dukungan berkelanjutan dari semua pihak, terutama puskesmas, agar program berdampak signifikan terhadap penurunan angka TB dan kolaborasi antara perguruan tinggi, puskesmas, serta masyarakat dalam memperkuat implementasi program TOSS TB.
MANAJEMEN KINERJA DALAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR satria Perdana; Zakiah Rahmatika; Nadian Nurhikmah
JUKI-USY: Jurnal Administasi Kesehatan USY Vol 1 No 1 (2025): JUKI-USY: JURNAL ADMINISTRASI KESEHATAN
Publisher : Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen kinerja dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Galesong Utara. Manajemen kinerja merupakan komponen penting dalam memastikan tercapainya indikator pelayanan kesehatan dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan total sampel 35 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga gizi, sanitarian, farmasi, dan staf administrasi. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, wawancara terstruktur, dan observasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan perhitungan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen kinerja di Puskesmas Galesong Utara berada pada kategori baik, dengan nilai rata-rata skor indikator sebesar 4,1. Indikator tertinggi terkait pengaruh penilaian kinerja terhadap mutu pelayanan dan efektivitas komunikasi antara pimpinan dan staf. Sementara itu, aspek sarana prasarana dan keseimbangan beban kerja masih memerlukan perhatian dan peningkatan. Temuan ini menegaskan pentingnya sistem manajemen kinerja berbasis evaluasi terstruktur, umpan balik, dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi manajemen kinerja berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pelayanan di puskesmas. Rekomendasi penelitian mencakup penguatan sistem reward, penyediaan pelatihan berkala, dan peningkatan fasilitas pendukung kinerja. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan pendekatan mixmethod untuk analisis yang lebih mendalam. Kata kunci : Manajemen Kinerja, Mutu Pelayanan Kesehatan, Puskesmas