Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERMAINAN ULAR JARRA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI POKOK ASAM-BASA Latief, Mutmainnah
Indonesian Journal of Educational Studies Vol 20, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan INSANI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.873 KB) | DOI: 10.26858/ijes.v20i2.4819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan ular jarra dan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan permainan sebagai media pembelajaran pada materi pokok asam-basa. Diharapkan produk yang dikembangkan dapat merangsang siswa belajar mandiri dengan motivasi belajar yang tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan berbasis produk Hannafin dan Peck yang terdiri dari tiga fase yaitu fase analisis kebutuhan, fase desain, dan fase pengembangan/implementasi. Subjek uji coba produk pengembangan ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Bulukumba yang melakukan remedial dengan jumlah siswa 18 orang. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk semua item dan aspek yang diukur, penilaian kevalidan media memperoleh kriteria valid dan baik, penilaian kepraktisan media adalah sangat baik dan praktis.  Hasil pretest-posttest, gain = 0.41379 (0,7> g >0,3 = sedang) dan terdapat peningkatan sangat tinggi/sangat baik untuk semua aspek motivasi belajar yang diukur. Dari hasil tersebut menujukkan media permainan yang dikembangkan memiliki kategori valid, praktis dan efektif, sehingga dapat disimpulkan media permainan yang dikembangkan layak dijadikan sebagai media pembelajaran. 
Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di RW.4 Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Kota Makassar: Description of Clean and Healthy Lifestyle Behavior (PHBS) in the Family in RW.4 Tallo Kelurahan Tallo District, Makassar City Inda Pusvitasari; Nur Fajri Hartanto; Hardi; Mutmainnah Latief; Asmarani Harma; Nur Alsabfitri Usmani
Jurnal Midwifery Vol 5 No 1 (2023): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v5i1.36177

Abstract

Introduction Based on the results of observations, researchers conducted research in RW.4 Tallo Subdistrict, Makassar City on the grounds that there are still many people who do not know the importance of Clean and Healthy Behavior (PHBS) in the family and have not fully implemented it, seeing the conditions there are slum areas and people who are pre-prosperous. Method descriptive research with mapping of PHBS areas based on 5 indicators in the family in RW.4 Tallo Village, Makassar City. The population in this study was 370 households and no sampling was carried out. Result The research shows that 98.6% of households (RT) giving birth by health personnel are midwives, 84.1% give exclusive breastfeeding, 92.2% weigh babies and toddlers, 95.1% use clean water, washing hands using clean water and soap is 91.1%. Conclusion Based on the research results, the majority of clean and healthy living behaviors (PHBS) in families have not met the target of households with PHBS applied, namely 75%. The community as the target of this program should have full awareness to apply Clean and Healthy Behavior (PHBS) as one of the indicators for creating a healthy city.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting Pada Balita di Desa Parang Baddo Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan Pratama, Adi Putra; Harma, Asmarani; Latief, Mutmainnah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 2 (2024): May
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11401241

Abstract

Stunting is a condition where a toddler has less length or height compared to children his age. Stunted toddlers are a chronic nutritional problem caused by many factors, such as socio-economic conditions, maternal nutrition during pregnancy, pain in babies, and lack of nutritional intake in babies. The formula given to children who experience malnutrition according to the standards set by the World Health Organization (WHO) is made from oil, sugar, milk, water and flour. Apart from that, PMT can be made yourself with a composition that contains energy intake, protein and is made from ingredients that are easily obtained by the public at an affordable cost. These ingredients can be replaced with local food ingredients which are rich in vitamins and protein. The results of Monitoring the Nutritional Status (PSG) of Toddlers in 2017 by the Ministry of Health showed that 17.8% of toddlers experienced nutritional problems, including 3.8% cases of malnutrition and 14% malnutrition (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2018). Meanwhile, based on the 2018 Riskesdas, cases of malnutrition reached 3.9% and cases of malnutrition reached 13.88% (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2018). The prevalence of stunting in South Sulawesi Province in 2022 will be at 27.2 percent. Jeneponto Regency is the area with the highest stunting prevalence in South Sulawesi in 2022, reaching 39.8 percent, an increase of 1.9 percentage points from the stunting prevalence in 2021. Tana Toraja Regency is in second place with the largest stunting prevalence at 35.4 percent. Pangkajene and Islands Regency was 34.2 percent. Takalar Regency is still listed as an area with a high stunting prevalence rate, but recently it has decreased significantly. Based on data from the Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) in 2022, the prevalence of stunting in Takalar Regency is at 31.1 percent. This figure has decreased significantly compared to 2021 of 34.7 percent.
Penguatan Kompetensi Literasi Kesehatan Sebagai Upaya Meningkatkan Perilaku Pencegahan HIV-AIDS Remaja SMK Berbasis Digital Satria Perdana; Surya Dharma; Mutmainnah Latief
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.986

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi kesehatan dan perilaku pencegahan HIV-AIDS remaja SMK Negeri 1 Gowa serta mengembangkan, menghasilkan dan memberikan bahan ajar literasi kesehatan dan perilaku pencegahan HIV-AIDS berbasis digital learning dengan memanfaatkan teknologi informasi digital yang dapat diakses oleh para remaja siswa dan guru melalui pelaksanaan penguatan, pendampingan, serta pelatihan berbasis digital learning kepada mitra SMK Negeri 1 Gowa agar mitra memiliki kompetensi literasi kesehatan dan perilaku pencegahan HIV-AIDS yang tinggi. Adapun metode yang terapkan dalam kegiatan ini meliputi tahap persiapan dan sosialisasi, tahap penguatan dan pelatihan, tahap penerapan teknologi, tahap evaluasi dan tahap keberlanjutan program. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan adapun hasil yang dicapai ialah kegiatan ini memberikan dampak yang sangat positif bagi remaja siswa SMK Negeri 1 Gowa hal tersebut dapat terlihat dari adanya peningkatan secara signifikan wawasan serta kompetensi literasi Kesehatan dan pencegahan HIV-AIDS bagi remaja SMK setelah pelaksanaan kegiatan dengan menerapakan bahan ajar digital dalam hal ini website www.healthclasssmkn1gowa.com selama kegiatan pengabdian berlangsung.
Motivasi Kerja Pegawai Pada Kantor Kelurahan Bone-Bone Kecamatan Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara Ardiansyah, Alif; Saputra, Sakral Wijaya; Latief, Mutmainnah; Muslimah, Utami Nur
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 11 (2024): December
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15069567

Abstract

This study aims to determine what factors drive employee work motivation and efforts to improve employee work motivation at the Bone-Bone Village Office, Bone-Bone District, North Luwu Regency. The type of research uses a qualitative method with a descriptive research type. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of this study overall employee performance motivation at the Bone-Bone Village Office, Bone-Bone District, North Luwu Regency is not good using Abraham Maslow’s theory which consists of (1) physiological needs are met, there is rest time given for lunch, prayer and providing a drinking water dispenser; (2) The need for a sense of security is met, there is health insurance in the form of BPJS Employment; (3) Social needs are met, the work atmosphere is harmonious, comfortable, and full of familiarity, there is openness from superiors and participation of each employee through meetings; (4) The need for recognition of awards is met, giving praise, giving bonuses and sometimes recreation; (5) The need for self-actualization is quite met, there are special training activities for civil servants according to their competence.
Pengembangan Website Pembelajaran Untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Siswa Dharma, Surya; Mutmainnah Latief; Satria Perdana; Ahmad Jayadie; Muhammad Asri
Epistema Vol. 6 No. 1 (2025): Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v6i1.82451

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan website pembelajaran untuk meningkatkan literasi kesehatan siswa SMK yang valid, efektif dan praktis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan (research and development) yang mengadaptasi model pengembangan ADDIE. Pelaksanaan dan subjek penelitian ini di lakukan pada siswa SMK Negeri 1 Gowa. Adapun instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi lembar validasi ahli, tes, angket respons guru dan angket respons siswa. Kemudian teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis formula gregory, statistik deskriptif dan statistik inferensial yakni paired sample t test. Hasil penelitian menunjukan bahwa produk website yang dikembangkan berdasarkan penilaian ahli diperoleh nilai konsistensi internal sebesar 1 yang dapat dikategorikan valid dan layak, hasil uji efektifitas menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan literasi kesehatan siswa sebelum dan setelah penerapan website pembelajaran serta diperolehnya nilai  N-gain persen sebesar 76,69 yang berada pada kategori efektif, kemudian hasil respons guru yang menunjukan bahwa website pembelajaran ini sangat praktis diterapkan serta berdasarkan respons siswa menunjukan website pembelajaran ini praktis diterapkan untuk meningkatkan literasi kesehatan siswa. Berdasarkan penelitian dan pengembangan yang dilakukan maka telah diperoleh produk website pembelajaran untuk meningkatkan literasi kesehatan siswa yang valid, efektif dan praktis
Implementation of the Tuberculosis (TB) Program Management at Bontonompo 1 Community Health Center, Gowa Mutmainnah Latief; Hardi, Hardi
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal EduHealt, Edition July - September , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia, with the number of cases continuing to rise, including in Gowa District. Community Health Centers (Puskesmas) play a strategic role in case detection, treatment, and monitoring of TB patients. This study aims to evaluate the implementation of TB program management at Bontonompo 1 Community Health Center, Gowa, based on the management functions: planning, organizing, implementing, and controlling. The research used a descriptive qualitative approach. Data were collected through observations, in-depth interviews with four informants (the Head of the Community Health Center, TB program officer, TB cadre, and TB patient), as well as documentation in the form of case reports, health profiles, and activity photos. The results showed that TB program planning was carried out in a structured manner through the Health Planning Meeting (Musrenbangkes) and evaluation of the previous year’s achievements. Strategies implemented included community education, early screening, close contact examination, and involvement of health cadres. Internal organization at the Community Health Center was well-structured with clear task distribution among program officers, laboratories, and cadres, although cross-sectoral coordination still needs to be strengthened. Program implementation followed national guidelines using DOTS and TOSS TB strategies, covering patient counseling, cadre assistance, and community education. The main challenges included low patient awareness, social stigma, and limited educational media. Program control was conducted through monthly patient monitoring, internal evaluation, and routine recording, although there were obstacles such as delays in reporting and cross-sector monitoring. In conclusion, the implementation of TB program management at Bontonompo 1 Community Health Center has been in line with national guidelines, but still faces challenges in organization and control.
Tantangan dan Peluang Implementasi Restrukturisasi Birokrasi Dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Governance) di Pemerintahan Daerah Luwu Utara Saputra, Sakral Wijaya; Latief, Mutmainnah
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 12 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17216210

Abstract

Background : Regional Governments hold a crucial role in providing public services and fostering regional development. However, along the way, the bureaucrary in many of these governments often faces various challenges. Complex organitation structures, convoluted procedures, a lack of innovative work culturem and the appointment of officials who don’t follow proper mechanisms or lack spesific competence often become major obstacles to creating effective and efficient governance. As a result, the quality of public services is hindered, transparancy isn’t achieved, accountability is hard to reach, and public satisfaction begins to decline. Objective: As one stratrgic solution, restructuring isn’t just a matter of changing names or reorganizing positions. It’s a fundamental transformation aimed at creating a results-oriented bureaucracy. Methods: This research uses a qualitative aproach with in-depth interview technique, focusing on high-level and regular officials. Data was collected through in-depth interviews with key informants and document analysis followed the model of Miles and Huberman, starting with data reduction, wich involves summarizin, selecting, and focusing the data gathered from interviews, observations, and documents Results: Implementing bureaucratic restructuring in the Luwu Utara Regional Government will face major obstacles in achieving good governance. Structural transparant, efficient, and accountable bureaucracy if they are not acoompanied by changes in the culture of official appointments, the work culture, political commitment, and the active involvement of all parties. However, for long-term success, bureaucratic restructuring must be a fundamental part of a comprehensive and suistainable reform, not just an incidental program.
Penerapan Etika dan Hukum Kesehatan Pada Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Bontonompo 1 Gowa Hardi, Hardi; Ishak, Syamsul; Perdana, Satria; Latief, Mutmainnah
Miracle Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v5i2.1755

Abstract

Kesehatan merupakan faktor penting dari kebutuhan manusia yang menjadi dasar bagi kualitas kehidupan yang mempengaruhi tingkat produktivitas seseorang. Kualitas pelayanan kesehatan yang berkulitas saat ini menjadi isu yang hangat di instansi kesehatan terutama Rumah Sakit dan Puskesmas karena dua instansi ini garda terdepan dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Desain pada penelitian ini yaitu deskriptif survei deskriptif dengan teknik Accidental Sampling, responden pada penelitian sebanyak 88 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan memuaskan sesuai hasil jawaban kusioner sedangkan penerapan etika dan hukum kesehatan pada pelayanan kesehatan di Puskesmas terbilang baik sesuai hasil jawaban kuisoner. Kesimpulannya yaitu semua pelayanan kesehatan diberikan oleh pegawai Puskesmas Bontonompo 1 Gowa masih sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai dari adminitrasi hingga pengobatan.
Sistem pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Ma’rang Kabupaten Pangkep Pusvitasari, Inda; Latief, Mutmainnah; Hardi, Hardi; Harma, Asmarani; Akbar, Hairil
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.336

Abstract

Pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai merupakan salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian, yang dimulai dari perencanaan, permintaan, penyimpanan, pendistribusian, serta pencatatan dan pelaporan. Pada Puskesmas Ma’rang Kabupaten Pangkep masih terdapat adanya beberapa permasalahan dalam pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai terkait kekurangan stok obat yang mengharuskan adanya permintaan khusus, belum terpenuhinya proses penyimpanan pada gudang obat, serta kurangnya tenaga kesehatan khususnya pada pengelola obat.Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memperoleh informasi mendalam tentang pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Ma’rang Kabupaten Pangkep. Sedangkan tujuan khususnya untuk memperoleh informasi mendalam tentang pelaksanaan pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai berdasarkan perencanaan, permintaan, penyimpanan, pendistribusian serta pencatatan dan pelaporan obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Ma’rang Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang sifatnya umum terhadap kenyataan sosial dan perspektif partisipan. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling sebanyak tujuh informan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam dan observasi langsung di Puskesmas Ma’rang Kabupaten Pangkep. Hasil penelitian obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Ma’rang Kabupaten Pangkep yang terkait perencanaan, permintaan, pendistribusian serta pencatatan dan pelaporan sudah memenuhi standar walaupun masih didapatkan kekurangan, sedangkan terkait penyimpanan tidak memenuhi standar penyimpanan berdasarkan pedoman pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai di puskesmas menurut Kementerian Kesehatan Badan PPSDM tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada Puskesmas Ma’rang Kabupaten Pangkep khususnya pada pengelola obat hendaknya mengacu kepada pedoman pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai yang sesuai dengan peraturan.