Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Interpretasi Elektrokardiogram bagi Tenaga Kesehatan di Puskesmas III Denpasar Selatan Komang Trisna Sumadewi; Ni Wayan Rusni; Tanjung Subrata; Luh Gede Sri Yenny
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henti jantung merupakan salah satu penyebab kematian utama didunia. Sekitar 85% penderita penyakit kardiovaskuler meninggal akibat henti jantung. Aritmia juga berkontribusi dalam menyebabkan kematian hingga mencapai 50% kasus. Prevalensi aritmia di Indonesia meningkat seiring dengan bertambahnya usia yaitu 70% pada usia 65-85 tahun dan 8% pada usia diatas 85 tahun. Penderita gangguan kardiovaskuler umumnya mendapatkan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) untuk menegakkan diagnosis. Tenaga medis harus mampu menginterpretasikan hasil rekaman EKG, meliputi gangguan konduksi, aritmia, dan gangguan miokard sehingga dapat mengetahui mengidentifikasi kegawatdaruratan di bidang kardiovaskuler. Wawancara bersama tenaga kesehatan di Puskesmas III Denpasar Selatan menemukan fasilitas untuk mendeteksi penyakit jantung masih terbatas. Mesin EKG di Puskesmas tergolong cukup jarang digunakan sehingga keterampilan dalam menggunakan EKG dan menginterpretasikannya mengalami penurunan. Tujuan dari program kemitraan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai kegawatdaruratan kardiovaskuler serta meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan di lingkungan Puskesmas III Denpasar Selatan mengenai penggunaan EKG serta interpretasinya. Mengacu pada permasalahan tersebut, maka dilaksanakan kegiatan pengabdian dengan memberikan edukasi mengenai kegawatdaruratan di bidang kardiovaskuler, melatih tenaga kesehatan dalam menggunakan mesin EKG serta menginterpretasikan hasil rekaman EKG. Program ini diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan di lingkungan Puskesmas III Denpasar Selatan menambah wawasan mengenai penyakit kardiovaskuler serta menurunkan angka kematian akibat penyakit kardiovaskuler. Program kemitraan ini dilaksanakan di ruang pertemuan Puskesmas III Denpasar Selatan dengan kehadiran peserta sebanyak 100%. Berdasarkan nilai pretest dan postest didapatkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai penyakit kardiovaskuler (36,9%). Keterampilan mitra dalam menggunakan mesin EKG dan menginterpretasikannya juga meningkat dari observasi yang dilakukan oleh tim pengabdian.
Effect of Candesartan on Creatinine and Albuminuria in Geriatric Patients with Diabetic Nephropathy Luh Gede Sri Yenny; Ni Wayan Rusni
Jurnal EduHealth Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal EduHealt 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetic nephropathy (DN) is a major complication of diabetes, leading to proteinuria and declining kidney function. Candesartan, an angiotensin receptor blocker, may offer renal benefits beyond blood pressure control. Its specific effects on creatinine and proteinuria in geriatric DN patients remain underexplored. A cross-sectional study was conducted with 25 geriatric DN outpatients at Puri Raharja Hospital. Using consecutive sampling, subjects receiving 16 mg candesartan daily had their serum creatinine and proteinuria levels evaluated from medical records at baseline and after three months. The cohort (60-82 years) comprised 13 men and 12 women. Initial creatinine ranged from 0.80-2.60 mg/dL, with a final mean of 1.395 ± 0.50 mg/dL. Statistical analysis (paired T-test) showed no significant change in creatinine levels (p=0.892). However, proteinuria significantly decreased post-treatment (Wilcoxon test, p=0.005). Candesartan administration did not significantly reduce serum creatinine in geriatric DN patients over three months. However, the significant reduction in proteinuria indicates a beneficial effect on renal pathology, potentially slowing DN progression in this population.