Gde Candra Yogiswara
Dosen Profesi Dokter Fakultas Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Universitas Warmadewa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR DAN PEMBERDAYAAN KELOMPOK REMAJA DI SMAN 1 KINTAMANI Gde Candra Yogiswara; Putu Gde Hari Wangsa; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.108-113

Abstract

ABSTRAK Bantuan hidup dasar (BHD) merupakan hal penting yang tidak diketahui oleh banyak orang. Hal tersebut dikarenakan minimnya informasi dan pelatihan yang berkaitan dengan tindakan BHD tersebut. Dalam kegiatan ini, mitra dari program kemitraan masyarakat (PKM) kami adalah kelompok remaja di SMAN 1 Kintamani. Dengan permasalahan prioritas yang ditetapkan adalah: 1) Kurangnya pengetahuan tentang kejadian gawat darurat pada kehidupan sehari-hari dan 2) Pengetahuan tentang tindakan pertolongan pada kejadian gawat darurat pada henti jantung dan henti napas. Solusi yang diusulkan adalah: 1) pemberian penyuluhan terkait kegawatdaruratan medis pada masyarakat awam, 2) pelatihan bantuan hidup dasar dalam upaya pertolongan pada kegawatdaruratan medis henti jantung dan henti napas pada masyarakat awam. Pada pelaksanaan kegiatan PKM ini, kami lakukan beberapa kegiatan dengan bertahap yang dimulai dari kegiatan sosialisasi, kemudian memberikan penyuluhan dan melakukan pelatihan, dan terakhir adalah melakukan evaluasi atas apa yang sudah diberikan kepada peserta PKM. Di awal saat kegiatan dilaksanakan, kami memberikan sosialisasi kepada pihak-pihak terkait untuk menjelaskan maksud dan tujuan dari diadakannya kegiatan PKM ini, kemudian kami memaparkan sasaran dan metode dari kegiatan kami serta peran dari pihak-pihak yang terlibat pada kegiatan ini. Kegiatan ini diiikuti oleh 50 siswa yang tergabung dalam kelompok organisasi siswa (OSIS, PMR dan Pramuka) yang terdiri dari siswa kelas X hingga kelas XI, selanjutnya dilakukan penyuluhan kepada kelompok remaja di SMAN 1 Kintamani tersebut terkait kejadian kondisi kegawatdaruratan pada masyarakat awam, dan kemudian akan dilanjutkan dengan pelatihan bantuan hidup dasar pada kegawatdaruratan medis henti jantung dan henti napas. Setelah itu dilakukan hands on untk masing-masing peserta dan kemudian dilakukan evaluasi setelah pelatihan dan setelah program selesai. Proses evaluasi dilaksanakan dengan metode kuis menggunakan 5 pertanyaan terkait isi materi dan diujikan pada waktu sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan, kemudian evaluasi hands on dilaksanakan dengan mengadakan simulasi dan melakukan demo RJP pada manekin yang telah disiapkan. Basic life support (BLS) is an important thing that many people don't know about. This is due to the lack of information and training related to BLS's actions. In this activity, the partners of our community partnership program (Program Kesehatan Masyarakat) are youth groups at SMAN 1 Kintamani. The priority problems determined are: 1) Lack of knowledge about emergency events in everyday life and 2) Knowledge about aid measures for emergency events such as cardiac arrest and respiratory arrest. The proposed solutions are: 1) providing education regarding medical emergencies to the lay public, 2) training in basic life support as assistance in medical emergencies regarding cardiac arrest and respiratory arrest to the lay public. This PKM activity is carried out in stages starting from socialization activities, counseling and training, and evaluation. At the start of the activity, outreach was carried out to all parties involved to explain the aims and objectives of PKM, targets and methods of activities as well as the roles of all parties involved. This activity was attended by 50 students who were members of student organization groups (OSIS, PMR and Pramuka) consisting of students from class X to class will be continued with basic life support training in medical emergencies such as cardiac arrest and respiratory arrest. After that, a hands-on was carried out for each participant and then an evaluation was carried out after the training and after the program was completed. The evaluation process was carried out using a quiz method using 5 questions related to the content of the material and tested before and after the counseling activity, then a hands-on evaluation was carried out by holding simulations and carrying out Cardiopulmonary Resuscitation demonstrations on prepared mannequins.
Penguatan Kapasitas Keluarga Balita Stunting di Posyandu Cempaka 4, Desa Selulung, Kecamatan Kintamani Gde Candra Yogiswara; Putu Ayunda Trisnia; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.75-81

Abstract

Perkembangan balita sangat penting untuk diperhatikan. Kesalahan dalam pola makan dan pengasuhan dapat menyebabkan masalah tumbuh kembang pada anak usia balita, yaitu sejak lahir hingga lima tahun. Risiko stunting sangat tinggi pada kelompok tertentu, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan informasi, pendidikan rendah, dan masalah ekonomi sosial. Dalam program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini, mitra utama adalah keluarga dengan anak balita yang mengalami atau berisiko stunting di Banjar Tanjung, Desa Selulung, yang terdiri dari lima keluarga. Permasalahan utama yang dihadapi adalah: 1) asupan gizi balita stunting yang sangat rendah, khususnya protein, dan 2) kurangnya pengetahuan serta keterampilan tentang makanan sehat untuk balita. Solusi yang diusulkan meliputi: 1) pemberian paket gizi tinggi protein, dan 2) penyuluhan serta pelatihan tentang cara membuat makanan sehat berbahan lokal sesuai dengan pedoman Isi Piringku. Program PKM ini dilaksanakan secara bertahap, dimulai dengan sosialisasi kepada semua pihak terkait, diikuti dengan penyuluhan dan pelatihan, pemberian paket gizi, serta evaluasi. Pada awal program, sosialisasi akan dilakukan untuk menjelaskan tujuan, sasaran, metode, dan peran masing-masing pihak yang terlibat. Setelah itu, ibu balita akan diberikan penyuluhan tentang pola makan sehat, pengasuhan, dan cara membuat MPT (Makanan Pendamping ASI) sehat untuk balita. Selanjutnya, akan diberikan paket gizi berupa susu tinggi protein. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan berat badan pada beberapa balita yang dibina, serta peningkatan pengetahuan orang tua dibandingkan dengan kondisi awal sebelum kegiatan dimulai. Evaluasi dilakukan dengan mengukur berat badan dan mendata perubahan pola asuh orang tua setelah program selesai dilaksanakan.