Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembuatan Sediaan Parem Dari Tanaman Obat Di Desa Panobasan, Kecamatan Angkola Barat, Tapanuli Selatan Elmi Sariani Hasibuan; Rini Fitriani Dongoran
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v7i2.2358

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Di Desa Panobasan, Kecamatan Angkola Barat, Tapanuli Selatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberi informasi pemanfaatan dan pengolahan tanaman obat seperti bakung, jahe, kencur dan beras, untuk dibuat menjadi sediaan parem yang berkhasiat sebagai obat bengkak, keseleo, dan memar. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah, diskusi, dan praktik. Hasil tes peserta menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman mitra tentang pembuatan sediaan parem dari tanaman obat. Rata-rata pretes peserta sebelum kegiatan dilaksanakan adalah 6,13 dan rata-rata postes peserta adalah 9,20, serta persentasi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 50%. Hasil observasi selama kegiatan menunjukkan antusias peserta yang tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat efektif meningkatkan pengetahuan peserta tentang pembuatan sediaan parem dari tanaman obat.
Pengenalan Logo Dan Bentuk Obat Pada Masyarakat Sebagai Upaya Edukasi Swamedikasi Rini Fitriani Dongoran; Elmi Sariani Hasibuan; Ayus Diningsih
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v7i2.2359

Abstract

Telah dilakukan sosialisasi tentang pengenalan logo dan bentuk obat sebagai upaya edukasi swamedikasi di Desa Lubuk Raya, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang logo dan bentuk obat yang tepat sebagai pedoman dalam melakukan swamedikasi. Metode pelaksanaan kegiatan adalah ceramah dan diskusi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan mitra tentang logo dan bentuk obat, yang dibuktikan dari peningkatan hasil tes akhir dibandingkan tes awal sebelum kegiatan dilakukan. Pengetahuan yang baik tentang logo dan bentuk obat diharapkan dapat menjadi pedoman masyarakat dalam melakukan swamedikasi untuk mengatasi masalah kesehatan.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS EDIBLE FILM KOMBINASI DAUN SIRIH (Piper betle L.) DAN DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior J.) TERHADAP Streptococcus mutans Aulia Rumonda Sari; Cory Linda Futri Harahap; Elmi Sariani Hasibuan
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 2 No 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Juni 2026
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v2i2.99

Abstract

Edible film berbentuk lembaran tipis yang dapat dikonsumsi serta diformulasikan dari bahan alami yang aman bagi kesehatan. Sediaan ini berfungsi sebagai pembawa senyawa antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan edible film yang mengandung kombinasi ekstrak daun sirih (Piper betle L.) dan daun kecombrang (Etlingera elatior J.) serta menguji aktivitasnya terhadap bakteri Streptococcus mutans yang merupakan penyebab utama karies gigi. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dimana ekstrak daun sirih dan daun kecombrang dibuat dengan cara maserasi kemudian diformulasikan dalam sediaan edible film dengan konsentrasi 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5% dengan menggunakan beberapa uji evaluasi sediaan edible film meliputi uji organoleptik, uji pH, uji ketebalan, uji keseragaman bobot, uji waktu larut, uji hedonik (kesukaan), dan uji aktivitas antibakteri terhadap streptococcus mutans. Hasil penelitian ini menunjukkan sediaan yang dibuat memenuhi evaluasi fisik sediaan yaitu tekstur elastis, warna formula 0% bening, formula 2,5% coklat muda, formula 5% dan 7,5% berwarna coklat. pH sediaan berkisar 6,8-7 sesuai dengan pH mukosa mulut, uji ketebalan berkisar 0,10-0,20 mm, uji keseragaman bobot berkisar 103-138 mg, uji waktu larut berkisar 1,26-2,50 menit dan uji aktivitas antibakteri menghasilkan zona hambat sebesar 4,8-10,4 mm. Kesimpulan dari penelitian ini kombinasi ekstrak daun sirih dan daun kecombrang dapat diformulasikan secara efektif menjadi edible film dengan konsentrasi 7,5% memberikan aktivitas antibakteri paling efekif dengan zona hambat sebesar 10,4 mm.