Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA HYPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN SITI ROHANI DI DESA AEK TUHUL KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN BATUNADUA TAHUN 2026 Irawati Harahap; Nur Hamima Harahap; Anna Rizki Nasution; Siti Alo Pasaribu; Fatma Mutia; Yanna Wari Harahap
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2674

Abstract

Mual dan muntah merupakan hal yang fisiologis terjadi dalam kehamilan muda, tetapi mual dan muntah berlanjut semakin berat akan menyebabkan hiperemesis gravidarum yang dapat menyebabkan dehidrasi dan asidoketotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi terjadinya hyperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Praktek Mandiri Bidan Siti Rohani Desa Aek Tuhul Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I yang di Praktek Mandiri Bidan Siti Rohani Desa Aek Tuhul Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua sebanyak 41 orang bulan November 2025-Februari tahun 2026.Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I yang di Praktek Mandiri Bidan Siti Rohani Desa Aek Tuhul Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua sebanyak 41 orang dengan menggunakan metode total sampling. Analisa yang digunakan adalah uji Chi Square dengan hasil menunjukkan bahwa umur (0,002), status pekerjaan (0,000), dan pendidikan (0,005) berpengaruh denganterjadinya hyperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Kesimpulan diperoleh umur, status pekerjaan dan pendidikan berpengerahun terjadinyan hyperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Saran bagi ibu hamil agar memperhatikan lebih kesehatannya dan memiliki pengetahuan tentang hyperemesis gravidarum.
Kenali Toga (Tanaman Obat Keluarga): Belajar Herbal Sambil Bermain di MIS Hajijah Amalia Sari Rini Fitriani Dongoran; Ayus Diningsih; Afrina Dewi Lubis; Cory Linda Futri; Irawati Harahap; Nur Hamimah; Anna Rizki Nasution; Rahmah Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6778

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah budidaya tanaman berkhasiat obat di pekarangan rumah, kebun, atau pot, yang difungsikan sebagai penyedia obat obatan herbal alami untuk kebutuhan pertolongan pertama dan kesehatan keluarga. Kegiatan pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya edukatif dalam menanamkan nilai kesehatan alami serta kepedulian lingkungan sejak usia dini. Program ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Hajijah Amalia Sari dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai jenis, manfaat, serta cara sederhana pemanfaatan tanaman obat yang tersedia di lingkungan sekitar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif menggunakan media visual, permainan edukatif untuk memperkuat pemahaman konsep, serta praktik langsung menanam tanaman herbal seperti jahe, kunyit, dan serai di area sekolah. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test sederhana yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar, serta observasi terhadap partisipasi dan antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan siswa dari 52% sebelum kegiatan menjadi 87% setelah kegiatan dilaksanakan. Selain peningkatan pengetahuan, siswa juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengenal, menyentuh, mencium aroma, dan menanam tanaman herbal secara langsung. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan alami, tetapi juga menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan sekolah. Dengan demikian, program pengenalan TOGA terbukti efektif sebagai media edukasi kesehatan dan lingkungan bagi siswa usia dini serta berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.