Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pendampingan Psikologis Korban Pelecehan seksual yang Berhadapan dengan Hukum Pascarini, Amanda; Puspitasari , Devi; R K Syaharani , Salsabila; Rizal , Muchammad
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v4i2.321

Abstract

Abstrak Korban pelecehan seksual memiliki kondisi psikologis yang rentan terhadap guncangan, terutama bagi korban yang mengalami kasus dilaporkan oleh terduganya. Hal ini menjadi suatu masalah apabila korban tidak didampingi dan berakibat pada langkah serta tindakan yang akan diambil ketika berhadapan dengan hukum. Berdasarkan hal ini dukungan dan pendampingan psikologis pada korban pelecehan seksual yang berhadapan dengan hukum bertujuan untuk memberi penguatan supaya merasa aman dan mencegah terjadinya peristiwa yang berulang ke depannya. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan instrumen psikologi yakni wawancara psikologis investigatif, observasi, dan baterai tes, serta pemberian edukasi terkait wawancara psikologis investigatif kepada petugas yang bertanggung jawab. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan bahwa kondisi psikologis korban berada dalam taraf normal, meskipun begitu korban sempat mengalami guncangan saat dirinya dilaporkan oleh pelaku kepada kepolisian. Peran psikolog dalam hal ini sebagai pendamping korban untuk menyatakan tingkat kesiapannya dalam menjalani kasus berdasarkan laporan psikologis yang telah dibuat. Selanjutnya psikolog tidak berhak melanjutkan intervensi apapun berdasarkan keputusan yang dibuat oleh korban. Keywords: Sexual Assault, Accompaniment, Law, Forensic Psychology, Psychological Tests
Readiness for Digital Change: Exploring the Significance of Quality of Work Life, Organizational Identification, and Adaptability of Generation X Rini, Amanda Pasca; Syaharani, S. R. K.
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 27 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v27i1.4349

Abstract

Readiness for change in knowledge shown by generation x employees is still moderate tending to low. This causes 59% to feel anxious, to stress in the period of retirement. This condition requires good adaptability in order to survive in their work, besides the cognitive and affective assessment factors of employees also need to be studied to see the dynamics of open attitudes that will be shown. The objective in this study is to see the mediating relationship of adaptability between quality of work life and organizational identification on readiness for change. This study involved 437 generation x employees in Surabaya, Gresik, and Sidoarjo who worked for more than one year with a path analysis design. The results show that adaptability fully mediates the relationship between quality of work life and readiness for change, but not significantly on organizational identification. Meanwhile, partially, the three independent variables have a significant effect on readiness for change. The use of internal factors plays an important role in the readiness of generation x employees but needs to pay attention to other external factors. Further implications for future research are described in the discussion
Pendampingan Psikologis Korban Kekerasan Seksual yang Berhadapan dengan Hukum Pasca Rini, Amanda; Puspitasari, Devi; Syaharani, Salsabila R K; Rizal, Muchammad
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3179

Abstract

Korban pelecehan seksual memiliki kondisi psikologis yang rentan terhadap guncangan, terutama bagi korban yang mengalami kasus dilaporkan oleh terduganya. Hal ini menjadi suatu masalah apabila korban tidak didampingi dan berakibat pada langkah serta tindakan yang akan diambil ketika berhadapan dengan hukum. Berdasarkan hal ini dukungan dan pendampingan psikologis pada korban pelecehan seksual yang berhadapan dengan hukum bertujuan untuk memberi penguatan supaya merasa aman dan mencegah terjadinya peristiwa yang berulang ke depannya. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan instrumen psikologi yakni wawancara psikologis investigatif, observasi, dan baterai tes, serta pemberian edukasi terkait wawancara psikologis investigatif kepada petugas yang bertanggung jawab. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan bahwa kondisi psikologis korban berada dalam taraf normal, meskipun begitu korban sempat mengalami guncangan saat dirinya dilaporkan oleh pelaku kepada kepolisian. Peran psikolog dalam hal ini sebagai pendamping korban untuk menyatakan tingkat kesiapannya dalam menjalani kasus berdasarkan laporan psikologis yang telah dibuat. Selanjutnya psikolog tidak berhak melanjutkan intervensi apapun berdasarkan keputusan yang dibuat oleh korban.
TRUST DAN RESPONS PSIKOLOGIS TERHADAP ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL Inka Sukma Melati; Amanda Pasca Rini; Salsabila R.K Syaharani
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10506

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) in digital learning has raised attention to aspects of trust and students' psychological responses. This study aims to systematically examine the relationship between trust and psychological responses to the use of AI in higher education using the Systematic Literature Review (SLR) method. A total of seven relevant articles were analyzed from systematic review, quantitative-qualitative, and experimental studies. The results show that trust plays an important role in increasing the frequency of AI use, learning motivation, student engagement, and perceptions of technology usefulness. High levels of trust are also associated with reduced technology anxiety and more positive attitudes toward AI, while low trust is related to resistance to use. Additionally, perceived benefits become the main predictor of AI usage intention, while trust serves as a supporting factor that strengthens technology acceptance. From a pedagogical perspective, AI does not replace the role of educators, but expands learning communication if designed in alignment with educational values and ethics. These findings emphasize the importance of strengthening trust, developing critical thinking, and reflective mechanisms so that AI integration in learning becomes more effective and meaningful.  ABSTRAK Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran digital memunculkan perhatian pada aspek kepercayaan (trust) dan respons psikologis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis hubungan trust dan respons psikologis terhadap penggunaan AI dalam pendidikan tinggi menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak tujuh artikel relevan dianalisis dari penelitian kajian sistematis, kuantitatif-kualitatif, dan eksperimen. Hasil menunjukkan bahwa trust berperan penting dalam meningkatkan frekuensi penggunaan AI, motivasi belajar, keterlibatan mahasiswa, serta persepsi kegunaan teknologi. Tingkat kepercayaan yang tinggi juga berkaitan dengan penurunan kecemasan teknologi dan sikap yang lebih positif terhadap AI, sedangkan rendahnya kepercayaan berhubungan dengan resistensi penggunaan. Selain itu, manfaat yang dirasakan menjadi prediktor utama niat penggunaan AI, sementara trust berfungsi sebagai faktor pendukung yang memperkuat penerimaan teknologi. Dari perspektif pedagogis, AI tidak menggantikan peran pendidik, tetapi memperluas komunikasi pembelajaran apabila dirancang selaras dengan nilai pendidikan dan etika. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kepercayaan, pengembangan berpikir kritis, dan mekanisme reflektif agar integrasi AI dalam pembelajaran lebih efektif dan bermakna.    
Optimizing Digital Marketing through NIB, Google Maps, and Canva for MSMEs in Gedangan Sidayu Village, Gresik Dila Komalasari; Niken Hafshah Aabidah; Krisogonus Rexni; Salsabila RK Syaharani
Konsienti : Community Services Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Konsienti: Community Services Journal
Publisher : PT. TAKAZA INNOVATIX LABS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61536/konsienti.v4i1.556

Abstract

The development of digital technology encourages micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to utilize various digital platforms to develop their businesses. However, some businesses still lack a Business Identification Number (NIP) as their legal business identity, have not utilized Google Maps to increase their business visibility, and have not used Canva as a digital promotional medium. This community service activity aims to optimize digital marketing through outreach and assistance in creating a Business Identification Number (NIP), registering business locations on Google Maps, and training in using Canva. The methods used included outreach, demonstrations, practice, and direct assistance to business owners. The results of the activity showed that participants understood the importance of a Business Identification Number (NIP) as a legal business identity, were able to register their business locations on Google Maps, and were able to create digital promotional media using Canva. Utilizing these three aspects increases customer trust, expands marketing reach, and strengthens the business image. This activity demonstrates that assistance with business legality and the use of digital platforms increases the readiness of MSMEs to face business competition and supports sustainable business development
The Influence of Socialization Activities on the Understanding of Tolerance of Mosque Youth in Gedangan Village, Sidayu District, Gresik Regency Syailendra Pratama Wicakson; Marsanda Duwi Ica Sari; Anindya Destyn W; Moch. Rizki Eko W; Salsabila RK Syaharani
Konsienti : Community Services Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Konsienti: Community Services Journal
Publisher : PT. TAKAZA INNOVATIX LABS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61536/konsienti.v4i1.557

Abstract

Tolerance is a value upheld in various religions, which is manifested as an open attitude to respect and accept differences. However, the phenomenon of disagreement and lack of understanding of differences still often occurs among young people. This study aims to explain how tolerance socialization is implemented for mosque youth in Gedangan Village, Sidayu District, and to assess the extent to which their understanding improves after being involved in the activity. This study uses a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design involving 23 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire and analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and the Paired Samples T-Test. The results of the normality test showed that the data were normally distributed (Sig. pre-test = 0.416; Sig. post-test = 0.055). Furthermore, the results of the Paired Samples T-Test showed a significant difference with a calculated t value of -4.354 and a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05. It can be concluded that the socialization activities had a significant influence on increasing the understanding of tolerance among mosque youth in Gedangan Village.