Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Psikologis Korban Pelecehan seksual yang Berhadapan dengan Hukum Pascarini, Amanda; Puspitasari , Devi; R K Syaharani , Salsabila; Rizal , Muchammad
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v4i2.321

Abstract

Abstrak Korban pelecehan seksual memiliki kondisi psikologis yang rentan terhadap guncangan, terutama bagi korban yang mengalami kasus dilaporkan oleh terduganya. Hal ini menjadi suatu masalah apabila korban tidak didampingi dan berakibat pada langkah serta tindakan yang akan diambil ketika berhadapan dengan hukum. Berdasarkan hal ini dukungan dan pendampingan psikologis pada korban pelecehan seksual yang berhadapan dengan hukum bertujuan untuk memberi penguatan supaya merasa aman dan mencegah terjadinya peristiwa yang berulang ke depannya. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan instrumen psikologi yakni wawancara psikologis investigatif, observasi, dan baterai tes, serta pemberian edukasi terkait wawancara psikologis investigatif kepada petugas yang bertanggung jawab. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan bahwa kondisi psikologis korban berada dalam taraf normal, meskipun begitu korban sempat mengalami guncangan saat dirinya dilaporkan oleh pelaku kepada kepolisian. Peran psikolog dalam hal ini sebagai pendamping korban untuk menyatakan tingkat kesiapannya dalam menjalani kasus berdasarkan laporan psikologis yang telah dibuat. Selanjutnya psikolog tidak berhak melanjutkan intervensi apapun berdasarkan keputusan yang dibuat oleh korban. Keywords: Sexual Assault, Accompaniment, Law, Forensic Psychology, Psychological Tests
Readiness for Digital Change: Exploring the Significance of Quality of Work Life, Organizational Identification, and Adaptability of Generation X Rini, Amanda Pasca; Syaharani, S. R. K.
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 27 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v27i1.4349

Abstract

Readiness for change in knowledge shown by generation x employees is still moderate tending to low. This causes 59% to feel anxious, to stress in the period of retirement. This condition requires good adaptability in order to survive in their work, besides the cognitive and affective assessment factors of employees also need to be studied to see the dynamics of open attitudes that will be shown. The objective in this study is to see the mediating relationship of adaptability between quality of work life and organizational identification on readiness for change. This study involved 437 generation x employees in Surabaya, Gresik, and Sidoarjo who worked for more than one year with a path analysis design. The results show that adaptability fully mediates the relationship between quality of work life and readiness for change, but not significantly on organizational identification. Meanwhile, partially, the three independent variables have a significant effect on readiness for change. The use of internal factors plays an important role in the readiness of generation x employees but needs to pay attention to other external factors. Further implications for future research are described in the discussion
Pendampingan Psikologis Korban Kekerasan Seksual yang Berhadapan dengan Hukum Pasca Rini, Amanda; Puspitasari, Devi; Syaharani, Salsabila R K; Rizal, Muchammad
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3179

Abstract

Korban pelecehan seksual memiliki kondisi psikologis yang rentan terhadap guncangan, terutama bagi korban yang mengalami kasus dilaporkan oleh terduganya. Hal ini menjadi suatu masalah apabila korban tidak didampingi dan berakibat pada langkah serta tindakan yang akan diambil ketika berhadapan dengan hukum. Berdasarkan hal ini dukungan dan pendampingan psikologis pada korban pelecehan seksual yang berhadapan dengan hukum bertujuan untuk memberi penguatan supaya merasa aman dan mencegah terjadinya peristiwa yang berulang ke depannya. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan instrumen psikologi yakni wawancara psikologis investigatif, observasi, dan baterai tes, serta pemberian edukasi terkait wawancara psikologis investigatif kepada petugas yang bertanggung jawab. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan bahwa kondisi psikologis korban berada dalam taraf normal, meskipun begitu korban sempat mengalami guncangan saat dirinya dilaporkan oleh pelaku kepada kepolisian. Peran psikolog dalam hal ini sebagai pendamping korban untuk menyatakan tingkat kesiapannya dalam menjalani kasus berdasarkan laporan psikologis yang telah dibuat. Selanjutnya psikolog tidak berhak melanjutkan intervensi apapun berdasarkan keputusan yang dibuat oleh korban.