p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Erwin Purwaningsih
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mutiara Mahakam Samarinda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Komunikasi Terhadap Keselamatan Pasien pada Perawat di RSUD I.A Moeis Samarinda Rustina Rustina; Nurhasanah Nurhasanah; Erwin Purwaningsih; Ahmad Hasan Hadi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.42603

Abstract

Pendahuluan : Keselamatan pasien merupakan isu krusial dalam layanan kesehatan global, berfokus pada pencegahan cedera pasien dan mitigasi dampak negatif tindakan medis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk meneliti korelasi antara kualitas komunikasi tenaga kesehatan dan keselamatan pasien di RSUD I.A Moeis Samarinda. Metode : yang digunakan ialah kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 305 perawat sebagai populasi dan 129 perawat sebagai sampel, ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik random sampling. Pangumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kemudian dilakukan analisis dengan Mengguanakn Uji Spearman. Hasil dan Pembahasan : hasil univariat menunjukkan mayoritas responden berusia 18-27 tahun (45,7%) dengan pendidikan terakhir Diploma (46,5%). Mayoritas responden (71,1%) memiliki masa kerja 0-5 tahun, dan lebih dari separuhnya (52,7%) bekerja di unit rawat inap. Kelompok berpenghasilan tertinggi (28,1%) berpenghasilan antara 2-2,9 juta rupiah. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan antara keselamatan pasien (skor rata-rata: 38,914, SD: 5,654) dan kualitas komunikasi (skor rata-rata: 25,217, SD: 42,842). Data tidak terdistribusi normal (p > 0,001) dan tidak ada korelasi signifikan antara kedua variabel (koefisien korelasi: 0,001, p: 0,989). Karena p-value > 0,05, hipotesis nol diterima, artinya kualitas komunikasi tidak berpengaruh signifikan terhadap keselamatan pasien. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor lain mungkin berperan dalam menjaga keselamatan pasien. Meskipun demikian, penelitian ini menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam layanan kesehatan. Komunikasi yang baik antar perawat, dokter, dan tenaga kesehatan lain dapat mengurangi risiko kesalahan medis dan meningkatkan keselamatan pasien. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa kualitas komunikasi dan keselamatan pasien memiliki hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit disarankan untuk mengembangkan program pelatihan komunikasi dan kebijakan yang mendukung komunikasi efektif antar tenaga kesehatan guna meningkatkan keselamatan pasien secara keseluruhan. Penelitian ini merekomendasikan manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kualitas komunikasi melalui pelatihan, pengembangan standar komunikasi, dan menciptakan budaya kerja yang mendukung komunikasi terbuka dan transparan.
Hubungan Patient Experience dalam Proses Pendaftaran dengan Kepuasan Pasien BPJS di RSUD I. A Moeis Samarinda Rastia Rastia; Nurhasanah Nurhasanah; Erwin Purwaningsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61525

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting keberhasilan pelayanan kesehatan, terutama pada tahap awal pelayanan yaitu proses pendaftaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan patient experience dalam proses pendaftaran dengan kepuasan pasien BPJS berdasarkan frekuensi kunjungan di RSUD I. A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Responden penelitian berjumlah 109 pasien rawat jalan di Poli Penyakit Dalam, Poli Gigi, dan Poli Fisioterapi yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki patient experience dalam kategori cukup, sedangkan tingkat kepuasan pasien didominasi oleh kategori puas. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara patient experience dengan kepuasan pasien pada seluruh responden (r = 0,637; p < 0,001). Pada kelompok pasien kunjungan pertama kali diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,581 (p < 0,001), sedangkan pada kelompok kunjungan lebih dari satu kali diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,664 (p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik patient experience yang dirasakan pasien selama proses pendaftaran, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterima. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi RSUD I. A. Moeis Samarinda dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendaftaran serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.