Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) pada Produk Obat Tradisional: Health Education on Dangerous Chemical Substances in Traditional Medicine Products Khafid Mahbub; Andre Kurniawan; Anik Indriono; Mulyanti Shofaro; Muhammad Zakki; Salsabila Hanifatul Ariqoh; Fani Jamiatin; Wiranto Dwi Nugroho
DARMADIKSANI Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i1.8920

Abstract

Kurangnya pengetahuan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mengenai bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) dalam produk obat tradisional merupakan masalah kesehatan mendesak, terutama di komunitas yang aktif menggunakan produk herbal. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu-ibu pengajian Al Hidayah di kelurahan Bendan, kota Pekalongan, mengenai risiko konsumsi obat tradisional yang ditambahkan BKO dan cara mengecek keamanan produk. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dan edukasi efek samping BKO dalam obat tradisional. Kegiatan ini diawali registrasi, cek kesehatan gratis, penyampaian materi mengenai pengertian BKO, bahaya dan dampaknya, ciri-ciri produk mengandung BKO, dan cara pengecekan keamanan produk BPOM secara daring. Hasil evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai peserta meningkat dari 70,56 sebelum edukasi menjadi 94,5 setelah edukasi. Hal ini membuktikan bahwa penyampaian materi berhasil dalam meningkatkan wawasan peserta mengenai bahaya BKO, dampak kesehatan serius seperti kerusakan hati dan ginjal, serta keterampilan praktis untuk memilih obat tradisional yang aman dan legal.
PENYULUHAN KESEHATAN “REMAJA SEHAT, MASA DEPAN HEBAT” SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN POLA HIDUP SEHAT PADA SISWA SMK MUHAMMADIYAH BLIGO Andre Kurniawan; Khafid Mahbub; Malisa Nur Khasanah; Dayinta Alya Citra; Allafta Nuzulia Rachma; Muhammad Rafie Ul Haq; Vina Arfianti
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i7.2715

Abstract

Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan hidup sehat, namun pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan rendahnya literasi kesehatan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, gagal ginjal, anemia, gangguan reproduksi, gangguan kesehatan mental, dan obesitas pada remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pola hidup sehat melalui penyuluhan kesehatan bertema “Remaja Sehat, Masa Depan Hebat” di SMK Muhammadiyah Bligo. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan ice breaking edukatif kepada 25 siswa anggota organisasi Hizbul Wathan dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Hasil kegiatan menunjukkan peserta aktif terlibat, mengajukan pertanyaan yang relevan, dan memberikan respon positif selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa menerapkan perilaku hidup sehat sekaligus menjadi role model pencegahan penyakit di lingkungan sekolah.
Edukasi Obat yang Benar Metode DAGUSIBU pada Kelompok Lansia di Bendankergon Kota Pekalongan: Health Education on Proper Medication Management Using DAGUSIBU Method for Elderly Communities in Bendan Kergon Pekalongan City Andre Kurniawan; Khafid Mahbub; Eko Budi Prasetyo; Muhammad Zakki; Mulyanti Shofaro; Salsabila Hanifatul Ariqoh; Wiranto Dwi Nugroho; Fani Jamiyatin
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8883

Abstract

Indonesia menghadapi peningkatan populasi lansia (≥60 tahun) yang rentan terhadap masalah terkait penggunaan obat (Drug Related Problems/DRPs) akibat penyakit komorbid dan polifarmasi. Selain itu, masyarakat sering keliru dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Kekeliruan ini berisiko mengurangi efektivitas terapi dan menimbulkan masalah kesehatan lain. Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat yang Benar, inisiatif Ikatan Apoteker Indonesia , bertujuan meningkatkan literasi obat dan kesadaran masyarakat. Kegiatan pengabdian ini memberikan edukasi DAGUSIBU kepada 24 peserta lansia di Kelurahan Bendankergon, Kota Pekalongan, untuk meningkatkan pemahaman dan kemandirian mereka dalam mengelola obat. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, dan pembagian buku saku. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Oktober 2025, dan dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai naik dari 68,66 menjadi 92,33. Partisipasi aktif peserta mengindikasikan bahwa intervensi ini berhasil dan relevan dengan kebutuhan mereka. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman lansia tentang pengelolaan obat yang aman dan bertanggung jawab sesuai prinsip DAGUSIBU.
Pengembangan Produksi Teh Herbal untuk Peningkatan Ekonomi Desa Tratebang: Developing Herbal Tea Production for Economic Development in Tratebang Village Khafid Mahbub; M. Sigit Taruna; Sajuri Sajuri; Fani Jamiatin; Mulyanti Shofaro; Andre Kurniawan
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8932

Abstract

Pengembangan usaha teh herbal berbahan jahe, kelor, rosella, mint, dan sereh di desa Tratebang, kecamatan Wonokerto bertujuan meningkatkan keterampilan dan pendapatan anggota kelompok PKK. Metode pengabdian meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan simplisia dan teh herbal, serta pendampingan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota PKK dalam proses produksi teh herbal dengan penerapan metode pengolahan bahan baku yang tepat, pengeringan menggunakan solar dryer, dan pelabelan produk yang menarik. Produk akhir teh herbal memenuhi standar mutu dan memiliki potensi pasar di tingkat lokal. Partisipasi aktif masyarakat sasaran sangat mendukung keberhasilan program. Luaran kegiatan berupa produk teh herbal siap jual, modul pelatihan, dokumentasi, dan SOP produksi. Implikasi program diharapkan membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal serta replikasi program ke desa lain dalam upaya pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.
Gambaran Penyimpanan Obat di Apotek X Kota Pekalongan Andre Kurniawan; Khafid Mahbub
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): September - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v3i2.3476

Abstract

The storage of pharmaceutical supplies is an essential activity in the management of medicines in pharmacies, aiming to maintain the quality, stability, and safety of drugs. This study aimed to assess the compliance of pharmaceutical storage practices in a pharmacy with applicable standards. The research used a descriptive approach through direct observation of facilities, procedures, and storage systems. The results showed that most storage activities were in accordance with standards, such as drug arrangement in alphabetical order, the application of FIFO and FEFO methods, and maintaining cleanliness in the storage area. However, several aspects still need improvement, including the absence of thermometers and temperature recording cards in refrigerators, as well as the lack of separation and special labeling for LASA and High Alert medications. In conclusion, the pharmaceutical storage practices in the pharmacy were generally good, but improvements are needed in monitoring high-risk drugs and temperature control to ensure the quality and safety of medicines.