Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) pada Produk Obat Tradisional: Health Education on Dangerous Chemical Substances in Traditional Medicine Products Khafid Mahbub; Andre Kurniawan; Anik Indriono; Mulyanti Shofaro; Muhammad Zakki; Salsabila Hanifatul Ariqoh; Fani Jamiatin; Wiranto Dwi Nugroho
DARMADIKSANI Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i1.8920

Abstract

Kurangnya pengetahuan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mengenai bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) dalam produk obat tradisional merupakan masalah kesehatan mendesak, terutama di komunitas yang aktif menggunakan produk herbal. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu-ibu pengajian Al Hidayah di kelurahan Bendan, kota Pekalongan, mengenai risiko konsumsi obat tradisional yang ditambahkan BKO dan cara mengecek keamanan produk. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dan edukasi efek samping BKO dalam obat tradisional. Kegiatan ini diawali registrasi, cek kesehatan gratis, penyampaian materi mengenai pengertian BKO, bahaya dan dampaknya, ciri-ciri produk mengandung BKO, dan cara pengecekan keamanan produk BPOM secara daring. Hasil evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai peserta meningkat dari 70,56 sebelum edukasi menjadi 94,5 setelah edukasi. Hal ini membuktikan bahwa penyampaian materi berhasil dalam meningkatkan wawasan peserta mengenai bahaya BKO, dampak kesehatan serius seperti kerusakan hati dan ginjal, serta keterampilan praktis untuk memilih obat tradisional yang aman dan legal.
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Herbal Jahe sebagai Obat Tradisional Penyakit Hipertensi pada Masyarakat Desa Ngadirejo Kecamatan Reban Kabupaten Batang: Community Health Education on the Use of Ginger for Hypertension Herbal Remedy in Ngadirejo Village of Reban District Batang Regency Erin Efrilia; Nur Cholis Endriyatno; Aditya Dimas Wahyu; Nur Ermawati; Muhammad Zakki; Adam Kinantaka; Rensisca Marsha Lena; Samira Anissa Azahra; Amelia Reza Agustyne
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8331

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan menjadi penyebab utama kematian akibat penyakit kardiovaskular. Edukasi mengenai pencegahan dan pengelolaan hipertensi sejak dini sangat penting dilakukan, terutama kepada masyarakat pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa Ngadirejo, kecamatan Reban, kabupaten Batang, tentang hipertensi serta pemanfaatan jahe (Zingiber officinale) sebagai tanaman herbal tradisional yang berpotensi membantu menurunkan tekanan darah. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, praktik pembuatan minuman herbal dari jahe, serta pemeriksaan tekanan darah secara gratis. Pengukuran efektivitas kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta, dengan lebih dari 80% peserta menjawab benar pada post-test dibandingkan hanya 20–40% pada pre-test. Peserta juga antusias dalam praktik pembuatan ramuan jahe, menunjukkan ketertarikan pada solusi alami dan lokal. Edukasi ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan hipertensi dengan pendekatan herbal. Kegiatan ini juga membuka peluang untuk pengembangan program lanjutan, seperti pelatihan budidaya tanaman herbal. Diharapkan edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya preventif terhadap hipertensi di tingkat komunitas.
Edukasi Obat yang Benar Metode DAGUSIBU pada Kelompok Lansia di Bendankergon Kota Pekalongan: Health Education on Proper Medication Management Using DAGUSIBU Method for Elderly Communities in Bendan Kergon Pekalongan City Andre Kurniawan; Khafid Mahbub; Eko Budi Prasetyo; Muhammad Zakki; Mulyanti Shofaro; Salsabila Hanifatul Ariqoh; Wiranto Dwi Nugroho; Fani Jamiyatin
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8883

Abstract

Indonesia menghadapi peningkatan populasi lansia (≥60 tahun) yang rentan terhadap masalah terkait penggunaan obat (Drug Related Problems/DRPs) akibat penyakit komorbid dan polifarmasi. Selain itu, masyarakat sering keliru dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Kekeliruan ini berisiko mengurangi efektivitas terapi dan menimbulkan masalah kesehatan lain. Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat yang Benar, inisiatif Ikatan Apoteker Indonesia , bertujuan meningkatkan literasi obat dan kesadaran masyarakat. Kegiatan pengabdian ini memberikan edukasi DAGUSIBU kepada 24 peserta lansia di Kelurahan Bendankergon, Kota Pekalongan, untuk meningkatkan pemahaman dan kemandirian mereka dalam mengelola obat. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, dan pembagian buku saku. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Oktober 2025, dan dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai naik dari 68,66 menjadi 92,33. Partisipasi aktif peserta mengindikasikan bahwa intervensi ini berhasil dan relevan dengan kebutuhan mereka. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman lansia tentang pengelolaan obat yang aman dan bertanggung jawab sesuai prinsip DAGUSIBU.
Optimalisasi Pemanfaatan Bayam sebagai Obat Herbal Pendukung Pencegahan Anemia Remaja Desa Ngadirejo Kecamatan Reban Kabupaten Batang: Optimizing the Use of Spinach as a Herbal Food to Support Anemia Prevention Program among the Teenagers in Ngadirejo Village Reban District of Batang Regency Erin Efrilia; Nur Cholis Endriyatno; Aditya Dimas S Wahyu; Gilang Putra Ramadhan; Muhammad Zakki; Masyan Amrulloh; Kenyar Taffani Nibras; Amelia Reza Agustyne; Wiranto Dwi Nugroho
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.11763

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi pada remaja akibat kurangnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, serta rendahnya kesadaran dalam menerapkan pola hidup sehat. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia karena kehilangan darah saat menstruasi, sedangkan remaja putra rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kebiasaan begadang dan kurangnya pemenuhan gizi. Di sisi lain, pemanfaatan bayam sebagai herbal pendukung pencegahan anemia di desa Ngadirejo, kecamatan Reban, kabupaten Batang masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan program pemberdayaan yang mengintegrasikan aspek kesehatan dan kreativitas melalui pemanfaatan bayam untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, pemutaran video animasi mengenai anemia, penyampaian materi oleh tim pengabdian, diskusi dan tanya jawab, serta post-test. Materi yang diberikan meliputi pengertian dan faktor risiko anemia, peran zat besi dalam pembentukan hemoglobin, risiko anemia pada remaja, kandungan zat besi dalam bayam, peran vitamin C dalam membantu penyerapan zat besi non-heme, serta pemanfaatan bayam sebagai pangan pendukung pencegahan anemia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, ditunjukkan dengan persentase jawaban benar yang meningkat dari 50% pada pre-test menjadi 90% pada post-test, atau meningkat sebesar 40 poin persentase. Peserta juga menunjukkan antusiasme selama penyampaian materi dan sesi diskusi, terutama ketika materi dikaitkan dengan kebiasaan sehari-hari serta potensi bayam yang mudah ditemukan di lingkungan desa Ngadirejo. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dengan kombinasi media video, penyampaian materi, dan diskusi interaktif dapat meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia dan pemanfaatan pangan lokal. Bayam dapat dikenalkan sebagai salah satu sumber pangan pendukung pemenuhan zat besi, namun bukan sebagai pengganti Tablet Tambah Darah maupun terapi medis anemia.