Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG GIZI KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN KURANG ENERGI KRONIK (KEK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DUMBO RAYA Nurain Ismail; Eman Rahim
JOURNAL OF NUTRITION CARE AND FOOD SERVICE Vol. 2 No. 1 (2022): BAKTARA Journal Of Nutrition Care And Food Science
Publisher : STIKES Baktara Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Definisi kematian iibu imenurut i(WHO) ikematian iselama ikehamilan atau dalam periode i42 ihari isetelah iberakhirnya ikehamilan, iakibat isemua sebab yang iterkait idengan iyang idiperberat oleh ikehamilan, itetapi ibukan disebabkan ioleh ikecelakaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang gizi kehamilan terhadap kejadian kurang energi kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Dumbo Raya Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah kuantitaif dengan rancangan Cross Sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 83 responden. Analisis data menggunakan Uji chi- square. Hasil penelitian pengetahuan ibu menunjukan bahwa dari 83 responden, terdapat responden dengan pengetahuan baik tertinggi sebanyak 39 responden (47,0%), kekurangan energi Kronik menunjukan bahwa dari 83 responden dengan ukuran lila normal tertinggi yaitu 59 responden (71,1%) dan hubungan pengetahuan ibu terhadap kekurangan energi Kronik menunjukan bahwa responden dengan pengetahuan baik tertinggi sebanyak 39 responden untuk ibu ukuran lila normal >23,5 sebanyak 33 responden (84,6%). Kimpulan ada hubungan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang terhadap kekurangan energi kronik (KEK) di wilayah kerja Puskesmas Dumbo Raya Kota Gorontalo. Hasil analisis uji chi-square diperoleh p value =0,001, dimana nilai p value lebih kecil dari nilai α = 0,05. Disarankan dapat meningkatkan kualitas pelayanan gizi bagi ibu hamil dan memberikan penyuluhan mengenai pentingnya untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan gizi bagi ibu hamil. Unit pelayanan kesehatan.
PENGARUH PENGGUNAAN MINYAK GORENG BERULANG TERHADAP KUALITAS GIZI AYAM GORENG PADA PEDAGANG GEROBAK MAKANAN DI TARUNA REMAJA KOTA GORONTALO Eman Rahim; Lilis Handayani
JOURNAL OF NUTRITION CARE AND FOOD SERVICE Vol. 2 No. 1 (2022): BAKTARA Journal Of Nutrition Care And Food Science
Publisher : STIKES Baktara Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan minyak goreng secara berulang masih saja dilakukan oleh para pedagang ayam goreng gerobak. Salah satu alasan penggunaan minyak goreng berulang agar lebih menghemat biaya produksi. Tetapi hal ini cukup memberikan dampak yang negatiif terhadap Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas gizi ayam goreng dalam penggunaan minyak goreng berulang pada pedagang gerobak makanan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen. Lokasi penelitian di Taruna Remaja Kota Gorontalo. Hasil penelitian penggunaan minyak goreng yang digunakan secara berulang dalah hal ini 3 kali penggorengan bahwa uji kadar protein sampel A melalui penggorengan dengan minyak baru (24,45%) minyak goreng bekas ke 1 (23,56%), minyak goreng bekas 2 (23,19%), Sampel B dalam minyak goreng baru (20,04%) minyak goreng bekas 1 (20.03%) minyak goreng bekas 2 (19.91%), Sampel C dalam minyak goreng baru (18.86%), minyak goreng bekas 1 (18.40%), minyak goreng bekas 2 (17.98%). Kadar lemak pada sampel A dalam penggunaan minyak goreng baru (17.04%) minyak goreng bekas1 (17.26%) minyak goreng bekas 2 (17.54%), Sampel B dalam penggunaan minyak goreng baru (17.74%) minyak goreng bekas 1 (17.87%), minyak goreng bekas 2 (17.92%). Sampel C dalam penggunaan minyak goreng baru (18.68%) minyak goreng bekas 1 (18.98%), dan minyak goreng bekas 2 (19.12%). Kadar Air pada sampel A dalam penggunaan minyak goreng baru (21,04%), minyak goreng bekas 1 (20,96%), minyak goreng bekas 2 (20,11%), Sampel B pada penggunaan minyak goreng baru (20,25%), minyak goreng bekas 1 (20,11%), minyak goreng bekas2 (19,68%), sampel C pada penggunaan minyak goreng baru (19,36%), minyak goreng bekas 1 (19,19%), minyak goreng bekas 2 (19,15%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan minyak goreng berulang tidak baik digunakan karena dapat mengganggu kesehatan.
HUBUNGAN PERNIKAHAN USIA DINI, PENDIDIKAN, PENGETAHUAN GIZI, POLA ASUH TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH PUSKESMAS BULANGO ULU KECAMATAN BULANGO ULU KABUPATEN BONE BOLANGO TAHUN 2023 Eman Rahim; St. Mutiatu Rahmah; Sastria Ibrahim
JOURNAL OF NUTRITION CARE AND FOOD SERVICE Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF NUTRITION CARE AND FOOD SERVICE
Publisher : STIKES Baktara Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana anak lebih rendah dari pada orang lain atau taman sebayanya yang disebabkan oleh berbagai faktor penyebab langsung yaitu asupan zat gizi, penyakit infeksi dan faktor penyebab tidak langsung diantaranya riwayat BBLR, pernikahan usia dini, status gizi ibu hamil, pendidikan, pengetahuan gizi, pola asuh, tinggi badan ibu, jarakkelahiran, pekerjaan orang tua, status ekonomi, anemia pada ibu hamil, sanitasi lingkungan, ketersediaan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pernikahan dini, pendidikan ibu, pengetahuan gizi ibu, dan pola asuh berhubungan dengan kejadian stunting. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Lokasi Penelitian di wilayah Puskesmas Bulango Ulu Kecamatan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango. Populasi penelitian terdiri dari 68 ibu yang menikah di usia dini dengan 68 balita. Sampel penelitian diambil dengan teknik total sampling dengan nilai α = 5%. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan pengukuran tinggi badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pernikahan usia dini dan kejadian stunting dengan p-value 0,030, pendidikan ibu dengan kejadian stunting tidak ada hubungan dengan p-value 0,702, pengetahuan gizi dengan kejadian stunting terdapat hubungan dengan p-value 0,045, dan pola asuh dengan kejadian stunting terdapat hubungan dengan p-value 0,020. Disarankan agar ibu balita memperhatikan gizi yang diberikan dan memberikan pola asuh yang baik. Ini dapat dicapai dengan meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara pemberian makanan dan gizi balita.