Salma Fadilla
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Afiksasi Verba Bahasa Sunda dan Indonesia pada Cerpen “Stiker Hemat Energi” Salma Fadilla; Odien Rosidin
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i1.1560

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengantisipasi ganguan yang ditemui pembelajar dalam mempelajari B-2. Data dalam penelitian berasal dari cerpen “Stiker Hemat Energi” yang merupakan cerpen dari buku Basa Sunda Urang karya Tatang Sumarsono (2017). Teknik penelitian ini menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi bentuk afiksasi verba bahasa Sunda dan Indonesia dalam cerpen “Stiker Hemat Energi” dan menggunakan teknik studi dokumentasi yang berkaitan dengan teori analisis kontrastif dan morfologis. Hasil penelitian menunjukan adanya kesamaan dan perbedaan bentuk afiksasi verba dalam bahasa Sunda dan Indonesia. kesamaan bentuk afiksasi verba dalam bahasa Sunda dan Indonesia, yakni prefiks {di-} dalam bahasa Sunda dengan prefiks {di-} dalam bahasa Indonesia; konfiks {di-…-keun} dalam bahasa Sunda dengan konfiks {di-…-kan} dalam bahasa Indonesia; konfiks {nga-…-keun}, {ny-…-keun}, dan {n-…-keun} dalam bahasa sunda dengan konfiks {me(N)-…-kan} dalam bahasa Indonesia; dan konfiks {nga-…-na} pada bahasa sunda dengan konfiks {me(N)-…-nya} pada bahasa Indonesia. Dalam penelitian ini juga ditemukan kesamaan dan perbedaan makna antara afiksasi verba bahasa Sunda dan Indonesia. kesamaan makna afiks verba bahasa Sunda dan Indonesia, yakni sufiks {-keun + -eun} dalam bahasa Sunda dengan konfiks {di-…-kan} dalam bahasa Indonesia dan konfiks {di-…-keun} pada bahasa Sunda dengan konfiks {di-…-kan} pada bahasa Indonesia, kedua afiks ini sama-sama membentuk makna verba pasif yang bermakna ‘melakukan perbuatan yang bersifat pasif’. Dalam penelitian ini juga dapat diketahui bahwa pada bahasa Sunda dan Indonesia terdapat kesamaan atau persamaan dalam kelas bentuk dasar, yakni penggunaan kata benda, kerja, dan sifat.
Pengaruh Metode Mendongeng dengan Media Boneka Tangan Terhadap Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Naratif Siswa Kelas VII di SMPN 1 Padarincang Salma Fadilla; Ediwarman Ediwarman; M. Rinzat Iriyansah
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i2.2497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh penerapan metode mendongeng yang dipadukan dengan media boneka tangan terhadap peningkatan kapabilitas menulis teks naratif peserta didik kelas VII di SMPN 1 Padarincang. Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dalam kerangka pendekatan kuantitatif dengan melibatkan dua kelompok, yakni kelas perlakuan dan kelas pembanding. Pada kelas perlakuan diterapkan metode mendongeng dengan perantara boneka tangan, sedangkan kelas pembanding memperoleh pembelajaran menggunakan media audiovisual. Analisis hasil menegaskan bahwa terdapat efek nyata dari penggunaan metode mendongeng berbantuan boneka tangan terhadap kemampuan menulis naratif peserta didik. Kenyataan tersebut tercermin dari nilai rerata skor yang lebih tinggi pada kelas perlakuan, yaitu 10,80, dibandingkan kelas pembanding yang mencapai rerata 10,04. Di samping itu, hasil uji-t menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,0370,05. Oleh karena itu, dapat ditarik simpulan bahwa metode mendongeng dengan media boneka tangan berpengaruh nyata dalam mengakselerasi kemampuan menulis teks naratif peserta didik kelas VII di SMPN 1 Padarincang.