Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Efektifitas Metode KSDS Dalam Upaya Deteksi Dini Risiko Preeclampsia Pada Ibu Hamil Syaiful Syaiful; Lalu Sulaiman; Sastrawan Sastrawan; Rini Hendari
Bima Nursing Journal Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v5i2.1580

Abstract

Preeklampsia merupakan kondisi spesifik pada kehamilan yang ditandai dengan adanya disfungsi plasenta dan respon maternal terhadap adanya inflamasi sistemik dengan aktivasi endotel dan koagulasi. Jika tidak dilakukan pencegahan dini, akan membahayakan baik nyawa ibu maupun bayi. Hampir 75% penyebab kematian ibu adalah karena perdarahan hebat Post Partum), infeksi post partum, tekanan darah tinggi selama kehamilan (pre-eklampsia dan eklampsia), komplikasi dari persalinan, tindakan aborsi yang tidak prosedur dari hasil pencatatan dan pelaporan diwilayah kerja Puskesmas Jatibaru terdapat 557 Bumil, jumlah kunjungan ke Puskesmas hanya 216 ibu hamil dan teridentifikasi resiko preeklamsi sebanyak 12 bumil. Saat ini pelayanan yang tersedia di tingkat puskesmas dalam mendeteksi dini resiko preeklampsia masih menggunakan buku KIA yang hasil pendeteksiannya masih dirasakan belum memasyarakat penggunaan buku KIA tersebut hanya dapat dilakukan oleh petugas kesehatan itu sendiri, seiring dengan perkembangan teknologi saat ini dan banyaknya penelitian yang mengembangkan berbagai alat maupun metode untuk mempermudah berbagai layanan yang ada dimasyarakat maka salah satu Peneliti sebelumnya menemukan metode untuk  mendeteksi dini terjadinya preeklamsi yaitu metode“Kartu Skor Dhiana Setyorini(KSDS), Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan metode Kartu Skor Dhiana Setyorini(KSDS) dalam mendeteksi dini  terjadinya pre-eklampsia pada bumil melalui tahapan kegiatan:1)Mengidentifikasi peningkatan kemampuan Kader Kesehatan dalam mengimplementasikan metode Kartu Skor Dhiana Setyorini(KSDS) 2)Menganalisis efektifitas penggunaan metode KSDS dalam mendeteksi dini terjadinya pre-eklamsia Metode penelitian ini menggunakan desain Quasy Experimental dengan pendekatan Two Group,teknik pengambilan sampel menggunakan Porposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang kader kesehatan yang dibagi 50 orang  kelompok kontrol dan 50 orang kelompok perlakuan, Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar observasi  dengan pengamatan pre dan post perlakuan,  menggunakan uji statistic “Chi Square, Wilcoxon dan Mann-Whiney.Hasil penelitian1}Memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan antara karakteri umur, pekerjaan dan tingkat  pendidikan pre-post test antara kelompok control dan kelompok intervensi.2}Berdasarkan uji wilkoxon test diperoleh nilai signifikan 0,000 pada kelompok intervensi dan   0,808 pada kelompok control menunjukan lebih kecil dari taraf signifikan 95 %.(p-value<0,05.Kesimpulan;1)Tidak ada pengaruh yang signifikan antara karakter responder dengan peningkatan kemampuan Kader Kesehatan dalam mengimplementasikan metode Kartu Skor Dhiana Setyorini (KSDS).2) ada pengaruh yang signifikan kemampuan responden/Bumil dalam mendeteksi dini terjadinya preeklamsia melalui penggunaan metode KSDS
Determinasi Kejadian Hipertensi pada Usia Produktif Berdasarkan Status Gizi, Riwayat Keluarga, Pengetahuan, Pola Makan, dan Pola Tidur di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Lombok Utara: Studi Cross-Sectional Okta Santika Iriani; Saimi Saimi; Sastrawan Sastrawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54355

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat signifikan pada usia produktif, berdampak pada produktivitas, kualitas hidup, dan beban ekonomi. Metode, menggunakan desain kuantitatif observasional analitik cross-sectional pada 140 responden usia 20-50 tahun dengan proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran Indeks Massa Tubuh, dan tekanan darah. Hasil, analisis univariat menggambarkan karakteristik responden, bivariat (chi-square) menilai hubungan antarvariabel, dan multivariat (regresi logistik) mengidentifikasi faktor dominan hipertensi (p<0,05; CI 95%). Hasil menunjukkan semua variabel signifikan, dengan pengetahuan rendah paling dominan (Exp(B)=15,835), diikuti riwayat keluarga, pola makan tidak sehat, pola tidur tidak adekuat, dan status gizi. Simpulan, menegaskan interaksi determinan biologis dan perilaku, menekankan perlunya intervensi edukatif terintegrasi untuk pencegahan hipertensi pada usia produktif. Kata Kunci: Hipertensi; Usia Produktif; Status Gizi; Pola Makan dan Pola Tidur; Studi Cross-Sectional Abstract Hypertension is a significant public health problem at the productive age, impacting productivity, quality of life, and economic burden. The method used a cross-sectional analytical observational quantitative design on 140 respondents aged 20–50 years with proportional random sampling. Data was collected through questionnaires, Body Mass Index measurements, and blood pressure. The method used a cross-sectional analytical observational quantitative design on 140 respondents aged 20-50 years with proportional random sampling. Data was collected through questionnaires, Body Mass Index measurements, and blood pressure. The conclusion, emphasizing the interaction of biological and behavioral determinants, emphasizes the need for integrated educational interventions for the prevention of hypertension in productive age. Keywords: hypertension; Productive Age; nutritional status; Diet and Sleep Patterns; Cross-Sectional Studies.
The Impact of Employee Performance Appraisal Systems on Healthcare Service Quality: A Literature Review Ni Wayan Sri Artati; Lalu Sulaiman; Sastrawan Sastrawan
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 14, No 1 (2026): EDITION MARCH 2026
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v14i1.7281

Abstract

This study aimed to evaluate the impact of employee performance appraisal systems on healthcare service quality in hospitals. A systematic literature review was conducted by analyzing 12 peer-reviewed articles published between 2020 and 2025, selected from prominent academic databases such as PubMed, Scopus, and ScienceDirect. These articles were reviewed based on their relevance to the relationship between performance appraisals and healthcare quality. The review identified that well-structured performance appraisal systems significantly contribute to enhancing employee motivation, which directly influences the overall quality of healthcare services. Transparent, objective, and fair appraisal systems, when implemented effectively, help align employee goals with organizational objectives, leading to better patient care. However, the study also highlighted several challenges, including bureaucratic barriers, a lack of evaluator training, and cultural misalignment, which hinder the successful implementation of these systems in hospitals. Additionally, the review found that performance appraisals, when conducted periodically with constructive feedback, encourage continuous professional development and improve service delivery. The study concluded that for a performance appraisal system to be truly effective, it must be ongoing, incorporate clear communication, and be adaptable to the hospital’s organizational culture. Future research should focus on longitudinal studies to assess the long-term effects of performance appraisals on healthcare quality. Furthermore, combining qualitative and quantitative methods may provide a deeper understanding of the complex interactions between performance appraisals and employee performance in healthcare settings.
Analisis Implementasi Program Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi (PPI) di RSUD Provinsi NTB: Deskriptif Kualitatif Metode Studi Kasus Ilham Makbul; Sastrawan Sastrawan; Karjono Karjono
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.21921

Abstract

ABSTRACTNosocomial infections remain a significant challenge for hospitals worldwide due to their impact on increased morbidity, mortality, healthcare costs, and prolonged hospital stays. Consequently, infection prevention has become a critical standard in healthcare service delivery. This study aims to analyze the implementation of the Infection Prevention and Control (IPC) Program at the Provincial General Hospital of West Nusa Tenggara. A qualitative descriptive method with a case study approach was employed. Data were collected through in-depth interviews with seven healthcare workers and analyzed using the Miles and Huberman framework. The findings indicate that the success of IPC program implementation is influenced by five main categories: organizational structure, implementation processes, measurable outcomes, cultural and contextual factors, and adaptive capacity in addressing field-level challenges. These five elements are interrelated and require continuous intervention to sustain program effectiveness. In general, the implementation of the IPC program has led to improved staff compliance with protocols, a stronger understanding of IPC principles, and the establishment of reasonably effective audit and training systems. However, optimal results remain constrained by inconsistent adherence, inadequate infrastructure, logistical barriers, uneven dissemination of information, high workloads, and challenges related to workplace culture. These findings provide valuable input for hospital policymakers in designing context-based intervention strategies to strengthen infection control practices. Keywords: Analysis, Program Implementation, Infection Prevention and Control.  ABSTRAK Infeksi nosokomial merupakan tantangan signifikan bagi rumah sakit di seluruh dunia karena dampaknya terhadap peningkatan morbiditas, mortalitas, biaya pengobatan, dan lama waktu perawatan di rumah sakit. Oleh karena itu, pencegahan infeksi menjadi standar penting dalam pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis implementasi Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tujuh tenaga kesehatan dan dianalisis menggunakan kerangka Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi program PPI dipengaruhi oleh lima kategori utama, yaitu: struktur organisasi, proses pelaksanaan, hasil terukur, faktor budaya dan kontekstual, serta kapasitas adaptif dalam merespons kendala di lapangan. Kelima elemen ini saling berkaitan dan memerlukan intervensi berkelanjutan guna menjaga efektivitas program. Secara umum, implementasi program PPI telah meningkatkan kepatuhan staf terhadap protokol, pemahaman yang kuat terhadap prinsip-prinsip PPI, serta berjalannya sistem audit dan pelatihan yang cukup efektif. Namun demikian, pencapaian hasil yang optimal masih terhambat oleh ketidakpatuhan yang tidak konsisten, keterbatasan sarana dan prasarana, hambatan logistik, penyebaran informasi yang tidak merata, beban kerja tinggi, serta tantangan budaya kerja. Temuan ini memberikan masukan berharga bagi pengambil kebijakan rumah sakit dalam merancang strategi intervensi berbasis konteks untuk memperkuat praktik pengendalian infeksi. Kata Kunci: Analisis, Implementasi Program, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.
Analisis Implementasi Total Quality Management (TQM) dalam Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Irma Kurnia Rahmi; Sastrawan Sastrawan; Lalu Abdul Khalik
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.21656

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of Total Quality Management (TQM) in the Emergency Department (ED) of RSUD Nusa Tenggara Barat Provincial Hospital. A qualitative case study design was employed to explore how TQM principles are applied in the context of hospital service quality, particularly in high-pressure and dynamic emergency care settings. Analyzing the implementation of Total Quality Management (TQM) in the Emergency Installation services of the Regional General Hospital of West Nusa Tenggara Province. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document review. Thematic analysis was conducted based onDonabedian’s model (structure, process, outcome) and key TQM principles such as continuous improvement, staff involvement, and data-driven management. Findings indicate that TQM implementation in the ED is not yet fullyoptimized. Major challenges include limited human resources, inadequate physical infrastructure, and an underdeveloped information system. However, several TQM elements have been partially adopted, including routine staff training, improved communication, and increased staff participation. These efforts have contributed positivelyto patient perceptions, particularly in terms of response time and staff professionalism. The implementation of TQM has contributed to improvements in ED service quality. Nonetheless, further systemic strategies are needed tostrengthen operational systems, integrate data management via SIMRS, enhance staff capacity, and foster a participatory quality culture. A comprehensive and sustainable approach is essential to fully internalize TQM principles across all service areas. Keyword: Total Quality Management, Emergency Department, Service Quality, Hospital, Thematic Approach.  ABSTRAK Penelitian ini tujuannya menganalisis implementasi Total Quality Management (TQM) dalam pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk menjelajahi sejauh mana prinsip-prinsip TQM diterapkan dalam konteks peningkatan mutu layanan rumah sakit, khususnya pada unit dengan karakteristik dinamis dan tekanan tinggi seperti IGD. Menganalisis implementasi Total Quality Management (TQM) dalam pelayanan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data diperoleh melewati wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen.Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik dengan mengacu pada model Donabedian (struktur, proses,hasil), serta prinsip-prinsip utama TQM seperti perbaikan berkelanjutan, keterlibatan staf, dan manajemen berbasis data. Temuan menunjukkan bahwa implementasi TQM di IGD belum berjalan secara optimal. Hambatan utamameliputi keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur fisik yang belum memadai, serta sistem informasi yangbelum sepenuhnya terintegrasi. Meskipun demikian, beberapa prinsip TQM mulai diterapkan, antara lain pelatihanrutin, penguatan komunikasi, dan partisipasi staf. Praktik ini berdampak positif terhadap persepsi pasien, terutama dalam hal kecepatan respons dan profesionalisme tenaga medis. Penerapan TQM memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu layanan IGD. Namun, dibutuhkan strategi penguatan sistem, integrasi data berbasis SIMRS, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta pembentukan budaya mutu yang partisipatif. Pendekatan yang sistemik dan berkelanjutan diperlukan agar prinsip TQM dapat terinternalisasi secara menyeluruh di seluruh lini layanan. Kata Kunci: Total Quality Management, Instalasi Gawat Darurat, Mutu Layanan, Rumah Sakit, Pendekatan Tematik.
Education on Normal and Caesarean Delivery Based on Leaflets and Animated Videos R.A Wulandari; Sastrawan Sastrawan; Sismulyanto Sismulyanto; Lalu Sulaiman; Ni Putu Dian Ayu Anggraeni
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i3.12264

Abstract

The cesarean section (CS) rate in Mataram City has reached 67.2%, far above the national average. This increase raises medical, social, and economic concerns, especially since many procedures are performed without clear medical indications. A key contributing factor is low health literacy among women of reproductive age, including limited understanding of childbirth options, fear of pain, misconceptions about safety, and lack of family support. This community service activity applied a Participatory Action Research (PAR) approach in four stages: (1) problem identification with health centers, cadres, and women of reproductive age; (2) development of educational media in the form of leaflets and animated videos; (3) implementation through interactive lectures and discussions with 30 participants at Yarsi Mataram; and (4) participatory reflection and evaluation using pre–post tests. the findings showed an increase in average knowledge scores from 72.33 to 91.33. Beyond knowledge, participants also reported reduced fear of normal delivery, greater confidence in making childbirth decisions, and stronger commitment to seek support from health workers and families. This activity demonstrates that targeted health education can effectively improve both knowledge and attitudes toward childbirth. Replication is recommended in other areas with high CS rates, with cadres and community leaders trained as facilitators to ensure sustainability and wider impact.