Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Terapi Pijat Bayi Terhadap Pengetahuan Ibu dalam Perawatan Bayi Usia 6 Bulan di Rumah Dewi Rubi Fitriani; Yayuk Sri Rahayu; Rina Dwi Anggraeni; Fitri Wulan; Mizrania Mizrania
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 01 (2025): April: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i01.2771

Abstract

Edukasi terapi pijat bayi merupakan salah satu upaya promosi kesehatan yang penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memberikan perawatan bayi secara aman di rumah. Bayi usia enam bulan berada pada periode penting pertumbuhan dan perkembangan, ditandai dengan mulai diberikannya Makanan Pendamping ASI (MPASI) serta perkembangan motorik yang pesat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi terapi pijat bayi terhadap pengetahuan ibu dalam perawatan bayi di rumah. Kegiatan dilaksanakan di Klinik Aster dengan sasaran 30 ibu yang memiliki bayi usia enam bulan. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan, pemutaran video edukasi, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji paired t-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan ibu sebelum edukasi sebesar 6,2 dengan standar deviasi 1,0, sedangkan setelah edukasi meningkat menjadi 13,3 dengan standar deviasi 1,0. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000, sehingga terdapat pengaruh edukasi terapi pijat bayi terhadap peningkatan pengetahuan ibu. Setelah edukasi, sebanyak 93,3% ibu memiliki pengetahuan baik, sedangkan sebelum edukasi tidak terdapat responden dengan kategori pengetahuan baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi terapi pijat bayi efektif meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri ibu dalam melakukan perawatan bayi di rumah. Edukasi berkelanjutan dan demonstrasi langsung direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal.
Edukasi Fisioterapi untuk Mengendalikan Emosi Remaja Euis Atikah; Yayuk Sri Rahayu; Marliana Rahma; Salsabila Fadilla; Anisah Fauziah
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 01 (2025): April: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v4i01.2779

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai perubahan fisik, kognitif, dan psikososial yang cepat sehingga dapat meningkatkan kerentanan terhadap ketidakstabilan emosi, stres, kecemasan, dan perilaku maladaptif. Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan edukasi berbasis pendekatan fisioterapi untuk mengendalikan emosi remaja di SMK Sehati Karawang. Kegiatan dilaksanakan pada 10-28 Maret 2025 pukul 10.00-11.30 WIB dan diikuti oleh 30 siswa tingkat SMA/SMK. Metode kegiatan menggunakan edukasi kesehatan partisipatif melalui tahap persiapan, pelaksanaan, diskusi, demonstrasi, praktik, dan evaluasi deskriptif. Materi edukasi meliputi perkembangan emosi remaja, hubungan ketegangan fisik dengan luapan emosi, relaksasi otot progresif, pernapasan diafragma, peregangan ringan, pelabelan emosi, dan strategi menenangkan diri. Evaluasi dilakukan melalui observasi, tanya jawab, refleksi peserta, serta penilaian kemampuan mempraktikkan teknik yang diajarkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa antusias, aktif bertanya, dan mampu mempraktikkan teknik relaksasi serta pernapasan sederhana setelah diberikan panduan langsung. Peserta menyatakan merasa lebih tenang, nyaman, lebih percaya diri dalam mengungkapkan perasaan, dan lebih mampu menahan diri sebelum merespons tekanan. Kegiatan juga meningkatkan pemahaman guru dan orang tua mengenai pentingnya komunikasi suportif bagi kestabilan emosi remaja. Program ini menunjukkan bahwa edukasi fisioterapi sederhana dapat menjadi pendekatan berbasis sekolah yang praktis, aman, murah, dan mudah diterapkan untuk meningkatkan literasi emosi serta keterampilan regulasi diri remaja. Program lanjutan disarankan menggunakan instrumen pre-test dan post-test terstruktur agar perubahan pengetahuan dan regulasi emosi dapat diukur secara kuantitatif.
Pemanfaatan Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Volume ASI pada Ibu Menyusui Yayuk Sri Rahayu; Euis Atikah; Ade Krisna Ginting; Riana Restu; Rizkika Naila
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 01 (2025): April: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v4i01.2785

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap, antibodi, dan faktor pertumbuhan yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal. Namun, masih banyak ibu menyusui mengalami masalah produksi ASI yang kurang lancar. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat mendukung produksi ASI adalah pijat oksitosin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui mengenai pemanfaatan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI. Kegiatan dilaksanakan di Desa Cengkong, Karawang, pada 10–28 Maret 2025. Sasaran kegiatan adalah ibu menyusui. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, penyuluhan kesehatan, demonstrasi pijat oksitosin, diskusi, tanya jawab, evaluasi, dan tindak lanjut. Materi edukasi mencakup ASI eksklusif, peran hormon oksitosin, masalah menyusui, serta teknik pijat oksitosin yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias dan mampu memahami manfaat serta praktik pijat oksitosin. Pijat oksitosin dapat memberikan efek relaksasi, menurunkan kecemasan, merangsang refleks pengeluaran ASI, dan membantu memperlancar produksi ASI. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam menyusui serta mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.
PENGUATAN AKSES PELAYANAN KONTRASEPSI JANGKA PANJANG MELALUI BAKTI SOSIAL PELAYANAN IMPLAN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN R Riska Setiawati; Irma Yanti; Nelly Apriningrum; Lilis Suryani; Uway Wariah; Eneng Solihah; Jundra Darwanty; Rahayu Pertiwi; Rahayu Dwikanthi; Mardianti Mardianti; Rifka Alindawati; Nina Yuliana Sari; Yayuk Sri Rahayu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.%p

Abstract

Pelayanan kontrasepsi jangka panjang merupakan bentuk upaya untuk mendukung program keluarga berencana dalam mewujudkan keluarga sehat dan berkualitas. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesiapan, dan partisipasi wanita usia subur dalam penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), khususnya implan melalui kegiatan bakti sosial di Praktik Mandiri Bidan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi kesehatan reproduksi, konseling KB, penapisan calon akseptor, pemasangan implan, serta monitoring pasca pelayanan. Kegiatan diikuti oleh 23 wanita usia subur yang mendapatkan penyuluhan dan konseling terkait manfaat, efektivitas, serta keamanan penggunaan kontrasepsi implan. Berdasarkan hasil penapisan kelayakan sebanyak 18 peserta memenuhi syarat dan dapat menjadi akseptor KB implan, sedangkan 5 peserta lainnya belum dapat diberikan alat kontrasepsi karena kondisi kesehatan dan kesiapan peserta. Pemasangan implan dilakukan sesuai standar pelayanan kebidanan dan dilanjutkan dengan monitoring pascapemasangan untuk memastikan kondisi akseptor tetap baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif, konseling, dan pelayanan langsung mampu meningkatkan pemahaman serta partisipasi masyarakat terhadap penggunaan kontrasepsi jangka panjang. Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan cakupan peserta KB aktif dan keberhasilan program keluarga berencana di masyarakat
FAKTOR-FAKTOR PENENTU DIARE PADA ANAK BALITA DI INDONESIA: BERDASARKAN BUKTI DARI SURVEI DEMOGRAFI KESEHATAN Ade Saputra Nasution; Yayuk Sri Rahayu; Galuh Pradian Yanuaringsih
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7466

Abstract

Abstrak Diare tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia, karena angka kesakitan dan kematiannya yang tinggi. Tingginya kejadian diare disebabkan oleh faktor sosiodemografis, lingkungan, dan perilaku, salah satunya adalah jenis kelamin, usia balita, sumber air minum, jenis jamban, dan pemberian larutan rehidrasi oral (ORS). Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada anak di bawah lima tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (PJS). Jumlah sampel yang diperoleh adalah 1237 anak di bawah lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ORS mempengaruhi kejadian diare (AOR = 12,243; 95% CI = 2,752 – 54,477). ORS diberikan untuk mengganti elektrolit dan cairan dalam tubuh yang keluar saat diare. Disarankan bagi orang tua balita untuk lebih memperhatikan kebersihan peralatan makan yang digunakan balita dan lingkungan yang sesuai untuk aktivitas balita.   Kata kunci: Diare, IDHS, Balita, Di bawah lima tahun
Factors Associated with Vitamin A Consumption in Postpartum Mothers in Lubuk Buaya Community Health Center, Padang City Novi Maya Sari; Dewi Eka Stia Murni; Yayuk Sri Rahayu; Sari Ida Miharti; Suyati
Bulletin of Inspiring Developments and Achievements in Midwifery Vol. 2 No. 2 (2025): December, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/bidan.v2i2.302

Abstract

Vitamin A deficiency remains a significant public health issue impacting maternal and child health, particularly in developing countries. This study aimed to examine factors influencing vitamin A capsule consumption among postpartum mothers at Lubuk Buaya Community Health Center (Puskesmas), Padang City. A cross-sectional analytical survey was conducted on 57 postpartum mothers selected using purposive sampling. Data were collected using a valid and reliable questionnaire, and analyzed with chi-square tests at a 0.05 significance level. The study found that 56.1% of respondents did not consume vitamin A capsules. Education level and knowledge significantly influenced consumption behavior (education: p=0.000; knowledge: p=0.003), with mothers having higher education and better knowledge more likely to consume vitamin A. However, the role of health workers did not show a significant effect (p=0.855). These findings indicate that increasing education and improving health literacy should be prioritized in strategies to boost vitamin A consumption among postpartum mothers. Health interventions need to focus on nutrition education and active community involvement to ensure better health outcomes and meet national vitamin A supplementation goals.
Penyuluhan Menggunakan Video Edukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja Mengenai Konsumsi Fe Pada Remaja Putri Anemia Dewi Rubi Fitriani; Ade Krisna Ginting; Yayuk Sri Rahayu; Rina Dwi Anggraeni; Sarini Sarini; Desty Lismayanti; Anisah Fauziah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26868

Abstract

ABSTRAK Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi di Indonesia. Salah satu penyebab utama anemia adalah rendahnya kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah (Fe), yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan mengenai manfaat, cara konsumsi, serta dampak anemia terhadap kesehatan. Penyuluhan kesehatan menggunakan media video edukasi merupakan salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan karena mampu menyampaikan informasi secara menarik, mudah dipahami, dan interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai konsumsi tablet Fe melalui penyuluhan menggunakan video edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada remaja putri di SMK Sehati dengan jumlah peserta sebanyak 60 responden. Metode yang digunakan berupa penyuluhan menggunakan video edukasi yang dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan menggunakan video edukasi. Sebelum intervensi, sebanyak 45 responden (75%) memiliki pengetahuan baik dan 15 responden (25%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah intervensi responden yang pengetahuan baik meningkat 91,7%, sedangkan responden yang pengetahuan kurang 8,3%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan penyuluhan. Penyuluhan menggunakan video edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai konsumsi tablet Fe sebagai upaya pencegahan anemia. Media video edukasi dapat dijadikan alternatif yang efektif dalam kegiatan promosi kesehatan di sekolah maupun di masyarakat. Diharapkan tenaga kesehatan dan pihak sekolah dapat mengoptimalkan penggunaan video edukasi dalam program edukasi kesehatan remaja serta melakukan penyuluhan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan mencegah anemia pada remaja putri. Kata Kunci: Remaja, Anemia, Pengetahuan, Konsumsi Tablet Fe.  ABSTRACT Anemia among adolescent girls remains a significant public health problem in Indonesia. One of the primary contributing factors is low adherence to iron (Fe) tablet consumption, which is influenced by inadequate knowledge regarding its benefits, proper consumption methods, and the health consequences of anemia. Health education using educational videos has emerged as an effective strategy to improve knowledge by delivering information in an engaging, easy-to-understand, and interactive manner. This community service program aimed to enhance adolescent girls' knowledge regarding iron (Fe) tablet consumption through health education using educational videos. This community service activity was conducted among adolescent girls at SMK Sehati, involving a total of 60 participants. The intervention consisted of health education using educational videos, followed by interactive discussions and question-and-answer sessions. Participants' knowledge was evaluated using pre-test and post-test questionnaires administered before and after the intervention. Results: The findings demonstrated a significant improvement in participants' knowledge following the educational intervention. Before the intervention, 45 participants (75%) had good knowledge, while 15 participants (25%) had poor knowledge. After the intervention, the proportion of participants with good knowledge increased to 91.7%, whereas those with poor knowledge decreased to 8.3%. Statistical analysis revealed a **p-value of 0.000 (p 0.05)**, indicating a statistically significant improvement in participants' knowledge after the educational intervention. Health education using educational videos was proven to be effective in improving adolescent girls' knowledge regarding iron (Fe) tablet consumption as an effort to prevent anemia. Educational videos can serve as an effective alternative medium for health promotion programs in both school and community settings. Healthcare professionals and schools are encouraged to optimize the use of educational videos in adolescent health education programs and to implement continuous health education activities to improve adherence to iron (Fe) tablet consumption and reduce the prevalence of anemia among adolescent girls. Keywords: Adolescent Girls, Anemia, Educational Video, Health Education, Iron (Fe) Tablets, Knowledge.