Ade Krisna Ginting
Universitas Sehati Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mediasi orangtua dengan digital parenting dalam kontrol Pengendalian gadget pada anak usia sekolah Sarini Sarini; Desty Lismayanti; Yanti Rosmiyanti; Sumitro Sumitro; Okti Rahayu Asih; Ade Krisna Ginting; Dewi Rubi Fitriani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): June Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i5.1077

Abstract

Abstract   Background: Excessive gadget use in school-age children can negatively impact their cognitive, social and emotional development. In this case, parental involvement is needed as the key in controlling gadget use in children through the application of appropriate parenting. Parents should be able to actively participate and guide their children's interaction with technology. Purpose: To determine the strength of the relationship between parenting patterns and gadget control in school-age children through the mediation of parental involvement in the process. Method: Descriptive correlative research with variables of parental digital parenting and parental mediation in carrying out strategies to control the use of gadgets in children so as not to be excessive. This research was conducted in May 2025 to parents of first and second grade at SDIT Sehati Bina Insani Karawang. The sampling technique in this study was total sampling with 60 parents as respondents. The inclusion criteria in this study are parents who have students aged 7-10 years who attend SDIT Sehati Bina Insani. Data collection techniques were carried out using a questionnaire or questionnaire method. Results: The study shows that parents with good digital parenting patterns will tend to be able to carry out good parental mediation attitudes and behaviors in regulating the use of gadgets in children as much as (78.9%). Conclusion: There is a significant relationship between parenting patterns in controlling gadget use in school-age children at SDIT Sehati Bina Insani Karawang. Parents with positive parenting are more able to apply effective mediation strategies in managing time and gadget use in their children.
Pemanfaatan Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Volume ASI pada Ibu Menyusui Yayuk Sri Rahayu; Euis Atikah; Ade Krisna Ginting; Riana Restu; Rizkika Naila
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 01 (2025): April: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v4i01.2785

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap, antibodi, dan faktor pertumbuhan yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal. Namun, masih banyak ibu menyusui mengalami masalah produksi ASI yang kurang lancar. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat mendukung produksi ASI adalah pijat oksitosin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui mengenai pemanfaatan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI. Kegiatan dilaksanakan di Desa Cengkong, Karawang, pada 10–28 Maret 2025. Sasaran kegiatan adalah ibu menyusui. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, penyuluhan kesehatan, demonstrasi pijat oksitosin, diskusi, tanya jawab, evaluasi, dan tindak lanjut. Materi edukasi mencakup ASI eksklusif, peran hormon oksitosin, masalah menyusui, serta teknik pijat oksitosin yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias dan mampu memahami manfaat serta praktik pijat oksitosin. Pijat oksitosin dapat memberikan efek relaksasi, menurunkan kecemasan, merangsang refleks pengeluaran ASI, dan membantu memperlancar produksi ASI. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam menyusui serta mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.
Pengaruh Edukasi Manfaat Kompres Hangat Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Penanganan Dismenore di SMA Sehati Karawang Ade Krisna Ginting; Euis Atikah; Rina Dwi Anggraeni; Anisa Sekar Kedaton; Delcy Regiana Putri
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 01 (2025): April: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v4i01.2786

Abstract

Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar, konsentrasi, serta kualitas hidup. Kurangnya pengetahuan mengenai penanganan nonfarmakologis menyebabkan banyak remaja memilih menggunakan obat pereda nyeri atau membiarkan keluhan berlangsung tanpa penanganan yang tepat. Edukasi kesehatan menjadi strategi penting untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai cara mengatasi nyeri menstruasi secara aman dan efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai manfaat kompres hangat sebagai terapi nonfarmakologis dismenore. Kegiatan dilaksanakan di SMA Sehati Karawang pada Juni 2025 dengan melibatkan 30 remaja putri. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi penggunaan kompres hangat, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Paired t-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah edukasi. Sebelum intervensi, sebanyak 26,7% peserta memiliki pengetahuan kurang dan 73,3% memiliki pengetahuan cukup. Setelah edukasi, sebanyak 93,3% peserta memiliki pengetahuan baik. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai manfaat kompres hangat efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai penanganan dismenore secara nonfarmakologis. Program ini berkontribusi dalam promosi kesehatan reproduksi dan mendorong penerapan perawatan mandiri yang aman selama menstruasi.