Dewi Rubi Fitriani
Universitas Sehati Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The effectiveness of the combination of 5-finger hypnosis and deep breathing relaxation techniques to reduce anxiety in adolescent students Sarini Sarini; Desty Lismayanti; Yanti Rosmiyanti; Sumitro Sumitro; Okti Rahayu Asih; Dewi Rubi Fitriani; Jumaedi Jumaedi
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 11 (2026): February Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i11.2454

Abstract

Background: Students of grade XII of vocational high school will take the final competency test of vocational skills in February-March 2026. They are required to pass the competency test so that this causes anxiety and tension in students of grade XII of vocational high school. Actions to overcome anxiety in students of grade XII of vocational high school can be done with pharmacological and non-pharmacological therapy. 5-finger hypnosis and a combination of deep breathing relaxation are non-pharmacological therapies that can reduce anxiety in students of grade XII of vocational high school. 5-finger hypnosis combined with deep breathing relaxation therapy will provide a calming effect on anxiety and tension experienced by students. Purpose: To determine the effect of 5-finger hypnosis and a combination of deep breathing relaxation on anxiety levels in students. Method: This type of research uses a pretest and post-test design. This study used a sample of 60 students of grade XII of SMK Sehati Karawang with 30 students given a combination of deep breathing and 5-finger hypnosis intervention and 30 students as control variables. Results: The results of the study showed a significant difference in anxiety levels before and after being given a combination of deep breathing relaxation and 5-finger hypnosis in students who were given the intervention. Conclusion: One effective non-pharmacological intervention for reducing adolescent anxiety is a combination of deep breathing relaxation and five-finger hypnosis. This therapy helps individuals achieve a relaxed state by imagining positive experiences, thereby reducing physical and psychological tension.
Pengaruh Edukasi Terapi Pijat Bayi Terhadap Pengetahuan Ibu dalam Perawatan Bayi Usia 6 Bulan di Rumah Dewi Rubi Fitriani; Yayuk Sri Rahayu; Rina Dwi Anggraeni; Fitri Wulan; Mizrania Mizrania
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 01 (2025): April: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i01.2771

Abstract

Edukasi terapi pijat bayi merupakan salah satu upaya promosi kesehatan yang penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memberikan perawatan bayi secara aman di rumah. Bayi usia enam bulan berada pada periode penting pertumbuhan dan perkembangan, ditandai dengan mulai diberikannya Makanan Pendamping ASI (MPASI) serta perkembangan motorik yang pesat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi terapi pijat bayi terhadap pengetahuan ibu dalam perawatan bayi di rumah. Kegiatan dilaksanakan di Klinik Aster dengan sasaran 30 ibu yang memiliki bayi usia enam bulan. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan, pemutaran video edukasi, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji paired t-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan ibu sebelum edukasi sebesar 6,2 dengan standar deviasi 1,0, sedangkan setelah edukasi meningkat menjadi 13,3 dengan standar deviasi 1,0. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000, sehingga terdapat pengaruh edukasi terapi pijat bayi terhadap peningkatan pengetahuan ibu. Setelah edukasi, sebanyak 93,3% ibu memiliki pengetahuan baik, sedangkan sebelum edukasi tidak terdapat responden dengan kategori pengetahuan baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi terapi pijat bayi efektif meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri ibu dalam melakukan perawatan bayi di rumah. Edukasi berkelanjutan dan demonstrasi langsung direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal.
Video Edukasi Gelang Akupresur untuk Menurunkan Stres pada Ibu Hamil Trimester III Marliana Rahma; Dewi Rubi Fitriani; Rina Dwi Anggraeni; Santi Komala Dewi; Siti Suniatuz Zahra
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 01 (2025): April: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v4i01.2783

Abstract

Kehamilan trimester III sering disertai perubahan fisik dan psikologis, seperti kecemasan, gangguan tidur, kelelahan, dan rasa takut menghadapi persalinan. Apabila tidak dikelola dengan baik, stres selama kehamilan dapat memengaruhi kenyamanan ibu dan kesejahteraan janin. Gelang akupresur merupakan salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu relaksasi dan menurunkan stres pada ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester III mengenai penggunaan gelang akupresur untuk menurunkan stres. Kegiatan dilaksanakan di Desa Cengkong, Karawang, pada Juli 2025. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil trimester III. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, penyuluhan kesehatan, edukasi berbasis video, demonstrasi penggunaan gelang akupresur pada titik P6 atau Nei Guan, diskusi, monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias dan mampu memahami manfaat, cara penggunaan, durasi penggunaan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan gelang akupresur. Setelah kegiatan, sebagian besar peserta menyatakan merasa lebih rileks, nyaman, berkurang ketegangannya, dan lebih siap menghadapi persalinan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi penggunaan gelang akupresur dapat menjadi strategi sederhana, aman, dan praktis untuk mendukung pengelolaan stres pada ibu hamil trimester III.
Edukasi Aromaterapi Minyak Atsiri untuk Mengurangi Nyeri Persalinan di Klinik Zhafira Zharifa Rina Dwi Anggraeni; Dewi Rubi Fitriani; Marliana Rahma; Mutiara Balqis Ronika H; Indah Istari
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 01 (2025): April: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v4i01.2784

Abstract

Nyeri persalinan merupakan keluhan utama yang sering dialami ibu bersalin dan dapat meningkatkan kecemasan, ketegangan, serta ketidaknyamanan apabila tidak ditangani secara tepat. Aromaterapi minyak atsiri menjadi salah satu metode nonfarmakologis yang aman, sederhana, murah, dan mudah diterapkan dalam pelayanan kebidanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan bidan mengenai pemanfaatan aromaterapi minyak atsiri sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi nyeri persalinan. Kegiatan dilaksanakan di Klinik Zhafira Zharifa Karawang pada April 2025 dengan sasaran bidan yang bekerja di klinik tersebut. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, penyuluhan, diskusi interaktif, pemberian media edukasi, demonstrasi penggunaan aromaterapi, evaluasi, dan tindak lanjut. Materi edukasi mencakup konsep nyeri persalinan, dampak nyeri terhadap ibu dan janin, mekanisme kerja aromaterapi, jenis minyak atsiri yang aman, serta prosedur penggunaan yang tepat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta aktif mengikuti kegiatan dan mengalami peningkatan pemahaman mengenai manfaat, keamanan, serta tata cara penggunaan aromaterapi dalam asuhan persalinan. Aromaterapi bekerja melalui stimulasi sistem penciuman dan, pada penggunaan tertentu, melalui penyerapan kulit yang dapat memberikan efek relaksasi serta membantu menurunkan persepsi nyeri. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kapasitas bidan untuk mengembangkan pelayanan persalinan yang lebih holistik, humanis, dan berorientasi pada kenyamanan ibu bersalin.
Penyuluhan Menggunakan Video Edukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja Mengenai Konsumsi Fe Pada Remaja Putri Anemia Dewi Rubi Fitriani; Ade Krisna Ginting; Yayuk Sri Rahayu; Rina Dwi Anggraeni; Sarini Sarini; Desty Lismayanti; Anisah Fauziah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26868

Abstract

ABSTRAK Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi di Indonesia. Salah satu penyebab utama anemia adalah rendahnya kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah (Fe), yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan mengenai manfaat, cara konsumsi, serta dampak anemia terhadap kesehatan. Penyuluhan kesehatan menggunakan media video edukasi merupakan salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan karena mampu menyampaikan informasi secara menarik, mudah dipahami, dan interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai konsumsi tablet Fe melalui penyuluhan menggunakan video edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada remaja putri di SMK Sehati dengan jumlah peserta sebanyak 60 responden. Metode yang digunakan berupa penyuluhan menggunakan video edukasi yang dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan menggunakan video edukasi. Sebelum intervensi, sebanyak 45 responden (75%) memiliki pengetahuan baik dan 15 responden (25%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah intervensi responden yang pengetahuan baik meningkat 91,7%, sedangkan responden yang pengetahuan kurang 8,3%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan penyuluhan. Penyuluhan menggunakan video edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai konsumsi tablet Fe sebagai upaya pencegahan anemia. Media video edukasi dapat dijadikan alternatif yang efektif dalam kegiatan promosi kesehatan di sekolah maupun di masyarakat. Diharapkan tenaga kesehatan dan pihak sekolah dapat mengoptimalkan penggunaan video edukasi dalam program edukasi kesehatan remaja serta melakukan penyuluhan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan mencegah anemia pada remaja putri. Kata Kunci: Remaja, Anemia, Pengetahuan, Konsumsi Tablet Fe.  ABSTRACT Anemia among adolescent girls remains a significant public health problem in Indonesia. One of the primary contributing factors is low adherence to iron (Fe) tablet consumption, which is influenced by inadequate knowledge regarding its benefits, proper consumption methods, and the health consequences of anemia. Health education using educational videos has emerged as an effective strategy to improve knowledge by delivering information in an engaging, easy-to-understand, and interactive manner. This community service program aimed to enhance adolescent girls' knowledge regarding iron (Fe) tablet consumption through health education using educational videos. This community service activity was conducted among adolescent girls at SMK Sehati, involving a total of 60 participants. The intervention consisted of health education using educational videos, followed by interactive discussions and question-and-answer sessions. Participants' knowledge was evaluated using pre-test and post-test questionnaires administered before and after the intervention. Results: The findings demonstrated a significant improvement in participants' knowledge following the educational intervention. Before the intervention, 45 participants (75%) had good knowledge, while 15 participants (25%) had poor knowledge. After the intervention, the proportion of participants with good knowledge increased to 91.7%, whereas those with poor knowledge decreased to 8.3%. Statistical analysis revealed a **p-value of 0.000 (p 0.05)**, indicating a statistically significant improvement in participants' knowledge after the educational intervention. Health education using educational videos was proven to be effective in improving adolescent girls' knowledge regarding iron (Fe) tablet consumption as an effort to prevent anemia. Educational videos can serve as an effective alternative medium for health promotion programs in both school and community settings. Healthcare professionals and schools are encouraged to optimize the use of educational videos in adolescent health education programs and to implement continuous health education activities to improve adherence to iron (Fe) tablet consumption and reduce the prevalence of anemia among adolescent girls. Keywords: Adolescent Girls, Anemia, Educational Video, Health Education, Iron (Fe) Tablets, Knowledge.