Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Partisipatif dan Delegatif Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pemerintahan Kabupaten Lamongan Ahmad Fauzan; Moh. Heru Budi Santoso
Benchmark Vol 4, No 2: April 2024
Publisher : Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46821/benchmark.v4i2.419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kepemimpinan Partisipatif dan Delegatif terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pemerintahan Kabupaten Lamongan. Penelitian ini dilaksanakan pada Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sampel penelitian ini sebanyak 48 Responden, dengan pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji instrumen: uji validitas dan uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji Hipotesis: uji parsial, uji simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan partisipatif dan delegatif mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Kepemimpinan partisipatif merupakan variabel yang dominan mempengaruhi kepuasan kerja pegawai pada Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan
PENGEMBANGAN KELAYAKAN BISNIS UMKM“BUAH JUWET” SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DESA LOPANG LAMONGAN Nurus Safa’atillah; Moh. Muklis Sulaeman; Indira Shofia Maulida; Wisnu Priambodo; Moh. Heru Budi Santoso; Eka Fais Wahyul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40298

Abstract

Studi Pengembangan Kelayakan Bisnis adalah suatu bentuk pengembangan yang bertujuan untuk memutuskan apakah sebuah bisnis layak atau tidak dilaksanakan dengan memandang dari berbagai aspek mulai dari aspek hukum,aspek lingkungan,aspek pasar dan pemasaran ,aspek manajemen  dan MSDM serta aspek keuangan.Penelitian terhadap rencana bisnis tidak hanya menganalisa layak atau tidak bisnis dibangun tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan yang maksimal untuk waktu yang tidak ditentukan. Salah satu produk unggulan desa Lopang adalah Jamblang.Jamblang adalah salah satu jenis tanaman serba guna yang memiliki banyak manfaat terutama untuk obat-obatan. Namun demikian, populasi tanaman jamblang pada lahan masyarakat di wilayah Kabupaten Lopang masih terbatas. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas dan inovasi UMKM sebagai produk unggulan lokal di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan.Penelitian dilakukan dengan metode survei terhadap petani pemilik tanaman jamblang dan pedagang yang terlibat dalam pemasaran buah. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap 15 orang petani pemilik tanaman jamblang. Data hasil wawancara dianalisis secara deskriptif, sedangkan efisiensi sistem pemasaran dianalisis berdasarkan margin pemasaran dan farmer`s share.Jadi kreatif adalah sifat yang selalu mencari cara-cara baru dan inovatif UMKM adalah sifat yang menerapkan solusi kreatif dalam pengembangan produk lokal yang berdaya saing nasional. Luaran yang ditargetkan yaitu artikel ilmiah dimuat dijurnal nasional.Target Pengabdian pengembangan Analisis Studi kelayakan bisnis (Aspek pasar dan pemasaran,Aspek Teknis dan produksi,Aspek manajemen dan sumber daya manusia, Aspek Keuangan,Aspek Lingkungan dan Asek Hukum). untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan UMKM “buah Jamblang” serta untuk membuat keputusan pengembangan manajemen perusahaan selanjutnya sehingga mampu meningkatkan eksistensi dan volume penjualannya di pasar nasional maupun internasional.
PENGEMBANGAN KELAYAKAN BISNIS UMKM “BUAH JUWET” SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DESA LOPANG LAMONGAN Nurus Safa’atillah; Moh. Muklis Sulaeman; Indira Shofia Maulida; Wisnu Priambodo; Moh. Heru Budi Santoso; Eka Fais Wahyuli
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41909

Abstract

Studi Pengembangan Kelayakan Bisnis adalah suatu bentuk pengembangan yang bertujuan untuk memutuskan apakah sebuah bisnis layak atau tidak dilaksanakan dengan memandang dari berbagai aspek mulai dari aspek hukum,aspek lingkungan,aspek pasar dan pemasaran ,aspek manajemen  dan MSDM serta aspek keuangan.Penelitian terhadap rencana bisnis tidak hanya menganalisa layak atau tidak bisnis dibangun tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan yang maksimal untuk waktu yang tidak ditentukan. Salah satu produk unggulan desa Lopang adalah Jamblang.Jamblang adalah salah satu jenis tanaman serba guna yang memiliki banyak manfaat terutama untuk obat-obatan. Namun demikian, populasi tanaman jamblang pada lahan masyarakat di wilayah Kabupaten Lopang masih terbatas. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas dan inovasi UMKM sebagai produk unggulan lokal di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan.Penelitian dilakukan dengan metode survei terhadap petani pemilik tanaman jamblang dan pedagang yang terlibat dalam pemasaran buah. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap 15 orang petani pemilik tanaman jamblang. Data hasil wawancara dianalisis secara deskriptif, sedangkan efisiensi sistem pemasaran dianalisis berdasarkan margin pemasaran dan farmer`s share.Jadi kreatif adalah sifat yang selalu mencari cara-cara baru dan inovatif UMKM adalah sifat yang menerapkan solusi kreatif dalam pengembangan produk lokal yang berdaya saing nasional. Luaran yang ditargetkan yaitu artikel ilmiah dimuat dijurnal nasional.Target Pengabdian pengembangan Analisis Studi kelayakan bisnis (Aspek pasar dan pemasaran,Aspek Teknis dan produksi,Aspek manajemen dan sumber daya manusia, Aspek Keuangan,Aspek Lingkungan dan Asek Hukum). untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan UMKM “buah Jamblang” serta untuk membuat keputusan pengembangan manajemen perusahaan selanjutnya sehingga mampu meningkatkan eksistensi dan volume penjualannya di pasar nasional maupun internasional
PENGARUH SELF-LEADERSHIP DAN INTERPERSONAL COMMUNICATION TERHADAP SERVICE QUALITY : (STUDI USAHA JASA CAK ED LAMONGAN) Dinda Arum Zahrotun Nisa’; Moh. Heru Budi Santoso
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self leadership dan interpersonal communication terhadap service quality pada karyawan Cak Ed Delivery Lamongan. Sampel dari penelitian ini adalah pelanggan dari Cak ED Delivery Lamongan yang berjumlah 150 responden dengan jenis sampel random. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif komparatif kausal. Metode pengumpulan data melalui kuesioner, dengan menggunakan skala likert. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji heteroskedastisitas uji autokorelasi, uji multikolinearitas, analisis regresi linear berganda, uji koefisien determinasi (R2), uji t, uji F dengan alat SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self leadership memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap service quality, yang berarti semakin baik kemampuan karyawan dalam mengelola dan memotivasi diri, maka semakin tinggi kualitas pelayanan yang diberikan. Sementara itu, interpersonal communication tidak menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap service quality secara parsial. Hal ini mengindikasikan bahwa komunikasi interpersonal bukan merupakan faktor utama dalam menentukan kualitas pelayanan pada konteks jasa delivery. Namun demikian, secara simultan, self leadership dan interpersonal communication memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap service quality, yang menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama mampu meningkatkan kualitas pelayanan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa self leadership merupakan faktor utama yang memengaruhi service quality, sedangkan interpersonal communication berperan sebagai faktor pendukung. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk lebih memfokuskan pada pengembangan self leadership karyawan, tanpa mengabaikan pentingnya komunikasi interpersonal dalam mendukung kualitas pelayanan.