This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Putri Rahma Dani
Universitas negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Faktor Pendidikan Terhadap Struktur Pengangguran di Kota Padang: Perspektif Pendidikan Sosiologi Putri Rahma Dani; Niswani Rahmi; Delmira Syafrini; Nurlizawati Nurlizawati
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendidikan mempengaruhi pengangguran di Kota Padang. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena tingkat pendidikan memiliki kontribusi penting dalam menentukan bekal individu untuk memasuki dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk menggali informasi dan mendapatkan data yang valid terkait dengan masalah yang sedang diteliti, observasi dilakukan untuk mengamati langsung kondisi sosial informan, dan studi dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data dengan cara memotret situasi di lapangan. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah informan penelitian 3 informan yang terdiri dari masyarakat dengan kriteria informan individu yang berada di daerah observasi tersebut. Teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan pendidikan rendah lebih sulit mendapatkan pekerjaan. Selain itu, banyak lulusan bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan jurusan yang mereka pelajari. Hal ini menyebabkan persaingan kerja semakin ketat sehingga mendapatkan pekerjaan menjadi lebih sulit dan menunjukkan bahwa sistem pendidikan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, pendidikan perlu disesuaikan dengan perkembangan lapangan kerja, agar lulusan lebih siap dan angka pengangguran bisa berkurang.
Masyarakat dan Kesiapsiagaan Bencana: Perubahan Sosial Pascabencana di Batu Busuk, Kecamatan Pauh Nabila Zavrilia; Delmira Syafrini; Nafisa Reva Arianto; Neza Rahma Dianti; Putri Rahma Dani; Salsabila Ramadhani Sitompul
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat sebelum bencana, menganalisis dampak bencana terhadap kehidupan sosial dan ekonomi, mengidentifikasi bentuk solidaritas dan gotong royong masyarakat pasca bencana, serta mengetahui peran bantuan pemerintah dan harapan masyarakat dalam proses pemulihan pasca bencana. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana serta munculnya perubahan sosial setelah terjadinya banjir bandang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap masyarakat terdampak bencana. Data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat sebelum bencana masih rendah karena kurangnya pengetahuan mitigasi bencana dan tidak adanya sistem peringatan dini. Bencana banjir bandang memberikan dampak besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, seperti kerusakan rumah, hilangnya mata pencaharian, serta terganggunya aktivitas masyarakat. Namun, pasca bencana terjadi peningkatan solidaritas sosial dan gotong royong masyarakat dalam proses pemulihan lingkungan. Selain itu, bantuan pemerintah dan relawan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung proses pemulihan pasca bencana.
Budaya Penggunaan Tiktok dan Konstruksi Stres Digital di Kalangan Mahasiswa Sosiologi, Universitas Negeri Padang Sandro J.O Tampubolon; Hanafi Saputra; Putri Rahma Dani; Restian Oktavia; Sabrina Asyifa U Nabila; Rahma Okta Rini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.595

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan terhadap pola komunikasi dan interaksi sosial mahasiswa, terutama melalui penggunaan aplikasi TikTok. Penggunaan TikTok yang intensif tidak hanya membentuk budaya digital baru, tetapi juga memunculkan berbagai tekanan sosial dan psikologis yang dikenal sebagai stres digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya penggunaan TikTok serta konstruksi stres digital di kalangan mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa sebagai media hiburan, sumber informasi, sarana mengikuti tren, dan tempat menghilangkan rasa jenuh. Tingginya intensitas penggunaan TikTok membentuk pola interaksi sosial baru seperti kebiasaan mengikuti tren viral, membahas konten FYP, serta munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Selain itu, penggunaan TikTok secara berlebihan juga berkontribusi terhadap munculnya stres digital berupa kecemasan, overthinking, insecure, kelelahan mental, dan gangguan fokus akibat tekanan sosial di media digital. Dalam perspektif Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, stres digital terbentuk melalui proses interaksi sosial dan budaya digital yang terus direproduksi dalam kehidupan mahasiswa sehari-hari.