Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relasi Kekerabatan Antarbahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau Dari Letak Geografisnya Irham Irham; Arifuddin -
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 6 No 2 (2023): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING )
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v6i2.1451

Abstract

Ilmu bahasa yang menyelidiki dan mengkaji secara ilmiah disebut ilmu linguistik. Ilmu linguistik tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja, melainkan mengkaji seluk-beluk bahasa pada umumnya. Ilmu linguistik dapat mempelajari bahasa secara sinkronis dan diakronis. Studi sinkronis ini bersifat deskriptif, karena linguistik hanya mencoba memberikan gambaran keadaan bahasa menurut apa adanya pada kurun waktu yang terbatas. Secara diakronis, artinya mempelajari bahasa dengan pelbagai aspeknya dan perkembangannya dari waktu ke waktu sepanjang kehidupan bahasa itu. Studi bahasa secara diakronis ini disebut linguistik historis komparatif. Linguistik historis komparatif merupakan cabang linguistik yang mempersoalkan bahasa dalam bidang waktu serta perubahan-perubahan unsur bahasa yang terjadi pada kurun waktu tertentu serta menyelidiki perbandingan suatu bahasa dengan bahasa lain. Penelitian linguistik historis komparatif (LHK) terhadap bahasa-bahasa di wilayah geografis Nusa Tenggara, yang meliputi Bali, NTB, dan NTT telah dilakukan oleh para ahli. Terbukti sejumlah karya tulis berupa disertasi yang menelaah sejarah bahasa-bahasa sekerabat di wilayah tersebut telah dilakukan oleh para ahli. Penelitian bahasa-bahasa di wilayah geografis NTB yang telah ada pada umumnya masih bersifat sendiri-sendiri atau hanya meneliti pada satu bahasa saja atau bahasa-bahasa yang berkerabat saja, sedangkan penelitian ke arah perbandingan bahasa yang tidak berkerabat namun masih dalam satu wilayah geografis masih belum dilakukan secara komprehensif. Berkaitan dengan masalah tersebut, artikel ini akan membahas tentang: ”Relasi Kekerabatan Antarbahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya”
Penggunaan Konseling Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Teknik Self Instructions Untuk Mengurangi Kejenuhan Belajar Peserta didik di SMAN 1 Sanggar Atiatun Rahmania; Nasution Nasution; Nurhayati Nurhayati; Nurrahmania Nurrahmania; Israfil Israfil; Irham Irham
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.4105

Abstract

Kondisi remaja era sekarang yang gandrung menggunakan media sosial telah menyita waktu dan energi. Kondisi tersebut juga menimbulkan kelelahan fisik dan psikis sehingga berdampak pada jenuh dalam kegiatan belaja. Penelitian ini bertujuan membantu menurunkan kejenuhan belajar peserta didik menggunakan CBT teknik self-instructions. Teknik ini, melatih peserta didik untuk mengenali dan menantang pikiran-pikiran yang merugikan, dan menggantinya dengan pernyataan yang lebih konstruktif dan memberdayakan. Tujuan dari penerapan teknik self-instructions adalah untuk meningkatkan motivasi, memperbaiki pola pikir, dan mengurangi perasaan kejenuhan yang dialami selama proses belajar. Kejenuhan belajar adalah kondisi psikologis yang ditandai oleh kebosanan, kehilangan minat, dan penurunan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif teknik single subject design, dengan sampel 10 peserta didik yang di pilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner penilaian diri untuk mengukur tingkat kejenuhan belajar sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan selama enam sesi, di mana peserta didik untuk mengelola pikiran negatif dan meningkatkan motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan signifikan dalam tingkat kejenuhan belajar peserta didik setelah penerapan teknik self-instructions. Rata-rata skor kejenuhan sebelum intervensi adalah 33,4, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 28,8. Hasil analisis statistik menggunakan uji t menunjukkan nilai t sebesar 5,225 dengan p-value < 0,001, yang mengindikasikan bahwa teknik self-instructions efektif untuk mengurangi kejenuhan belajar.