Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI PEMBANGUNAN FISIK MENGATASI PERMASALAHAN BANJIR KELURAHAN SUNGAI PINANG DALAM KOTA SAMARINDA Muhammad Habibi; Arbainah Saidi
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 7, No 2 (2023): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v7i2.9991

Abstract

The purpose of this study was to find out the public's perceptions and the underlying ideas regarding physical development to overcome flood problems in Sungai Pinang Dalam Village, Samarinda City. The results of the study show that the community members give their perception that from year to year there has been no change, even though Probebaya has existed. Physical development under the pretext of drainage arrangements and others, in fact only moved the flood point from one point to another. Flood management by the City Government of Samarinda has not been consistent, not integrated, not integrated and not systematic. According to the public's perception, the arrangement should have started from the SKM estuary on the Mahakam River and then moved towards the outskirts and the border of Samarinda City and the Kutai Kartanegara region, both to the north, west, south and east. Furthermore, the basis for people's perceptions in physical development to overcome flooding in Samarinda City is based on a simple understanding, that the laws of physics where water flows from high areas to low areas. Likewise, if the flow of water is blocked or blocked, or due to space narrowing and siltation, it will cause water to overflow and flow in an unspecified and unpredictable direction, in addition to causing inundation within a certain period of time and even quite a long time, which causes flooding.
Optimizing Administration of Registration and Issuance of Replacement Certificates: Optimasi Administrasi Pendaftaran dan Penerbitan Sertifikat Pengganti Mohammad Fadhil Wibowo; M. Kasim M; Arbainah Saidi; Rusli Rusli
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.11421

Abstract

General Background: The administration of registration, issuance, and delivery of replacement land certificates is a crucial component of land services in Indonesia to ensure legal certainty of land ownership; however, its implementation often faces administrative and technical challenges. Specific Background: At the Samarinda City Land Office, this process includes the registration of the Land Registration Certificate, field inspections, public announcements in mass media, and final certificate delivery, which are largely conducted in accordance with regulations but still encounter obstacles. Knowledge Gap: Empirical studies examining the supporting and inhibiting factors of replacement certificate administration at the city level remain limited. Aims: This study aims to analyze the implementation of replacement certificate administration at the Samarinda City Land Office and identify factors that support and hinder the process. Results: Using a qualitative approach through interviews, observations, and documentation, the study found that integration of the KKP database and adequate human resources were the main supporting factors, while constraints included incomplete applicant documents, lack of survey copies, and ineffective communication between officers and applicants. Novelty: This research provides a detailed empirical overview of the dynamics of replacement certificate administration at the municipal level and emphasizes the importance of active applicant involvement. Implications: Recommendations include enhancing public outreach, strengthening staff capacity, and optimizing land information systems to improve the effectiveness of public services. Highlights: Highlights integration of KKP database as a key enabler. Identifies main obstacles in document completeness and communication. Emphasizes active applicant involvement in speeding up processes. Keywords: Replacement Certificate, Land Administration, Public Service, Legal Certainty
Performance and Determining Factors for the Success of the General Election Commission in the 2024 Elections: Kinerja dan Faktor Penentu Keberhasilan Komisi Pemilihan Umum pada Pemilu 2024 Risna Safariah; Said Zulkifli; Arbainah Saidi; Muhammad Habibi
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.11430

Abstract

General Background: The performance of electoral management bodies, such as the Indonesian General Election Commission (KPU), is crucial for ensuring democratic and high-quality elections. However, challenges in task execution and inter-divisional coordination often affect effectiveness. Specific Background: In Tana Tidung Regency, North Kalimantan, the KPU faces increased workloads ahead of the 2024 simultaneous elections, while staffing and resources remain limited, potentially hindering smooth operations. Knowledge Gap: While studies on KPU performance exist, empirical research specifically examining factors influencing district-level KPU performance in simultaneous elections is scarce. Aims: This study analyzes the performance of KPU Tana Tidung in the 2024 elections, focusing on quality, quantity, responsibility, cooperation, and initiative, and identifying supporting and inhibiting factors. Results: Using Miles and Huberman’s interactive analysis model, findings show that quality was maintained through effective coordination, communication, and leadership, though some tasks were delayed due to disproportionate workloads. Divisional accountability, cross-division collaboration, and proactive staff initiatives supported performance, while constraints included limited human resources, varied educational backgrounds, voter data validation issues, and inadequate infrastructure. Novelty: This research uniquely identifies district-level KPU performance determinants in simultaneous elections, emphasizing inter-divisional synergy and human resource strengthening. Implications: The study highlights the need to increase staffing and capacity, strengthen coordination, and optimize staff initiative to improve future electoral effectiveness and efficiency. Highlights: Identifies district-level factors influencing KPU performance. Emphasizes inter-divisional cooperation and staff initiative. Recommends strengthening human resources and coordination. Keywords: KPU Performance, Tana Tidung, 2024 Elections, Public Administration, Electoral Management
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DI DESA SEPATIN KECAMATAN ANGGANA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA arbainah saidi; m z arifin
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 2 No. 1 (2017): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v2i1.20

Abstract

Potret Partisipasi Perempuan dalam meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Di Desa  Sepatin Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara. Masyarakat  Nelayan Desa Sepatin adalah masyarakat yang tinggal/bermukim di daerah pesisir pantai dan kehidupannya sehari-harinya tergantung pada sumber daya maritim yaitu sebagai pencari ikan.Tujuan penelitian ini menggambarkan kehidupan keluarga nelayan Desa Sepatin, terutama berkaitan kegiatan suami (nelayan) dan partisipasi perempuan/isteri nelayan (gender), dalam menunjang perekonomian keluarga.Fokus penelitian adalah aktivitas/kegiatan nelayan dan partisipasi /perempuan (gender) dalam  meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan Desa Sepatin Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat dijelaskan bahwa kegiatan masyarakat nelayan Desa Sepatin kehidupan sehari-harinya tergantung kepada suami sebagai pencari  ikan yang hasilnya pluktualitif atau tidak menentu tergantung musim. Untuk menunjang perekonomian keluarga  kaum perempuan/isteri nelayan ikut  membantu suami dalam memperoleh pendapatan dengan cara bekerja  sampingan, selain kewajiban mereka mengurus keluarga.Kaum perempuan/isteri nelayan bekerja sampingan, yakni bekerja sebagai pedagang/warung, membuat ikan kering yang dijual secara eceran, namun hasil  pendapatan mereka juga relatif rendah tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari.
PERAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM JABATAN PUBLIK DI KANTOR KELURAHAN AIR HITAM KECAMATAN SAMARINDA ULU KOTA SAMARINDA DJUMAR SEOWITO; ARBAINAH SAIDI; ADRIANUS NAGONG
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 1 (2018): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i1.393

Abstract

ABSTRAKKepemimpinan sebagai kemampuan untuk mendorong sejumlah orang agar bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan yang telah diatur untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan gaya kepemimpinan merupakan ciri khas dari seorang pemimpin yang dapat memaksimalkan atau meningkatkan produktivitas, kepuasan kerja, perkembangan, dan kemampuan untuk menyesuaikan  dengan segala situasi dalam upaya mencapai harapan sesuai dengan visi, misi, dan tujuan. Tujuan penelitian untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Perempuan Dalam Jabatan Publik Di Kantor Kelurahan Air Hitam Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda. Fokus penelitian yaitu kemampuan memotivasi, kemampuan berkomunikasi, kemampuan mengendalikan bawahan, kemampuan mengendalikan emosional, kemampuan mengambil keputusan. Dan untuk mengetahui faktor penghambat dalam kepemimpinan perempuan dalam jabatan publik di Kantor Kelurahan Air Hitam Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptifdengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian kepustakaan, penelitian lapangan, serta mengadakan wawancara untuk mendapatkan informasi yang akurat sesuai dengan kebutuhan peneliti dalam penelitian.Hasil penelitian menujukan bahwa  peran kepemimpinan perempuan dalam jabatan publik belum optimal dalam melakukan pengawasan maka perlu adanya pengawasan yang harus di tingkatkn oleh Lurah Kelurahan Air Hitam agar bawahannya dapat meningkatkan semangat kerjanya.Kata Kunci: Peran, Kepemimpinan Perempuan, Jabatan Publik, Kelurahan Air Hitam Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda. ABSTRACTLeadership as the ability to encourage a number of people to work together in carrying out activities that have been arranged to achieve common goals. While the leadership style is a characteristic of a leader who can maximize or increase productivity, job satisfaction, development, and the ability to adjust to all situations in an effort to achieve expectations in accordance with the vision, mission, and goals. The aim of the study was to find out the role of leadership of women in public positions in the office of Air Hitam Village, Samarinda Ulu Subdistrict, Samarinda City. The focus of the research is the ability to motivate, the ability to communicate, the ability to control subordinates, the ability to control emotions, the ability to take decisions. And to find out the inhibiting factors in women's leadership in public office at Kelurahan Air Hitam Office of Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda. The type of research used in this study is descriptive research with a qualitative approach. Data collection techniques used are library research, field research, and conducting interviews to get accurate information in accordance with the needs of researchers in the study.The results of the study indicate that the role of women's leadership in public office is not optimal in conducting supervision, so there needs to be supervision that must be improved by the Head of the Air Hitam Village so that his subordinates can improve their work morale.Keywords: Role, Women's Leadership, Public Position, Kelurahan Air Hitam Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda.
PERANAN BALAI PELAYANAN PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA (BP3TKI) NUNUKAN DALAM MENYALURKAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) KE MALAYSIA arbainah saidi; arnata pata sarira
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 6 No. 1 (2021): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v6i1.1256

Abstract

Peranan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan dalam menyalurkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peranan serta menjadi faktor pendukung dan penghambat BP3TKI Nunukan dalam menyalurkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia. Hasil penelitian yang di lakukan menunjukkan bahwa peranan BP3TKI Nunukan dapat dilihat dalam beberapa hal seperti: pelayanan yang diberikan kepada PMI sudah cukup memudahkan dalam mengurus segala dokumen dan di dukung dengan sebuah program Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) yang didalamnya terdiri dari beberapa instansi diantaranya; BP3TKI, Disdukcapil, Disnakertrans, Imigrasi, RSUD, dan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam hal penempatan yang dilakukan oleh BP3TKI dimana Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) membawa perjanjian kerja (job order) yang dalam ketentuannya mengatur tentang masa kerja, gaji pekerja, cuti pekerja dan asuransi kerja sehingga ketika ditempatkan PMI tahu mengenai yang menjadi hak selama bekerja, ketiga perlindungan yang diberikan BP3TKI dimulai saat PMI berproses kemudian selama bekerja atau ditempatkan dan saat dipulangkan kekampung halamannya, keempat penyelesaian masalah PMI yang di deportasi dari Malaysia kemudian di proses dan di tampung dan ditanyakan terlebih dahulu mengenai keinginan melanjutkan sebagai PMI atau kembali kekampung halaman. Faktor penghambat peranan BP3TKI Nunukan dalam menyalurkan PMI ke Malaysia seperti: sebagian warga Nunukan menjadikan peluang bisnis untuk merekrut CPMI dan menyeberang secara non prosedural atau ilegal, warga negara yang lahir di Malaysia ketika di deportasi karena tidak memiliki dokumen dan saat ingin dipulangkan kekampung halamannya PMI tersebut tidak mengetahui dimana kampung halamannya karena sudah berada dalam waktu yang cukup lama sekitar 3-4 generasi berada di Malaysia, banyaknya akses ke Malaysia yang sering menyulitkan BP3TKI secara bersama-sama dengan satuan Kepolisian dan TNI AL untuk melakukan pencegahan dan waktu menunggu VISA masuk yang lama sekitar 1 minggu. Faktor pendukung peranan BP3TKI Nunukan dalam menyalurkan PMI ke Malaysia ada beberapa hal seperti di dukung oleh media, P3MI yang tertib, dan dibantu dengan satuan Kepolisian dan TNI AL.
Implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Timur arbainah saidi; Rahmat Sabaru
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 6 No. 2 (2021): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v6i2.1264

Abstract

Implementasi Undang– Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik di Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) KPU Provinsi Kalimantan Timur, melalui alur penyediaan dan pemberian informasi kepada masyarakat. Penelitian ini untuk mengetahui proses mendapatkan serta mengelola data informasi baik itu informasi yang diumumkan secara berkala, informasi serta merta, maupun informasi yang tersedia setiap saat. Secara umum yang telah sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik yaitu pada Pasal 9, 10 dan 11, terkecuali memang ada informasi yang dikecualikan yang tidak bisa disebarluaskan kepada masyarakat. Dalam rangka mewujudkan tujuan dari Good Governance yang salah satunya adalah terwujudnya keterbukaan informasi publik dan kemudahan akses informasi kepada masyarakat dengan cara serta bahasa yang mudah dipahami. Bahwa hasil penelitian dan analisis data diketahui bahwa sebagai salah satu Badan Publik KPU Provinsi Kalimantan Timur melalui PPID dalam memberikan informasi yang dimilikinya kepada masyarakat maupun stakeholder, secara keseluruhan telah melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 dengan dibukanya layanan e-PPID, kemudian penyampaian keterbukaan informasi kepada masyarakat melalui platform sistem media informasi lainnya, serta informasi yang ditempel pada tempat yang telah disediakan di kantor Sekretariat KPU Provinsi Kalimantan Timur setelah mendapat persetujuan atasan PPID KPU Provinsi Kalimantan Timur.
Studi Tentang Standar Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Laham Kabupaten Mahakam Ulu Sirius Paling Irang; Muhammad Kasim; Arbainah Saidi; Ahmad Yani
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 11 No. 1 (2026): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan standar pelayanan publik dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kantor Kecamatan Laham Kabupaten Mahakam Ulu. Pelayanan publik yang baik menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat, dan transparan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan standar pelayanan publik di Kantor Kecamatan Laham serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Camat Laham, Wakil Camat, petugas pelayanan, dan masyarakat Kecamatan Laham. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar pelayanan publik di Kantor Kecamatan Laham telah dilaksanakan berdasarkan prosedur pelayanan, waktu penyelesaian, produk pelayanan, sarana dan prasarana, serta kompetensi petugas pelayanan. Namun, pelaksanaan pelayanan publik masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, jumlah pegawai yang terbatas, serta kondisi geografis wilayah yang cukup sulit dijangkau. Adapun faktor pendukung pelayanan meliputi kerja sama antarpegawai dan adanya pedoman standar pelayanan yang jelas.