Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan WEBANGDA sebagai Media Pembelajaran Digital berbasis Weebly dan Wordwall Materi Bangun Datar Kelas IV Sekolah Dasar Melisa Melisa; Andi Asrafiani Arafah; Sukriadi Sukriadi; Rosita Putri Rahmi; Iksam Iksam; Tri Wahyuningsih
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i2.1618

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah yang dihadapi peserta didik selama pembelajaran yaitu dalam memahami materi bangun datar yang memiliki berbagai macam bentuk bangun datar dan juga dikarenakan minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan bervariasi tentunya pada penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi. Oleh karena itu guru, membutuhkan media pembelajaran digital yang mudah digunakan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran seperti dapat diakses di mana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis website seperti platform weebly dan wordwall. Media pembelajaran tersebut adalah Webangda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan, tingkat kevalidan dan tingkat kepraktisan media pembelajaran Webangda (Website Bangun Datar). Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas IV-A SDN 007 Samarinda Ulu. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini masuk kedalam kategori “sangat valid” yaitu sebesar 88% dari ahli bahasa, 88% dari ahli materi dan 94% dari ahli bahasa. Selanjutnya hasil yang diperoleh dari hasil respon guru dan siswa yang masuk kedalam kategori “sangat praktis”, hasil respon guru sebesar 98%, 91% dari respon siswa skala kecil, dan 88% dari hasil respon siswa skala besar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media Webangda yang dikembangkan valid dan praktis digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF GAMSUYA BERBASIS WORDWALL DAN CANVA MAPEL IPAS DI SD Yulianti Yulianti; Mustamiroh Mustamiroh; Iksam Iksam; Tri Wahyuningsih
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i3.6341

Abstract

Perkembangan teknologi di era society 5.0 khususnya dalam proses pembelajaran guru dapat memvariasikan dengan memanfaatkan permainan namun tidak menghilangkan tujuan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pengembangan media, kelayakan media, dan keefektifan dari media interaktif GAMSUYA berbasis wordwall dan canva. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research & Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahap, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebarluasan (dissemination). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 004 Samarinda Ulu dan objeknya adalah media interaktif GAMSUYA yang dikembangkan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif. Temuan penelitian adalah sebagai berikut: (1) menghasilkan produk yang bernama GAMSUYA, yakni permainan wordwall yang dikombinasikan dengan canva dan disajikan dalam bentuk link; (2) media interaktif GAMSUYA telah memenuhi kriteria kelayakan (kelayakan ahli materi sebesar 93% dan kelayakan ahli media sebesar 89%); (3) media interaktif GAMSUYA telah memenuhi kriteria keefektifan (keefektifan respon peserta didik sebesar 90% dan keefektifan respon guru sebesar 89%). Media interaktif GAMSUYA yang dikembangkan telah memenuhi aspek kelayakan dan keefektifan yang diperuntukkan bagi guru untuk menggunakan media ini untuk siswa kelas IV SDN 004 Samarinda Ulu pada materi keberagaman suku dan budaya di Indonesia.
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Materi Keragaman Budaya Menggunakan Media Baamboozle pada Siswa Kelas IV di Sekolah Dasar Wahyuni Agustin; Iksam Iksam; Rosita Putri Rahmi Haerani; Mustamiroh Mustamiroh
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1780

Abstract

Rendahnya nilai yang diperoleh siswa kelas IV SDN 008 Sungai Kunjang dalam pelajaran Pendidikan Pancasila dikarenakan minimnya pemanfaatan media pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif penggunaan media Baamboozle dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Pancasila khususnya materi keragaman budaya. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pengumpulan data melalui observasi, tes dan dokumentasi. Indikator keberhasilan ditunjukkan dari peningkatan hasil tes formatif pada setiap akhir pertemuan. Teknik analisis data menggunakan rata-rata, persentase dan grafik. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa dari 66,80 pada kondisi awal menjadi 74,46 di siklus pertama, dengan peningkatan hasil belajar sebesar 11,47% dan tingkat ketuntasan sebesar 71,43%. Pada siklus kedua, rata-rata nilai meningkat menjadi 82,14, dengan peningkatan hasil belajar sebesar 22,96% dan tingkat ketuntasan mencapai 85,71%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Baamboozle secara signifikan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Pancasila khususnya materi keragaman budaya.
The Effect of Problem-Based Learning (PBL) through a Deep Learning Approach on Cognitive Learning Outcomes in Science and Social Studies (IPAS) at Elementary School Putri Ferinda; Mustamiroh Mustamiroh; Taufik Hidayat; Iksam Iksam
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i2.1653

Abstract

The low optimization of science and social studies (IPAS) learning outcomes in elementary schools indicates the need for more meaningful and contextual learning models. This study aimed to analyze the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model, using a Deep Learning approach, on fourth-grade students' cognitive learning outcomes. A quantitative, quasi-experimental design was employed. The research subjects comprised 54 students, divided into experimental and control groups. Data were collected using validated and reliable pretest and posttest instruments and analyzed using descriptive statistics, normality and homogeneity tests, N-Gain calculations, and an Independent Samples t-test. The results showed that the experimental class mean score increased from 42.41 to 66.39, while the control class improved from 45.00 to 63.15. The N-Gain score of 0.29 was categorized as low to moderate. Hypothesis testing yielded a p-value of 0.498 (>0.05), indicating no significant difference between the groups. However, the Deep Learning-based PBL model demonstrated a tendency to improve cognitive learning outcomes and has potential for sustainable classroom implementation.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI MODEL STAD DI SEKOLAH DASAR Novandra Netanya; Taufik Hidayat; Iksam Iksam; Tri Wahyuningsih; Muhlis Muhlis
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10933

Abstract

The low level of active involvement and academic achievement of elementary school students in national education material due to the dominance of conventional learning patterns is the background of this research. This problem triggers students' failure to internalize the value of togetherness in a heterogeneous classroom. The focus of this research is to describe the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) Cooperative Learning model in improving learning outcomes in Pancasila Education on the material of respecting the diversity of ethnicities and cultures of the nation. The steps of this Classroom Action Research (CLR) are carried out in two systematic cycles referring to the Kemmis and McTaggart model, including the stages of planning, action implementation, observation, and operational reflection. The research subjects include 28 students of grade IV A at SDN 019 Sungai Kunjang Samarinda with data collection via observation, tests, and documentation. Empirical quantitative data shows a surge in students' classical mastery from pre-cycle conditions of 46% (average 67.14), skyrocketing to 64.3% (average 72.68) in cycle I, and reaching a peak of optimal success of 79% (average 85.71) at the end of cycle II. The main conclusion confirms that the STAD model has proven to be very effective in boosting cognitive achievement while triggering an escalation of students' collaborative activity. Educators are recommended to adopt this group reward scheme as an alternative to improve the quality of basic instruction. ABSTRAK Rendahnya keterlibatan aktif serta capaian akademik siswa sekolah dasar pada materi kebangsaan akibat dominasi pola pembelajaran konvensional melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut memicu kegagalan siswa dalam menginternalisasi nilai kebersamaan di ruang kelas yang heterogen. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi model Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada materi menghargai keragaman suku dan budaya bangsa. Langkah-langkah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) ini dijalankan dalam dua siklus sistematis merujuk model Kemmis dan McTaggart, meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi operasional. Subjek riset mencakup 28 peserta didik kelas IV A di SDN 019 Sungai Kunjang Samarinda dengan pengumpulan data via observasi, tes, dan dokumentasi. Data kuantitatif secara empiris menunjukkan lonjakan ketuntasan klasikal siswa dari kondisi pra-siklus sebesar 46% (rata-rata 67,14), meroket menjadi 64,3% (rata-rata 72,68) pada siklus I, dan mencapai puncak keberhasilan optimal senilai 79% (rata-rata 85,71) di akhir siklus II. Simpulan utama menegaskan bahwa model STAD terbukti sangat efektif mendongkrak pencapaian kognitif sekaligus memicu eskalasi keaktifan kolaboratif siswa. Pendidik direkomendasikan mengadopsi skema penghargaan kelompok ini sebagai alternatif perbaikan mutu instruksional dasariah.