Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Error Analysis on Instiki's Students' Toeic Writing Simulation Test Maria Osmunda Eawea Monny; Evelyn Angelita Pinondang Manurung
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.4922

Abstract

This study aims to find out the grammatical errors in their TOEIC writing simulation test. This is qualitative research that uses Surface Strategy Taxonomy (SST) to examine the errors. The participants of this study are 26 students of Class L – INSTIKI. The results of this study showed that after examining the data using SST based on the data were 3 errors found those are omission with 26 errors (81,3%), addition with 3 errors (9,4%), and misformation with 3 errors (9,4%). These 3 errors have each Sub Kind of Error (SKE), omission with 26 data consisting of missing “to be” with 10 data (38,5%), missing article “the” with 4 data (15,4%), preposition “of” with 2 data (7,7%)), preposition “on” with 2 data (7,7%)), missing pronoun “it” with 1 data (3,8%)), and wrong spelling with 7 data (26,9%)). In addition, there were 3 data consisting of wrong pronouns (redundancy) with 2 data (66,7%), and wrong spelling with 1 data (33,3%). The last one is misformation consisting of 3 data, the error where wrong verb-ing consists of 2 data (66,7%), and wrong verb 2 consists of 1 data (33,3%). The data above shows that omission still has the highest number of errors while addition and misformation share the same number of errors. The omission happened mostly on tenses for example Simple Present Tense, modal verbs, and prepositions. In addition, wrong spelling also still becomes a problem in writing.
Effectiveness Of Using The Application Duolingo To Improve Students’ Writing Skill Maria Osmunda Eawea Monny; Evelyn Angelita Pinondang Manurung
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6617

Abstract

This research was conducted to determine the effectiveness of using the Duolingo application to improve students’ writing skills. The participants of this research are students of INSTIKI who are taking the subject Bahasa Inggris Dasar. The method used was Classroom Action Research and analyzed using Duolingo. The results showed significant progress in the pre-test, implementation, and post-test. The results showed that students writing skills in their application letters have improved much through the number of mistakes/errors. The results of this research have shown that the implementation of AI, especially the application of Duolingo and CAR has a good impact and positive outcomes to improve students’ writing skills. The results of Cycle I and Cycle II have shown that from 5 kinds of mistakes/errors, there were a significantly decreased number of errors that were: 1) prepositions from 20 to 5 errors; 2) agreement of numbers and nouns from 15 to 4 errors; 3) pronouns from 8 to 2 errors; 4) verbs from 20 to 6 errors; and 5) nouns from 20 to 8 errors. As students of IT College, the participants are encouraged to improve their skills in IT and foreign languages especially English. This finding has shown that the implementation of AI like Duolingo for IT Students is relevant to their field of study. in this digitalization era.
Implementasi Game Based Learning Matematika Dalam Minecraft: Bedrock Edition Bagian Resource Pack Putu Agus Rama Abdiyasa; I Kadek Dwi Gandika Supartha; Evelyn Angelita Pinondang Manurung; Made Suci Ariantini; I Wayan Sudiarsa
Jurnal Minfo Polgan Vol. 15 No. 2 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v15i2.16302

Abstract

Matematika seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan dan membosankan bagi siswa sekolah dasar, terutama akibat metode pengajaran konvensional yang bertumpu pada latihan soal berulang menggunakan buku cetak, serta meningkatnya distraksi yang disebabkan oleh penggunaan gawai yang tidak bersifat edukatif. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya motivasi belajar siswa dan kegagalan memanfaatkan keterlibatan alami siswa terhadap teknologi digital dalam konteks pembelajaran yang produktif. Minecraft: Bedrock Edition, salah satu permainan sandbox paling populer di kalangan anak-anak di seluruh dunia, menyediakan ekosistem modifikasi yang fleksibel melalui sistem add-on yang memungkinkan pengembang memodifikasi pengalaman bermain secara mendalam. Penelitian ini berfokus pada pengembangan komponen Resource Pack dari add-on kustom bernama "EduBuddy: Math Adventure" sebagai lapisan visual-interaktif utama yang mengubah pengalaman bermain Minecraft yang berbasis pertempuran menjadi simulasi pengasuhan edukatif yang bersifat prososial. Resource Pack dikembangkan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dan terdiri dari empat kontribusi teknis utama: model tiga dimensi entitas Math Companion dalam tiga fase evolusi Math Egg, Teen Companion, dan Adult Companion yang dibuat di Blockbench dengan geometri morfologis berbeda untuk merepresentasikan progres belajar siswa secara visual; sistem animasi dinamis berbasis Molang Queries yang bereaksi secara kondisional terhadap perubahan nilai Health dan Intelligence Point (IP) entitas secara real-time, antarmuka kuis berbasis ActionForms yang menyajikan soal matematika dari buku Bupena Merdeka kelas 5 di dalam lingkungan permainan, serta sistem umpan balik visual prososial yang menggantikan seluruh partikel kerusakan dan animasi serangan dengan indikator emosi positif berupa partikel hati dan ekspresi tekstur dinamis. Pengujian dilakukan pada 11 siswa kelas 5 SD 2 Santo Yoseph Denpasar menggunakan desain One Group Pretest dan Posttest. Hasil menunjukkan peringkat usabilitas Baik dengan rata-rata skor System Usability Scale sebesar 73,86% dan efektivitas pembelajaran sedang hingga tinggi dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,40, membuktikan bahwa Resource Pack yang dirancang secara purposif dapat berfungsi sebagai jembatan edukatif yang bermakna dan terukur antara mekanik permainan dan hasil belajar matematika.
Aktualisasi Nilai Pancasila: Tantangan Dan Solusi Membangun Budi Pekerti Generasi Z Evelyn Angelita Pinondang Manurung; Maria Osmunda Eawea Monny
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 5 No. 3 (2026): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu (INPRESS)
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cepatnya kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan seiring juga dengan kemajuan teknologi menjadikan aktualisasi nilai Pancasila banyak tantangan. Tantangan eksistensi Pancasila dewasa ini terlihat dari perkembangan sosial yang membawa perubahan pada pola aktifitas generasi muda Indonesia. Perubahan sosial tersebut ditandai dengan perkembangan generasi dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan ilmu pengetahuan dan teknologi setiap generasi. Implementasi akan nilai budi pekerti berlandaskan Pancasila bagi Generasi Z perlu menyesuaikan dengan kebutuhan kaum Generasi Z saat ini. Generasi Z rentan akan pelanggaran nilai etika dan moral. Pandangan akan nilai Pancasila dengan cara yang dinamis dan relevan bagi kaum Generasi Z penting supaya nilai-nilai budi pekerti dalam Pancasila terpatri dalam karakter dan kepribadian kaum Generasi Z. Penelitian ini menggunakan penilitian kualitatif  dengan  metode  pengumpulan  data  sekunder berupa jurnal dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menilik tantangan aktualaisasi nilai Pancasila pada perkembangan sosial Generasi Z serta menemukan solusi untuk menghadapi tantangtan tersebut di tengah perubahan dan kemajuan teknologi saat ini. Pergeseran nilai Pancasila pada kaum generasi Z memerlukan langkah antisipatif agar menguatkan setiap generasi yang berbudi pekerti dan Pancasilais.