p-Index From 2021 - 2026
2.062
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Voering ARIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Kinerja Mesin Diesel Yanmar L-40-E-Dt Terhadap Emisi Gas Buang Surianto Buyung
ARIKA Vol 5 No 2 (2011)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.707 KB)

Abstract

This research studies engine performance influence to exhaust emission of gas as diesel fuel fuel mixture to diesel engine performance. Matters harming in exhaust gas is carbon hydrogen, nitrogen monoxide and monoxide carbon. Assaying is done by using exhaust emission of gas test device at encumbering 750, 1000 and 250 at revolution constant 3000 rpm. From result of assaying shows ever greater of encumbering increasingly boosts up engine energy power hence, the oxygen grade declines. ever greater of usage encumbering of fuel increasingly rising , oxygen grade declines, grade dioxide carbon rising, nitrogen oxide grade also experiences derivation, rising monoxide carbon grade. Transformation of efficiency thermal hardly influences derivation and increase of consisting in chemistry elements in exhaust gas, where oxygen grade, rising carbon dioxide, nitrogen oxide grade downwards. Monoxide carbon yielded by diesel engine Yanmar L-40 exhaust gas equal to 0,1% smaller than 0,3% still in condition permitted, competent to be operated
ANALISIS TENAGA MOTOR PENGGERAK PADA WIPER MOBIL MITSUBISHI L 300 TONAPA, BONFILIO; BUYUNG, SURIANTO
Jurnal Voering Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Voering - Desember 2021
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v6i2.471

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan daya listrik yang dibutuhkan oleh motor wiper pada saat putaran rendah dan putaran tinggi tanpa fluida dan dengan fluida. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah alat stand wiper yang dirancang dan dibuat oleh mahasiswa teknik mesin yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat sebagai acuan dalam mengetahui daya listrik yang di pergunakan sebagai kebutuhan. Fungsi komponen pada sistem wiper dan sebagai berikut: Baterai berfungsi sebagai sumber listrik. Kunci kontak berfungsi memutus dan menyambungkan tegangan listrik ke sistem wiper. fuse berfungsi mencegah arus berlebih ke sistem wiper. Switch wiper berfungsi menghubungkan arus listrik ke motor wiper. Relay intermitttent berfungsi mengontrol aliran arus saat switch wiper pada posisi intermittent. Berdasarkan penelitian dan analisis secara teoritis diperoleh, Daya yang dibutuhkan oleh motor wiper pada pengukuran tanpa fluida untuk putaran rendah sebesar 35,21 Watt di mana tegangan 12,40 Volt, kuat arus 2,84 A, putaran tinggi sebesar 59,15 Watt di mana tegangan 12,40 Volt, kuat arus 4,77 A, sedangkan pada pengukuran dengan fluida untuk putaran rendah sebesar 31,02 watt dimana tegangan 12,36 volt, kuat arus 2,51 A dan putaran tinggi sebesar 40,29 watt, dimana tegangan 12,36 volt kuat arus 3,26 A.
ANALISIS PENGARUH VARIASI SUHU UDARA MASUK DAN PUTARAN MOTOR TERHADAP DURASI PENYEMPROTAN BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR MATIC 4 TAK LERRYCK, ABRAHAM ANGKI; BUYUNG, SURIANTO; PAKAN, YANRI
Jurnal Voering Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Voering - Juli 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i1.484

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dengan cepat, salah satunya pada dunia permesinan. Penggunaan karburator kini mulai digantikan oleh sistem injeksi bahan bakar karena lebih mudah dan menghemat pengguna bahan bakar serta menekan angka polusi udara melalui gas buangan kendaraan yang tinggi. Injeksi bahan bakar atau EFI (Electronic Fuel Injection) adalah sistem injeksi bahan bakar yang dikontrol secara elektronik. Injeksi ini dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih tepat, baik dalam porporsi dan keseragaman. Pada pengujian pengaruh variasi suhu terhadap durasi penyemprotan didapatkan bahwa semakin tinggi dan rendah suhu udara masuk maka konsumsi bahan bakar akan mengalami peningkatan konsumsi bahan bakar. Sedangkan pada pengujian pengaruh variasi putaran mesin terhadap durasi penyemprotan bahan bakar rata- rata durasi penyemprotan memiliki hasil 2.0 ms sampai 3.5 ms, dari putaran mesin 1600 sampai 4000 rpm sehigga semakin tinggi putaran mesin maka durasi penyemprotan akan semakin cepat, dan konsumsi bahan bakar akan meningkat.
PENGARUH VARIASI LUBANG MASUK CETAKKAN TERHADAP HASIL CETAKKAN JIG ATAU UMPAN PANCING PARIRI, MARCEL F.; BUYUNG, SURIANTO
Jurnal Voering Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Voering - Juli 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i1.485

Abstract

Penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh variasi lubang masuk cetakan terhadap hasil cetakan..Untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya maka dilakukan beberapa uji coba dan penelitian terhadap cetakan umpan pancing. Proses pembuatan cetakan dan hasil cetakan adalah tipe cavity, atau cacat pengecoran.yang dibuat di Kota Sorong provinsi Papua Barat. Setelah dilakukan uji coba maka peneliti dapat menarik kesimpulan jika suhu dan posisi penuangan sangat mempengaruhi hasil cetakan. Hasil cetak dengan suhu 500˚C terdapat cacat pengecoran ekor tikus,kekasaran, dan cacat permukaan. Pada suhu 600˚C terdapat cacat ekor tikus, dan kekasaran meluas, dan 700˚C terdapat cacat pengecoran lubang jarum.
RANCANG BANGUN FAN PADA TEROWONGAN ANGIN INANGKAL, MUH. FAJRAH; BUYUNG, SURIANTO; BANNE, MARKUS SAMPE
Jurnal Voering Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Voering - Desember 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i2.589

Abstract

Terowongan angin merupakan suatu alat yang akan dipergunakan dalam suatu pengujian ilmiah untuk mengukur beban angin yang terdapat benda yang di uji pada terowongan angin. Prinsip utama cara kerja terowongan angin yaitu dengan meletakan suatu prototype benda yang akan di uji pada ruang test yang berada pada alat terowongan angin udara yang bergerak dari kontraksi kone masuk yang mengarah ke ruang uji dengan kecepatan laju udara yang teratur sehingga udara tersebut menabrak pada sisi-sisi benda yang akan di uji sehingga membentuk pola aliran yang variatif. Rancang bangun fan pada terowongan angin di tentukan oleh beberapa dasar demi mendukung kinerja kipas yang baik yaitu penentuan jumlah bilah/sudu kipas, dimensi/diameter kipas, serta bahan yang akan dipakai dalam pembuatan kipas. Proses pembuatan kipas pada alat terowongan angin dimana dilakukan secara bertahap sesuai dengan bahan yang di pakai untuk pembuatan fan/kipas, pada tahapan perancangan fan/kipas dipertimbangkan juga dengan perhitungan-perhitungan yang mendasar sehingga menghasilkan fan/kipas yang sesuai dengan kebutuhan pengujian. Konsep perancangan ini bertumpu pada grafik hubungan antara kecepatan laju udara dengan putaran kipas yang berasal dari motor listrik.
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM BODY ELEKTRIK KENDARAAN RODA EMPAT TONAPA, ARIF; BUYUNG, SURIANTO
Jurnal Voering Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Voering - Juli 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i1.813

Abstract

Pendidikan vokasi menerapkan proses pembelajaran dengan lebih mengedepankan metode yang berhubungan langsung dengan alat. Oleh karena itu lembaga pendidikan vokasi membutuhkan media-media pembelajaran selain alat-alat praktek/praktikum yang ada di bengkel/laboratorium. Media pembelajaran yang sangat dibutuhkan untuk program studi tertentu seperti Program studi Teknik Mesin Otomotif adalah media pembelajaran sistem body elektrik baik untuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk merancang dan membuat sebuah unit media pembelajaran sistem kelistrikan body kendaraan atau body elektrik kendaraan roda empat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat sebuah media pembelajaran sistem body elektrik kendaraan roda empat (Avanza). Hasil dari penelitian ini menghasilkan sebuat media pembelajaran sistem kelistrikan body kendaraan atau body elektrik dengan spesifikasi sebagai berikut Tinggi rangka 1650 mm, panjang rangka 1840 mm, lebar rangka 610 mm, memiliki laci dengan ukuran lebar dan panjang yang sama 610 mm dan tinggi 440 mm. Jenis bahan rangka besi hollow, besi siku dan papan berlapis karet. Setelah melakukan pengujian maka semua komponen penerangan dan tanda mobil dapat berfungsi dengan baik.
DESAIN DAN PEMBUATAN TURBIN CROSS-FLOW BASRI, ABDUL AZIZ M.; BUYUNG, SURIANTO
Jurnal Voering Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Voering - Desember 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i2.820

Abstract

Turbin secara umum dapat diartikan sebagai mesin penggerak mula di mana energi fluida kerja yang digunakan langsung memutar roda turbin, fluida kerjanya yaitu berupa air, uap air dan gas. Dengan demikian turbin air dapat diartikan sebagai suatu mesin penggerak mula yang fluida kerjanya adalah air. Pada roda turbin terdapat sudu yaitu suatu konstruksi lempengan dengan bentuk dan penampang tertentu, air sebagai fluida kerja mengalir melalui ruang diantara sudu tersebut, dengan demikian roda turbin akan dapat berputar dan pada sudu akan ada suatu gaya yang bekerja. Gaya tersebut akan terjadi karena ada perubahan momentum dari fluida kerja air yang mengalir diantara sudunya. Sudu hendaknya dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat terjadi perubahan momentum pada fluida kerja air tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui desain dan pembuat turbin cross-flow untuk trainer mikrohidro. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah turbin cross-flow dengan ukuran jumlah sudu 18, tinggi sudu 34 mm, jarak sudu bagian dalam 11 mm, jarak sudu bagian luar, diameter luar turbin 100 mm, diameter dalam turbin 66 mm dan diameter poros turbin 19 mm.
ANALISIS TENAGA MOTOR PENGGERAK PADA WIPER MOBIL MITSUBISHI L 300 TONAPA, BONFILIO; BUYUNG, SURIANTO
Jurnal Voering Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Voering - Desember 2021
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v6i2.471

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan daya listrik yang dibutuhkan oleh motor wiper pada saat putaran rendah dan putaran tinggi tanpa fluida dan dengan fluida. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah alat stand wiper yang dirancang dan dibuat oleh mahasiswa teknik mesin yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat sebagai acuan dalam mengetahui daya listrik yang di pergunakan sebagai kebutuhan. Fungsi komponen pada sistem wiper dan sebagai berikut: Baterai berfungsi sebagai sumber listrik. Kunci kontak berfungsi memutus dan menyambungkan tegangan listrik ke sistem wiper. fuse berfungsi mencegah arus berlebih ke sistem wiper. Switch wiper berfungsi menghubungkan arus listrik ke motor wiper. Relay intermitttent berfungsi mengontrol aliran arus saat switch wiper pada posisi intermittent. Berdasarkan penelitian dan analisis secara teoritis diperoleh, Daya yang dibutuhkan oleh motor wiper pada pengukuran tanpa fluida untuk putaran rendah sebesar 35,21 Watt di mana tegangan 12,40 Volt, kuat arus 2,84 A, putaran tinggi sebesar 59,15 Watt di mana tegangan 12,40 Volt, kuat arus 4,77 A, sedangkan pada pengukuran dengan fluida untuk putaran rendah sebesar 31,02 watt dimana tegangan 12,36 volt, kuat arus 2,51 A dan putaran tinggi sebesar 40,29 watt, dimana tegangan 12,36 volt kuat arus 3,26 A.
ANALISIS PENGARUH VARIASI SUHU UDARA MASUK DAN PUTARAN MOTOR TERHADAP DURASI PENYEMPROTAN BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR MATIC 4 TAK LERRYCK, ABRAHAM ANGKI; BUYUNG, SURIANTO; PAKAN, YANRI
Jurnal Voering Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Voering - Juli 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i1.484

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dengan cepat, salah satunya pada dunia permesinan. Penggunaan karburator kini mulai digantikan oleh sistem injeksi bahan bakar karena lebih mudah dan menghemat pengguna bahan bakar serta menekan angka polusi udara melalui gas buangan kendaraan yang tinggi. Injeksi bahan bakar atau EFI (Electronic Fuel Injection) adalah sistem injeksi bahan bakar yang dikontrol secara elektronik. Injeksi ini dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih tepat, baik dalam porporsi dan keseragaman. Pada pengujian pengaruh variasi suhu terhadap durasi penyemprotan didapatkan bahwa semakin tinggi dan rendah suhu udara masuk maka konsumsi bahan bakar akan mengalami peningkatan konsumsi bahan bakar. Sedangkan pada pengujian pengaruh variasi putaran mesin terhadap durasi penyemprotan bahan bakar rata- rata durasi penyemprotan memiliki hasil 2.0 ms sampai 3.5 ms, dari putaran mesin 1600 sampai 4000 rpm sehigga semakin tinggi putaran mesin maka durasi penyemprotan akan semakin cepat, dan konsumsi bahan bakar akan meningkat.
PENGARUH VARIASI LUBANG MASUK CETAKKAN TERHADAP HASIL CETAKKAN JIG ATAU UMPAN PANCING PARIRI, MARCEL F.; BUYUNG, SURIANTO
Jurnal Voering Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Voering - Juli 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i1.485

Abstract

Penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh variasi lubang masuk cetakan terhadap hasil cetakan..Untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya maka dilakukan beberapa uji coba dan penelitian terhadap cetakan umpan pancing. Proses pembuatan cetakan dan hasil cetakan adalah tipe cavity, atau cacat pengecoran.yang dibuat di Kota Sorong provinsi Papua Barat. Setelah dilakukan uji coba maka peneliti dapat menarik kesimpulan jika suhu dan posisi penuangan sangat mempengaruhi hasil cetakan. Hasil cetak dengan suhu 500ËšC terdapat cacat pengecoran ekor tikus,kekasaran, dan cacat permukaan. Pada suhu 600ËšC terdapat cacat ekor tikus, dan kekasaran meluas, dan 700ËšC terdapat cacat pengecoran lubang jarum.