Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

RANCANG BANGUN FAN PADA TEROWONGAN ANGIN INANGKAL, MUH. FAJRAH; BUYUNG, SURIANTO; BANNE, MARKUS SAMPE
Jurnal Voering Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Voering - Desember 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i2.589

Abstract

Terowongan angin merupakan suatu alat yang akan dipergunakan dalam suatu pengujian ilmiah untuk mengukur beban angin yang terdapat benda yang di uji pada terowongan angin. Prinsip utama cara kerja terowongan angin yaitu dengan meletakan suatu prototype benda yang akan di uji pada ruang test yang berada pada alat terowongan angin udara yang bergerak dari kontraksi kone masuk yang mengarah ke ruang uji dengan kecepatan laju udara yang teratur sehingga udara tersebut menabrak pada sisi-sisi benda yang akan di uji sehingga membentuk pola aliran yang variatif. Rancang bangun fan pada terowongan angin di tentukan oleh beberapa dasar demi mendukung kinerja kipas yang baik yaitu penentuan jumlah bilah/sudu kipas, dimensi/diameter kipas, serta bahan yang akan dipakai dalam pembuatan kipas. Proses pembuatan kipas pada alat terowongan angin dimana dilakukan secara bertahap sesuai dengan bahan yang di pakai untuk pembuatan fan/kipas, pada tahapan perancangan fan/kipas dipertimbangkan juga dengan perhitungan-perhitungan yang mendasar sehingga menghasilkan fan/kipas yang sesuai dengan kebutuhan pengujian. Konsep perancangan ini bertumpu pada grafik hubungan antara kecepatan laju udara dengan putaran kipas yang berasal dari motor listrik.
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM BODY ELEKTRIK KENDARAAN RODA EMPAT TONAPA, ARIF; BUYUNG, SURIANTO
Jurnal Voering Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Voering - Juli 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i1.813

Abstract

Pendidikan vokasi menerapkan proses pembelajaran dengan lebih mengedepankan metode yang berhubungan langsung dengan alat. Oleh karena itu lembaga pendidikan vokasi membutuhkan media-media pembelajaran selain alat-alat praktek/praktikum yang ada di bengkel/laboratorium. Media pembelajaran yang sangat dibutuhkan untuk program studi tertentu seperti Program studi Teknik Mesin Otomotif adalah media pembelajaran sistem body elektrik baik untuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk merancang dan membuat sebuah unit media pembelajaran sistem kelistrikan body kendaraan atau body elektrik kendaraan roda empat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat sebuah media pembelajaran sistem body elektrik kendaraan roda empat (Avanza). Hasil dari penelitian ini menghasilkan sebuat media pembelajaran sistem kelistrikan body kendaraan atau body elektrik dengan spesifikasi sebagai berikut Tinggi rangka 1650 mm, panjang rangka 1840 mm, lebar rangka 610 mm, memiliki laci dengan ukuran lebar dan panjang yang sama 610 mm dan tinggi 440 mm. Jenis bahan rangka besi hollow, besi siku dan papan berlapis karet. Setelah melakukan pengujian maka semua komponen penerangan dan tanda mobil dapat berfungsi dengan baik.
DESAIN DAN PEMBUATAN TURBIN CROSS-FLOW BASRI, ABDUL AZIZ M.; BUYUNG, SURIANTO
Jurnal Voering Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Voering - Desember 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i2.820

Abstract

Turbin secara umum dapat diartikan sebagai mesin penggerak mula di mana energi fluida kerja yang digunakan langsung memutar roda turbin, fluida kerjanya yaitu berupa air, uap air dan gas. Dengan demikian turbin air dapat diartikan sebagai suatu mesin penggerak mula yang fluida kerjanya adalah air. Pada roda turbin terdapat sudu yaitu suatu konstruksi lempengan dengan bentuk dan penampang tertentu, air sebagai fluida kerja mengalir melalui ruang diantara sudu tersebut, dengan demikian roda turbin akan dapat berputar dan pada sudu akan ada suatu gaya yang bekerja. Gaya tersebut akan terjadi karena ada perubahan momentum dari fluida kerja air yang mengalir diantara sudunya. Sudu hendaknya dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat terjadi perubahan momentum pada fluida kerja air tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui desain dan pembuat turbin cross-flow untuk trainer mikrohidro. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah turbin cross-flow dengan ukuran jumlah sudu 18, tinggi sudu 34 mm, jarak sudu bagian dalam 11 mm, jarak sudu bagian luar, diameter luar turbin 100 mm, diameter dalam turbin 66 mm dan diameter poros turbin 19 mm.
ANALISIS KAPASITAS PRODUKSI ALAT PENCACAH LIMBAH ORGANIK BERPENGGERAK MOTOR BENSIN 6,5 HP Surianto Buyung; KLARITA MIRINDA SUGIARTO
Jurnal Voering Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Voering - Juli 2024
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/d84qvk81

Abstract

Alat pencacah saat ini sudah banyak diproduksi untuk memudahkan pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos. Pendidikan Tinggi Vokasi juga membentuk peserta didik yang mulai memikirkan pentingnya berinovasi merancang dan membuat alat pencacah limbah organik berpenggerak motor bensin untuk membantu masyarakat mengolah limbah organik yang diolah menjadi pupuk kompos. Alat pencacah yang dirancang dan dibuat diharapkan dapat bekerja dengan baik, mampu mencacah jenis-jenis limbah organik dalam bentuk yang kasar dan halus. Kapasitas produksi memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan kerja. Mengoptimalkan aspek ini bukan hanya tentang meningkatkan jumlah output, tetapi juga tentang menyusun proses yang efisien dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas kerja, pemakaian bahan bakar dan keseragaman hasil pencacahan alat pencacah limbah organik berpenggerak motor bensin.  Hasil dari penelitian ini adalah kapasitas kerja mesin pencacah untuk mencacah limbah sampah rumput sebesar 208,633 kg/jam sedangkan untuk mencacah limbah sampah sayuran sebesar 321,428 kg/jam. Pemakaian bahan bakar mesin pencacah untuk mencacah limbah sampah rumput sebesar 2,158 lt/jam sedangkan untuk mencacah limbah sampah sayuran sebesar 0,496 lt/jam. Keseragaman hasil dari mesin pencacah limbah sampah  rumput sebesar 91,37%, dan limbah sampah sayuran sebesar 99,44%.
ANALISIS KECEPATAN PENGISIAN UDARA PADA KOMPRESOR BERKAPASITAS  0,15 m3 Surianto Buyung
Jurnal Voering Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Voering - Desember 2024
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/wfs5rm15

Abstract

Kompresor adalah suatu perangkat mekanis atau elektrik yang dirancang untuk meningkatkan tekanan atau kepadatan suatu zat, seperti udara atau gas, dengan mengurangi volume zat tersebut. Kompresor bisa bekerja, biasanya menggunakan mesin bensin atau mesin diesel sebagai tenaga penggeraknya. Kompresor itu sendiri memiliki kecepatan dalam proses pengisian. Lebih sederhananya disebut dengan siklus kerja kompresor yang berbeda pula tergantung jenis kompresor yang dipakai. Dimana ada jumlah waktu untuk mengisi atau memuat dan ada jumlah waktu untuk istrahat. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena siklus kerja memengaruhi seberapa banyak udara yang dapat dihasilkan kompresor selama periode waktu tertentu. Jika menggunakan banyak udara selama bekerja, sementara kompresor udara dengan siklus kerja yang cukup atau kurang mungkin tidak dapat memenuhi total penggunaan udara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tekanan maksimal angin dan kecepatan pengisian udara pada kompresor berkapasitas 0,15 m3.  Hasil dari penelitian ini adalah Tekanan udara maksimal kompresor yang ditettapkan sebesar 8 Bar dan Laju kecepatan pengisian udara pada kompresor berkapasitas 0,15 m3 didapati terjadi penurunan saat tekanan pada pressure gauge meningkat dari volume 0,0020 m3 pada tekanan 6 Bar  menjadi 0,0017 m3 pada tekanan 8 Bar. Sesuai dengan pernyataan hukum Boyle yang dimana jika tekanan gas meningkat, volume gas akan berkurang secara proposional, dan sebaliknya
RANCANG BANGUN RANGKA MESIN PRESS 50 TON TIPE MANUAL Surianto Buyung
Jurnal Voering Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Voering Juli 2025
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/f48x8g78

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini menuntut peneliti untuk terus mengembangkan kemampuan meneliti dan menghasilkan karya ilmiah-karya ilmiah khususnya dibidang perancangan. Membeli sebuah peralatan baru tentunya membutuhkan dana atau biaya yang besar, oleh karena itu karya perancangan menjadi bagian yang sangat penting bagi peneliti. Laboratorium Teknik Mesin Politeknik Saint Paul Sorong ada beberapa mesin produksi dan mesin perkakas yang juga dapat membantu mahasiswa teknik mesin dalam melaksanakan praktikum tentang permesinan. Walaupun telah banyak jenis mesin produksi dan mesin perkakas di Lab teknik mesin Politeknik Saint Paul sorong, namun mesin press hidrolik belum tersedia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat rangka sebuah mesin press 50 ton tipe manual dan menganalisis kekuatan rangka tersebut.  Hasil dari penelitian ini adalah sebuah rangka mesin press dengan spesifikasi rangka tinggi rangka 1,7 m; lebar rangka 1 m; panjang kaki meja 1 m; dengan bahan besi U 200 mm x 80 mm dan besi siku 60 mm x 60 mm. Tegangan yang dialami meja rangka sebesar 198,74 MPa dan mengalami defleski atau lendutan sebesar 1,55 mm.
ANALISIS PENGARUH PENYETELAN TEKANAN NOZZLE TERHADAP PUTARAN DAN DAYA MESIN DIESEL 4 SILINDER TIPE IN LINE Surianto Buyung
Jurnal Voering Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Voering - Desember 2025
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/zajqsk34

Abstract

Kunci utama dari efisiensi dan performa optimal mesin diesel terletak pada sistem injeksi bahan bakarnya. Meskipun teori dasar mengenai sistem injeksi telah banyak diketahui, karakteristik penurunan atau peningkatan performa spesifik pada mesin diesel 4 silinder tipe in-line akibat variasi tekanan nozzle perlu diuji dan dianalisis secara empiris. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh penyetelan variasi tekanan nozzle terhadap putaran mesin dan daya yang dihasilkan, sehingga dapat ditemukan nilai penyetelan variasi tekanan nozzle yang paling optimal untuk menghasilkan performa mesin yang maksimal. Metode yang digunakan adalah eksperimen untuk mendapatkan nilai putaran dan menghitung nilai daya indikator. Hasil penelitian adalah performa tertinggi (baik dari segi putaran maupun daya) dicapai pada kondisi Tekanan Rendah (150 bar) dengan menggunakan jarak tuas gas (20 mm), yang menghasilkan putaran 2216 rpm dan daya 65,2 kW. Sebaliknya, penurunan performa paling ekstrem terjadi pada Tekanan Tinggi (200 bar) dengan jarak tuas gas (10 mm), di mana sistem hanya mampu berputar sebesar 951 rpm dengan daya drop hingga 27,9 kW. Secara keseluruhan, jika sistem ini dirancang untuk mencari efisiensi putaran dan daya yang maksimal, maka penggunaan jarak tuas gas yang lebih besar (20 mm) pada tekanan operasional yang terkendali (rendah-menengah) adalah opsi yang paling ideal.
PENENTUAN URUTAN KOMPONEN UNTUK PROSES PERAKITAN PISTON Nelce D. Muskita; Surianto Buyung; Yolanda J. Lewerissa
SOSCIED Vol 9 No 1 (2026): SOSCIED - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/5m5cyv80

Abstract

The objective of Design for Assembly is to optimize the assembly process by minimizing or reducing the time required for assembly. Materials used in each component, as well as the sequence in which the parts are handled and inserted, have a significant impact at formation the angles of α (alpha) and β (beta). These angles serve as reference points for determining the allotment assembly time for a component. Calculation process begins by determining the number of pieces (N) and variety of component (n) at the product to be assembled. The factors that significantly influence the arrangement of components during handling, insertion, and fastening processes are determined. Handling complexity factor is the factors affecting the handling process (Ch), while insertion complexity factor is the factors influencing the insertion process (Ci). Product Complexity Index (CIproduct) and the assembly process complexity (Cassembly process) from the product to be assembled can be calculated, where lower values indicating easier assembly and shorter assembly time, recommendations and suggestions to relevant parties.