Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Lingkungan Keluarga, Kemandirian Belajar, dan Media Belajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa di MI Babussalam Krian Sidoarjo Alfiatul Izzati Irawan; Nelud Darajaatul Aliyah; Didit Darmawan
Journal on Education Vol 6 No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i3.5436

Abstract

In learning activities, motivation can be interpreted as the force that drives student learning activities. This motivation becomes a driving factor within students which drives the learning process which ensures the continuity of learning activities and provides the necessary direction so that the students' desired goals can be achieved. For this reason, this research focuses on the influence of the family environment, learning independence, and learning media on student learning motivation at MI Babussalam, Krian, Sidoarjo. With a population of 650 MI Babussalam students, this research used a sample of 90 grade 6 students. Sampling was carried out randomly to ensure the representativeness of the sample in the larger population. By using a quantitative research design, this research aims to measure and analyze the influence of these variables on student learning motivation. This research produces findings that the family environment, learning independence, and learning media have a significant effect on student learning motivation at MI Babussalam, Krian, Sidoarjo. A conducive family environment, the level of student learning independence and varied learning media can increase student learning motivation at MI Babussalam. These results provide a better understanding of the factors that need to be considered in increasing student learning motivation at the Madrasah Ibtidaiyah level.
Pengaruh Motivasi Belajar, Fasilitas Belajar dan Disiplin Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa MTss Al Azhar Tanjungbumi Bangkalan Zainal Abidin; Nelud Darajaatul Aliyah; Didit Darmawan
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.6339

Abstract

In order to realize good learning achievement, teachers as educators are expected to have good learning motivation within themselves as well as the supporting capacity of learning facilities for the teacher, as well as improving student learning discipline well. This research has a very important and relevant aim, especially in the context of improving the quality of education at MTsS AL AZHAR Paseseh, Tanjungbumi District, Bangkalan Regency. This research uses a quantitative approach that will be used in this research to measure the influence of variables such as learning motivation, learning facilities, and learning discipline on student learning achievement. Based on this research, it can be concluded that there is a significant correlation between learning motivation, learning facilities, and learning discipline and student learning achievement at MTsS AL AZHAR Tanjungbumi Bangkalan.
Penerapan Kegiatan Keagamaan melalui Khataman Qur’an di Masjid Istiqomah Griyo Mapan Sentosa Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo sebagai Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Sunan Giri Surabaya Alfiyatur Rizkiyah; Ana Arifiana; Eli Masnawati; Eli Retnowati; Nelud Darajaatul Aliyah; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi; Didit Darmawan; Jahroni Jahroni; Ikhwanuddin Ikhwanuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2023): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v5i3.451

Abstract

Real Work Lecture (KKN) activities are the role of students in implementing the khataman qur'an form of community service. The Real Work Lecture (KKN) of Sunan Giri Surabaya University group nineteen was held at the Griyo Mapan Sentosa Mosque Foundation, Waru District, Sidoarjo Regency. The Sunan Giri Surabaya University KKN team took an educational work program related to religion at the Griyo Mapan Sentosa Mosque Foundation. Religious knowledge must be fostered from a young age, activities in this religious field are carried out and will always exist in the lives of local people in the Griyo Mapan Sentosa Mosque Foundation area, Waru District, Sidoarjo Regency. This study uses qualitative methods and uses observation techniques and data collection by documenting activities that have been carried out. This program can be carried out well because students are able to establish good relationships with Griyo Mapan Sentosa residents and empower themselves.
Tadarus Gen-Z : Gerakan Membangun Ulang Rasa Cinta Generasi Muda Kepada Al-Qur’an dalam Bulan Ramadhan Di Musholla An-Nur Wonocolo Nelud Darajaatul Aliyah; Nabella Enita Putri Firnanda; Ayda Fitria Balqis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1115

Abstract

Di era digital ini yang serba cepat, masalah yang sering di hadapi oleh generasi muda ialah penurunan minat membaca al-qur’an. Aktivitas tadarus Al-Quran di Musholla An-Nur Wonocolo, Surabaya memiliki potensi besar untuk melakukan peran ini karena berada di pusat aktifitas keagamaan di kalangan santri putri. Dengan dilaksanakannya kegiatan tadarus Al- Quran memberikan wadah khusus bagi generasi muda agar lebih fokus pada tadarus Al- Quran sebagai cara untuk mencegah pengurangan nilai-nilai religius dan moral di masyarakat. Aktivitas ini memakai metode Penelitian Participatory Action Research (PAR) yang bertujuan untuk belajar dalam mengatasi isu-isu serta memenuhi kebutuhan nyata masyarakat. Selain itu, juga berfokus pada penciptaan pengetahuan dan proses transformasi sosial dalam konteks agama. Dengan adanya aktivitas tadarus al-qur’an dan pembelajaran tajwid pada bulan ramadhan yang diadakan oleh tim pengabdi di musholla Wonocolo dapat meningkatkan kemampuan generasi muda ketika membaca al-qur’an yang menekankan fasaha dan tajwid. Aktivitas ini bukan hanya mengembangkan kualitas bacaan al-qur’an, tetapi juga membantu meningkatkan kesadaran agama dan minat generasi muda menjadi lebih aktif dengan aktivitas tadarus al-qur’an pada bulan ramadhan. Seiring perkembangan waktu, aktivitas tadarus al-qur'an juga mengalami banyak pembaruan positif, seperti kemampuan untuk lebih dekat kepada Allah, membaca al-qur'an dengan benar selaras dengan pengucapan makhrijul huruf, sifat-sifat huruf, serta tajwid. Hal ini penting karena tidak semua santri memiliki tingkat kemampuan yang sama dalam pelafalan, sehingga akan ada variasi dalam setiap huruf yang diucapkan. Kegiatan tadarus ternyata memberikan dampak positif yang besar di tengah era penurunan minat generasi muda terhadap kegiatan tadarus al-qur’an yang terjadi saat ini
INTEGRASI KEILMUAN DALAM PEMIKIRAN KH. ABDUL WAHID HASYIM Nelud Darajaatul Aliyah
Hijri Vol 14, No 2 (2025): HIJRI (Author Geographical Coverage: Turkey and Indonesia)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/hijri.v14i2.27884

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun peradaban dan membentuk kualitas sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berdaya saing. Namun, dalam perjalanan sejarahnya, pendidikan Islam di Indonesia pernah mengalami marginalisasi akibat kebijakan kolonial serta kuatnya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Kondisi ini mendorong lahirnya gagasan pembaruan pendidikan Islam pada awal abad ke-20, salah satunya melalui pemikiran dan kiprah KH. Abdul Wahid Hasyim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Kyai Wahid Hasyim dalam pembaruan pendidikan Islam serta konsep integrasi ilmu yang ia gagas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan menelaah biografi, pemikiran, dan kebijakan pendidikan Kyai Wahid Hasyim, baik saat berkiprah di pesantren, organisasi Nahdlatul Ulama, maupun ketika menjabat sebagai Menteri Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaruan pendidikan Islam yang dilakukan Kyai Wahid meliputi modernisasi kurikulum dan metode pembelajaran pesantren, pengembangan madrasah di lingkungan NU, serta pendirian dan penguatan lembaga pendidikan Islam formal seperti PGA dan PTAIN. Pembaruan tersebut dilandasi oleh gagasan integrasi ilmu, yaitu penyatuan ilmu agama dan ilmu umum dalam satu kerangka pendidikan yang utuh dan saling melengkapi. Pemikiran ini bertujuan untuk menghapus dikotomi keilmuan dan menyiapkan lulusan pendidikan Islam yang tidak hanya religius secara spiritual, tetapi juga kompeten secara intelektual dan sosial. Dengan demikian, gagasan Kyai Wahid Hasyim menjadi fondasi penting bagi pengembangan pendidikan Islam yang adaptif, dinamis, dan relevan dalam menghadapi tantangan perubahan zaman dan globalisasi.
Penguatan Kesadaran Kebersihan Mahasiswa melalui Program Penghijauan Kampus Berbasis Participatory Action Research (PAR) Muhammad Zakki; Nuroniyah; Mujito; Mohamad Farid; Nelud Darajaatul Aliyah
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1982

Abstract

Kebersihan dan penghijauan kampus merupakan elemen penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman, namun kondisi faktual menunjukkan masih rendahnya kesadaran dan keterlibatan mahasiswa dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran, partisipasi, dan perubahan sikap mahasiswa terhadap kebersihan melalui program penghijauan kampus berbasis Participatory Action Research (PAR). Kegiatan dilaksanakan selama empat hari dengan melibatkan mahasiswa secara aktif dalam kerja bakti, penanaman tanaman hias, serta pengelolaan sampah sederhana. Metode PAR diterapkan melalui tahapan perencanaan, aksi, observasi, dan refleksi bersama peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan kebersihan, ditandai dengan keterlibatan aktif lebih dari 80% peserta dalam seluruh rangkaian kegiatan. Selain itu, terjadi perubahan kondisi lingkungan kampus, yaitu berkurangnya area kotor dan terciptanya ruang hijau yang lebih tertata dan asri. Secara sikap, mahasiswa menunjukkan peningkatan kepedulian dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan, yang tercermin dari inisiatif menjaga kebersihan pascakegiatan. Program ini juga memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kampus. Dengan demikian, program penghijauan berbasis PAR efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan.