Azyra Fitria Amalika
Universitas Pasundan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kolaborasi Sekolah dan Masyarakat dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Ayu Anugerah; Arifin Ahmad; Yessika Ersa; Nandang Triana Rivaldi; Fadilah Ramadani; Azyra Fitria Amalika; Chitra Sry Rahayu
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.6182

Abstract

Para orang tua dan guru menghadapi tantangan besar dalam membangun budaya literasi membaca di kalangan siswa. Membaca buku sangat penting, namun minat membaca yang rendah pada siswa dapat berdampak negatif pada hasil belajar mereka. Oleh karena itu, kerjasama antara orang tua dan guru sangat diperlukan untuk meningkatkan minat membaca siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kolaborasi antara orang tua dan guru dalam mengembangkan literasi membaca. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui analisis dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat membaca yang rendah disebabkan oleh pengaruh gadget dan kurangnya bimbingan dari orang tua. Upaya yang dilakukan oleh orang tua dan guru untuk meningkatkan minat membaca siswa meliputi program majalah dinding, memberikan motivasi tentang pentingnya membaca, bimbingan dari orang tua, menghadirkan buku di perpustakaan, dan membuat pohon literasi di sekolah.
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN APLIKASI BAAMBOOZLE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS Azyra Fitria Amalika; Siti Maryam Rohimah; Siti Sholiha Nurfaidah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12553

Abstract

The sluggish learning interest and high levels of academic anxiety among students due to the rigid presentation of geometry material isolated from sociocultural realities are the background of this research. These obstacles trigger students' failure to visualize spatial figures independently in school mathematics learning. The main focus of this study is to explore the manifestation of ethnomathematics and the similarities of geometric shapes in traditional culinary products, namely the West Javanese kue blok (block cake) and the metal bars of the saron gamelan instrument. The steps of this descriptive qualitative research with an ethnographic approach are operated through purposive sampling involving traditional craftsmen and outlet owners. The actual data collection procedure is collected in depth through participatory observation techniques, semi-structured interviews, and structured documentation, which are then processed using an interactive analysis model including data reduction, presentation, and drawing conclusions. The research findings show that the making of kue blok reflects the three-dimensional dimensions of the block, the linear equation of the recipe, and the philosophical value of simplicity. Meanwhile, the anatomy of the saron contains the geometric concepts of the plane plane of the trapezoid, rectangle, and the transformation of mechanical energy into acoustic vibrations of the pitch precisely. The main conclusion confirms that contextualizing mathematics based on local Indonesian wisdom has proven effective in boosting intellectual agility while supporting the sustainable preservation of national cultural heritage. Educational practitioners are recommended to design daily lesson plans that consistently optimize real-world objects around the classroom. ABSTRAK Kelesuan minat belajar serta tingginya tingkat kecemasan akademik peserta didik akibat penyajian materi geometri yang kaku dan terisolasi dari realitas sosiokultural melatarbelakangi penelitian ini. Hambatan tersebut memicu kegagalan siswa dalam memvisualisasikan bangun ruang secara mandiri pada pembelajaran matematika sekolah. Fokus utama kajian ini adalah mengeksplorasi manifestasi etnomatematika dan kesamaan bentuk geometri pada produk kuliner tradisional kue balok khas Jawa Barat dan bilah logam instrumen gamelan saron. Langkah-langkah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi ini dioperasikan melalui penarikan sampel secara purposive yang melibatkan pengrajin adat dan pemilik outlet. Prosedur pengumpulan data aktual dihimpun secara mendalam lewat teknik observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi terstruktur, yang selanjutnya diolah menggunakan model analisis interaktif meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembuatan kue balok merefleksikan dimensi tiga dimensi balok, persamaan linier resep, dan nilai filosofis kesederhanaan. Sementara itu, anatomi saron mengandung konsep geometri bidang datar trapesium, persegi panjang, serta transformasi energi mekanik menjadi getaran akustik laras nada secara presisi. Simpulan utama menegaskan bahwa kontekstualisasi matematika berbasis kearifan lokal nusantara terbukti efektif mendongkrak ketangkasan intelektual sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya nasional secara berkelanjutan. Praktisi pendidikan direkomendasikan merancang rencana pelaksanaan pembelajaran harian dengan mengoptimalkan benda nyata di sekitar ruang kelas secara konsisten.