Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Determinasi Work-Life Balance Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Tenaga Medis Pada Klinik Cisanca Nurhaeni Sikki; Bobi Ahmad Sahid; Marizqa L Dinie; Cindya Dhamaranti; Rafi Ramadhan; Selvi Manete
YUME : Journal of Management Vol 9, No 3 (2026)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yume.v9i3.12593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance terhadap produktivitas kerja tenaga medis di Klinik Cisanca. Di tengah tuntutan layanan kesehatan yang tinggi, keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi menjadi faktor krusial. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 40 tenaga medis (perawat, bidan, dan staf penunjang). Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance memiliki determinasi signifikan terhadap peningkatan produktivitas kerja. Temuan ini menegaskan bahwa fleksibilitas waktu dan dukungan organisasi mampu menurunkan tingkat stres kerja, yang pada gilirannya mengoptimalkan kualitas layanan pasien. Kesimpulan penelitian ini memberikan rekomendasi bagi manajemen klinik untuk mengadopsi kebijakan kerja yang adaptif demi keberlanjutan performa organisasi. Kata Kunci: Work-Life Balance, Produktivitas Kerja, Tenaga Medis, Manajemen SDM Kesehatan.
Efektivitas Implementasi Pendaftaran Pasien Berbasis Digital Dalam Meningkatkan Efisiensi Pelayanan Rawat Jalan : Literature Review Ahari Ahari; Mentari Kadang; Nurhaeni Sikki
Bata Ilyas Journal of Accounting Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/bijac.v7i2.12773

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan rumah sakit. Salah satu implementasinya adalah penerapan sistem pendaftaran pasien berbasis digital yang bertujuan mempermudah proses registrasi, mengurangi waktu tunggu, serta meningkatkan efektivitas pelayanan rawat jalan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi pendaftaran pasien berbasis digital dalam meningkatkan efisiensi pelayanan rawat jalan. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Proses analisis dilakukan melalui identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis terhadap literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi sistem pendaftaran pasien berbasis digital memberikan berbagai manfaat, antara lain mempercepat proses registrasi, mengurangi antrean di loket pendaftaran, meningkatkan efisiensi kerja petugas administrasi, serta meningkatkan kemudahan akses dan kepuasan pasien. Namun, implementasi sistem masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan literasi digital pengguna, gangguan jaringan internet, dan integrasi sistem informasi yang belum optimal. Oleh karena itu, optimalisasi infrastruktur teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta edukasi kepada masyarakat diperlukan untuk mendukung keberhasilan implementasi sistem pendaftaran digital secara berkelanjutan. Dengan demikian, sistem pendaftaran pasien berbasis digital berpotensi menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan efisiensi pelayanan rawat jalan di rumah sakit.Digital transformation in healthcare services has become one of the key strategies to improve the efficiency and quality of hospital services. One of its implementations is the adoption of a digital patient registration system, which aims to simplify the registration process, reduce waiting times, and enhance the efficiency of outpatient services This study aimed to analyze the effectiveness of implementing a digital patient registration system in improving the efficiency of outpatient services. This study employed a literature review method by examining scientific articles published between 2020 and 2025. The analysis was conducted through the processes of literature identification, selection, evaluation, and synthesis. The findings indicate that the implementation of a digital patient registration system provides several benefits, including faster registration processes, reduced queues at registration counters, improved administrative efficiency, and increased accessibility and patient satisfaction. However, several challenges remain, such as limited digital literacy among users, internet network disruptions, and suboptimal integration of health information systems. Therefore, optimizing technological infrastructure, improving the competencies of healthcare personnel, and enhancing public education are essential to support the sustainable implementation of digital patient registration systems. Overall, digital patient registration systems have considerable potential to improve the efficiency of outpatient healthcare services in hospitals.Kata kunci: pendaftaran pasien digital, pelayanan rawat jalan, efisiensi pelayanan, transformasi digital, sistem informasi rumah sakit.
Hubungan Komunikasi Efektif Dengan Etika Profesi Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit: Literature Review Nurhaeni Sikki; Anindita Ratna Kusumajati; Dessy Yenni; Erfia Aidiani; Laras Kesuma Wardani; Yurika Martina; Mariany Mery Limbong
Bata Ilyas Journal of Accounting Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/bijac.v7i2.12774

Abstract

Komunikasi efektif merupakan salah satu kompetensi utama tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan komunikasi efektif dengan etika profesi tenaga kesehatan di rumah sakit menggunakan metode literature review. Penelusuran artikel dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Garuda, dan DOAJ pada publikasi tahun 2016–2026. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa komunikasi efektif berhubungan dengan penerapan etika profesi, peningkatan keselamatan pasien, kepuasan pasien, hubungan terapeutik, dan kolaborasi interprofesi. Penerapan komunikasi terstruktur seperti SBAR mendukung budaya keselamatan pasien serta mutu pelayanan rumah sakit. Disimpulkan bahwa komunikasi efektif merupakan implementasi nyata dari prinsip beneficence, non-maleficence, autonomy, justice, dan fidelity dalam praktik pelayanan kesehatan.Effective communication is a fundamental competency for healthcare professionals in delivering safe, high-quality, and patient-centered care. This study aimed to analyze the relationship between effective communication and professional ethics among healthcare professionals in hospitals using a literature review approach. A literature search was conducted through Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Garuda, and the Directory of Open Access Journals (DOAJ), focusing on publications published between 2016 and 2026. A total of 10 articles that met the predetermined inclusion criteria were selected and analyzed using a narrative synthesis approach. The findings indicate that effective communication is associated with the implementation of professional ethics, improved patient safety, patient satisfaction, therapeutic relationships, and interprofessional collaboration. The implementation of structured communication methods, such as SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation), contributes to strengthening patient safety culture and improving the quality of hospital services. In conclusion, effective communication represents a practical implementation of the ethical principles of beneficence, non-maleficence, autonomy, justice, and fidelity in healthcare practice. Therefore, strengthening communication competencies among healthcare professionals is essential for supporting ethical practice, patient safety, and the overall quality of hospital services.Kata kunci:Komunikasi efektif; Etika profesi; Tenaga kesehatan; Rumah sakit; Literature review
Transformasi Manajemen Risiko K3 di Sektor Energi dalam Studi Komprehensif Pemeliharaan Transformator 30 MVA 70 kV Berbasis HIRARC Nurhaeni Sikki; Jusmansyah Jusmansyah; Yudha Oktafiyadi; Egga Megantara; Oktaviani Manek
Bata Ilyas Journal of Accounting Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/bijac.v7i2.12764

Abstract

Pemeliharaan transformator daya 30 MVA 70 kV merupakan aktivitas kritikal yang memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi, mulai dari bahaya elektrikal hingga bekerja di ketinggian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menentukan langkah pengendalian risiko yang efektif menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) di PT PLN (Persero). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan metode HIRARC dengan matriks risiko AS/NZS 4360 yang menerapkan penilaian risiko secara semi-kuantitatif melalui pemberian skor Likelihood dan Severity.. Hasil penelitian mengidentifikasi 15 potensi bahaya utama, dengan 13% kategori risiko tinggi (high risk), 60% risiko sedang (medium risk), dan 27% risiko rendah (low risk). Langkah pengendalian yang diusulkan meliputi eliminasi, rekayasa teknik, dan penggunaan APD khusus. Kesimpulannya, transformasi manajemen risiko melalui HIRARC mampu mengidentifikasi tingkat risiko dan memberikan rekomendasi pengendalian sehingga berpotensi menurunkan risiko kecelakaan kerja pada area kerja kritikal dan menjamin keberlangsungan distribusi energi listrik.Maintenance of 30 MVA 70 kV power transformers is a critical activity characterized by high-occupational accident risks, ranging from electrical hazards to working at heights. This study aims to identify hazards, assess risks, and determine effective risk control measures using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method at PT PLN (Persero). This is descriptive research with a case study approach. Data was collected through observation, interviews and document study, then analyzed using the HIRARC method with the AS/NZS 4360 risk matrix which applies semi-quantitative risk assessment by providing Likelihood and Severity scores.. The findings identified 15 primary potential hazards, categorized as 13% high risk, 60% medium risk, and 27% low risk. Proposed control measures include elimination, engineering controls, administrative shifts, and the mandatory use of specialized Personal Protective Equipment (PPE). The study concludes that transforming risk management through the HIRARC framework is able to identify risk levels and provide control recommendations that have the potential to reduce the risk of accidents in critical work areas and ensures the operational continuity of electrical energy distribution.Kata kunci: HIRARC, K3, Transformator, PLN, Manajemen Risiko.
Evaluasi Beban Kerja terhadap Tenaga Kefarmasian dengan Menggunakan Metode Work Sampling dan WISN Felesia Missy; Natalia Christie; Nurhaeni Sikki; Jihan Natra Shafira; Kristina Puspo; Yessika Sisillia Wijaya
Bata Ilyas Journal of Accounting Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/bijac.v7i2.12772

Abstract

Perencanaan kebutuhan tenaga kefarmasian berperan penting dalam menjamin mutu pelayanan farmasi klinis dan keselamatan pasien. Berbagai metode digunakan untuk mengevaluasi beban kerja tenaga kefarmasian, di antaranya Work Sampling dan Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Namun, belum terdapat kajian yang membandingkan secara komprehensif kedua metode tersebut sebagai dasar perencanaan sumber daya manusia (SDM) kefarmasian. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren penggunaan, membandingkan karakteristik, serta mengidentifikasi pendekatan yang paling komprehensif antara Work Sampling dan WISN dalam evaluasi beban kerja tenaga kefarmasian di rumah sakit. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel ilmiah periode 2016–2026 yang diseleksi menggunakan kerangka PICOS. Sebanyak tujuh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis melalui sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa WISN merupakan metode yang paling banyak digunakan karena mampu menghasilkan estimasi kebutuhan tenaga secara kuantitatif, sedangkan Work Sampling lebih efektif menggambarkan aktivitas kerja aktual melalui observasi langsung. Sintesis literatur menunjukkan bahwa integrasi kedua metode memberikan evaluasi beban kerja yang lebih komprehensif dengan menggabungkan pengukuran aktivitas aktual dan perhitungan kebutuhan tenaga berdasarkan standar beban kerja. Integrasi Work Sampling dan WISN berpotensi mendukung perencanaan SDM kefarmasian yang lebih akurat, meningkatkan mutu pelayanan farmasi klinis, dan keselamatan pasien.Pharmaceutical workforce planning plays a crucial role in ensuring the quality of clinical pharmacy services and patient safety. Various methods have been employed to evaluate pharmacists' workload, including Work Sampling and the Workload Indicators of Staffing Need (WISN) method. However, comprehensive evidence comparing the characteristics, strengths, and limitations of these methods as a basis for pharmaceutical human resource planning remains limited. This study aimed to analyze usage trends, compare the characteristics of Work Sampling and WISN, and identify the most comprehensive approach for evaluating pharmaceutical workload in hospitals. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using articles published between 2016 and 2026. Studies were identified through a structured keyword search and selected based on the PICOS framework. Seven eligible articles were synthesized using a narrative approach. The findings indicate that WISN is the most widely applied method because it provides quantitative estimates of staffing requirements, whereas Work Sampling more effectively captures actual work activities through direct observation. The review further suggests that integrating both methods provides a more comprehensive workload evaluation by combining empirical work activity measurement with standardized staffing calculations. Therefore, integrating Work Sampling and WISN has the potential to improve pharmaceutical workforce planning, enhance clinical pharmacy service quality, and support patient safety.Kata kunci: Work Sampling, Workload Indicators of Staffing Need (WISN), beban kerja, tenaga kefarmasian, perencanaan SDM, systematic literature review.