Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MODEL PELESTARIAN MUSIK TRADISI UNTUK KELOMPOK ETNIS DAYAK BAHAU Bayu Arsiadhi Putra; J. I. S. D. Max; Y. I. Vivian
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 4 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.456 KB)

Abstract

Komitmen untuk melestarikan musik warisan leluhur semakin menguat pada komunitas etnis yang telah mengalami kehidupan modern dan migrasi ke kota besar. Sayangnya, berbagai tantangan terjadi diluar kendali mereka, menyebabkan praktik musik semakin menghilang hingga terancam punah. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman tentang bahaya kepunahan musik tradisi, faktor-faktor penyebab dan strategi pemeliharaan dalam situasi terkini. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan generasi muda Dayak Bahau dalam mengeksplorasi tantangan dan peluang keberlanjutan musik tradisi di masa sekarang dan masa yang akan datang. Peserta termotivasi untuk menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh guna meneliti ancaman kepunahan musik tradisi di kampung halaman mereka.
Proses Kreativitas dan Penerimaan Masyarakat: Studi Kasus Musik Pengiring Jaranan Syam Aditya Herlangga; Bayu Arsiadhi Putra; Aris Setyoko
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.936 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v1i2.9

Abstract

Abstract: Turonggo Karyo Budoyo is one of the Jaranan arts groups in the city of Samarinda. This group managed to maintain its existence amidst the reduced public interest in the performing arts of jaranan, especially the youth who should be the successors in preserving local arts. It is done through the creativity offered by the Jaranan Turonggo Karyo Budoyo Art Group, which combines pop songs with jaranan gending in their performances. This study aims to analyze the processes that occur in creativity and describe how the audience's acceptance of creativity. This study uses a qualitative research methodology and a participant approach using 3 (three) stages in the study, namely determining the research location, data collection techniques, and data analysis techniques. Determination of the location aims to focus on the object of research. Data collection techniques include literature study, observation, interviews, and documentation. As for the data analysis technique using data triangulation between researcher observations, interview data, and analyzed documentation. The results of this study can answer the formulation of the problem and research objectives that have been determined. The creative process is carried out through regular practice by paying attention to the budget, duration, and song selection. The process also involves four dimensions of creativity that influence each other: person, process, press, and product. The creativity offered is well received by the public or audience. The community considers combining pop songs with gending to be one way to introduce Javanese art to the broader community, especially young people, to be preserved.   Abstrak: Turonggo Karyo Budoyo merupakan salah satu grup kesenian jaranan yang ada di kota Samarinda. Grup ini berhasil mempertahankan eksistensinya ditengah berkurangnya minat masyarakat terhadap seni pertunjukan jaranan terutama para pemuda yang seharusnya menjadi penerus dalam melestarikan kesenian daerah. Hal ini dilakukan melalui kreativitas yang ditawarkan oleh Grup Kesenian Jaranan Turonggo Karyo Budoyo, yaitu menggabungkan lagu pop dengan gending jaranan dalam pertunjukannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa proses yang terjadi di dalam kreativitas serta menjabarkan bagaimana penerimaan penonton terhadap kreativitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dan pendekatan partisipan dengan menggunakan 3 (tiga) tahapan dalam penelitian, yaitu menentukan lokasi penelitian, menentukan teknik pengumpulan data serta menentukan teknik analisa data. Penentuan lokasi bertujuan untuk memfokuskan objek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun untuk teknik analisa data menggunakan tringulasi data antara observasi peneliti, data wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis. Hasil penelitian ini mampu menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah ditentukan. Proses kreativitas dilakukan melalui latihan rutin dengan memperhatikan budget, durasi serta pemilihan lagu. Dalam prosesnya juga melibatkan empat dimensi kreativitas yang saling mempengaruhi, yaitu person (orang), process (proses), press (tekanan), serta product (produk). Kreativitas yang ditawarkan diterima baik oleh masyarakat (penonton). Penggabungan lagu pop dengan gending dinilai masyarakat menjadi salah satu cara memperkenalkan kesenian jawa kepada masyarakat luas terutama para pemuda agar dapat dilestarikan.
Komodifikasi Budaya Musik Sampeq Kenyah Bayu Arsiadhi Putra; Aris Setyoko
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2568.847 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i1.21

Abstract

Abstract: The Dayak people of East Kalimantan have long been involved in the world of tourism. There is a cultural village in Samarinda called Pampang, mostly inhabited by the Dayak Kenyah community. In many ways, the government 'takes care of' the development of the Kenyah Pampang community, including its culture and music. It can indicate the government's concern for marginalized groups. However, at the same time, images of 'original', 'exotic' and 'primitive' cultures are being constructed to fit into commodified 'goods'. This view does affect not only the Dayaks themselves but also the government, tourists and private institutions involved in it. This paper aims to discuss how the history of the commodification of Kenyah's musical culture. The research method used is descriptive qualitative with a historical approach. The study results show that the development of the Kenyah Pampang community's musical culture cannot be separated from the commodification brought in by the tourism body. The commodification of Dayak Kenyah's music culture has changed relations among the people, increasing competition and suspicion, both intra and between ethnic groups. Often commodification is carried out with ideology, as in an effort to 'purify tradition'.   Abstrak: Masyarakat Dayak di Kalimantan Timur telah lama mengambil bagian dalam dunia pariwisata. Terdapat sebuah desa budaya di Samarinda bernama Pampang, yang sebagian besar dihuni oleh masyarakat Dayak Kenyah. Dalam banyak hal pemerintah ‘mengurus’ pembangunan masyarakat Kenyah Pampang, termasuk budaya dan musiknya. Hal ini dapat menandakan kepedulian pemerintah terhadap kelompok marjinal. Namun saat bersamaan, imaji-imaji  tentang kebudayaan ‘asli’, ‘eksotis’ dan ‘primitif’ sedang didikonstruksi agar layak menjadi ‘barang’ komodifikasi. Pandangan ini tidak hanya mempengaruhi Orang Dayak Sendiri tetapi juga pemerintah, wisatawan dan lembaga swasta yang terlibat di dalamnya. Tujuan penulisan ini adalah untuk membahas bagaimana sejarah komodifikasi budaya musik sampeq Kenyah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan budaya musik masyarakat Kenyah Pampang tidak lepas dari komodifikasi yang dibawa dalam tubuh Pariwisata. Komodifikasi budaya musik Dayak Kenyah telah mengubah relasi di antara masyarakat, meningkatkan persaingan dan kecurigaan, baik intra maupun antar etnis. Seringkali komodifikasi dijalankan dengan ideologi, seperti dalam upaya ‘memurnikan tradisi’.
Musik tradisi berkelanjutan untuk generasi muda Dayak Bahau Bayu Arsiadhi Putra; Jonathan Irene Sartika Dewi Max; Yofi Irvan Vivian
Riau Journal of Empowerment Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/raje.3.3.161-169

Abstract

Traditional music is an expression of hereditary culture that is owned by certain ethnic groups. The young Dayak Bahau generation is committed to preserving traditional music even though they have experienced modern life and live in big cities. However, conservation efforts are always carried out in monotonous ways, resulting in various obstacles that are beyond the control of this ethnic group. Therefore, it is necessary to carry out empowerment activities so that the maintenance and preservation of traditional music can be sustainable. An understanding of the dangers of traditional music extinction is needed, the factors causing extinction and maintenance strategies. This service provides training to the young Dayak Bahau generation in exploring challenges and opportunities for the sustainability of traditional music. Assistance is also carried out in revitalizing traditional arts that are threatened with extinction. This knowledge and skills make traditional music more preserved with an approach that emphasizes the decisions of traditional music owners.
PERSPEKTIF ETNOMUSIKOLOGI DAN MUSIKOLOGI KOMPARATIF TERHADAP MUSIK SEBAGAI ”BAHASA UNIVERSAL” Aris Setyoko; Bayu Arsiadhi Putra; Kresna Syuhada Rawanggalih
Sorai: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sorai.v14i1.3594

Abstract

Penyelidikan tentang musik dan kemampuan musik untuk menggerakkan kita telah menarik para pemikir selama ribuan tahun. Para sarjana modern di bidang etnomusikologi dan musikologi evolusi, masing-masing mewakili upaya berbeda untuk mengungkap misteri tersebut. Asumsi dan metode yang melandasi penyelidikan saling bertentangan seputar gagasan musik universal. Dalam artikel ini kami menyelidiki akar sejarah setiap disiplin dan menjelaskan contoh penelitian untuk meningkatkan pemahaman.