Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KESANTUNAN BERBAHASA MAHASISWA DALAM PELAKSANAAN DISKUSI MATERI PERKULIAHAN La Tike; Harmin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 3 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i3.525

Abstract

Penelitian ini membahas kesantunan berbahasa mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo dengan kajian sosiopragmatik. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk-bentuk kesantuann berbahasa, skala kesantunan berbahasa serta mendeskripsikan nilai-nilai karakter dalam kesantunan berbahasa. Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif kualitatif.   Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk kesantunan berbahasa terdiri atas tuturan deklaratif, tuturan interogatif, dan tuturan imperatif. Skala kesantunan pada tuturan antar mahasiswa terdiri atas 3 maksim, yaitu maksim kebijaksanaan, maksim pemufakatan, dan maks im penghargaan; Kesantunan berbahasa mahasiswa Angkatan 2023 Jurusan Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo memiliki korelasi dengan nilai-nilai karakter. Wujud perilaku kesantunan berbahasa mahasiswa Angkatan 2023 Jurusan Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo dalam  berbahasa  saat  berkomunikasi  memunculkan  penanda-penanda  gramatikal di antaranya seringkalinya muncul mungkin dan barangkali dalam tuturan. Penggunaan bentuk-bentuk gramatikal tersebut seolah adanya ketidaktegasan untuk menunjukkan kesantunan dalam berbahasa. Latar belakang budaya menentukan karakter dalam bertutur. Ketidaktegasan atau ketidaklugasan dalam bertutur harus dibedakan dengan kesantunan berbahasa. Untuk itu diperlukan sebuah revolusi mental. Sejak usia dini perlu dibiasakan ketegasan dan kelugasan dalam bertutur sehingga ada perbedaan yang signifikan antara tuturan yang tidak tegas dengan perilaku santun dalam berbahasa.
KEMAMPUAN MENULIS IKLAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 KULISUSU Daslan; Haerun Ana; Harmin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis iklan siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kulisusu. Jenis penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah 62 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes menulis. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dari 68responden siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kulisusu, secara individual 56 siswa atau 82,35% masuk kategori mampu. Dan 12 siswa atau 17,76% masuk kategori belum mampu dalam menulis iklan. Secara klasikal kemampuan menulis iklan siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kulisusu masuk kategori mampu, karena siswa yang mencapai kemampuan minimal 70% sebesar 82,35% belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu 85%. Dilihat dari setiap aspek kemampuan siswa kelas VIII SMPNegeri 2 Kulisusu dapat disimpulkan bahwa dari ketujuh kompenen yang menjadi aspek penilaian yaitu pada aspek nama produk, gambar produk, kalimat iklan, keunggulan produk, harga produk, nomor telepon pengiklan, dan alamat pengiklan belum tuntas secara klasikal, karena belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu 85%.
NILAI MORAL DALAM NOVEL MILEA, SUARA DARI DILAN KARYA PIDI BAIQ harmin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menelaah nilai moral dalam novel Milea, Suara dari dilan karya Pidi Baiq. Novel merupakan sarana untuk mewujudkan daya khayal, emosi, obsesi, dan seluruh curahan jiwa dalam bentuk pemaparan, dialog ataupun gambaran kejadian yang terungkap lewat bahasa tulis yang diciptakannya. Pengaranng berusaha untuk menyalurkan inspirasinya dalam suatu cerita dengan jalan mengungkapkan hasil dari penelahaan, perenungan, dan peresapan kehidupan sehari-hari serta mampu menggali nilai-nilai yang terdapat dalam kehidupan masyarakat sekaligus mengungkapkannya dalam suatu peristiwa yang diciptakan dalam cerita tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah nilai moral yang terdapat dalam novel Milea, Suara dari Dilan karya Pidi Baiq?.Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan nilai moral yang terdapat dalam novel Milea, Suara dari Dilan karya Pidi Baiq.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Milea, Suara dari Dilankarya Pidi Baiq.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca catat.Teknik analisis menggunakan pendekatan moral. Hasil analisis menunjukkan nilai moral dalam hubungan manusia dengan diri sendiri terdiri atas: harga diri, percaya diri, rasa takut, rasa rindu, rasa dendam, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Nilai moral dalam hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial terdiri atas: berpikir positif, menolong sesama, cinta kasih sejati, saling menghargai, dan saling mengenal. Sedangkan nilai moral dalam hubungan manusia dengan Tuhannya yaitu bersyukur kepada Tuhan.Dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran di sekolah agar siswa dapat memiliki pengetahuan yang luas dan sikap positif terhadap karya sastra secara umum dan novel secara khusus, serta dapat membantu siswa dalam memahami lebih mendalam tentang nilai moral.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 10 KENDARI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING Sri Suryana Dinar; La Ode Sahidin; Marwati; Andi Muh. Ruum Sya'baan; Harmin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 6 No. 4 (2021): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis Teks Prosedur siswa kelas VII SMP Negeri 10 Kendari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu penelitian tindakan yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu pembelajaran di kelas. Desain/metodologi/pendekatan - Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini merupakan proses daur ulang mulai tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan refleksi. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mengembangkan keterampilan baru atau cara pendekatan baru untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung, memperbaiki dasar pemikiran dan pemahaman terhadap praktik tersebut. Agar penelitian ini berjalan dengan lancar, maka diadakan perencanaan dan langkah-langkah dengan cermat. Prosedur penelitian tindakan kelas ini menggunakan 4 tahap, yakni perencanaan, melakukan tindakan, pengamatan dan refleksi. Temuan/Hasil - Hasil penelitian menunjukan ada peningkatan antara pratindakan, Siklus 1 dan Siklus 2 terhadap aspek-aspek penilaian dalam menulis teks prosedur yaitu: 1. Judul, 2. Bagian Pembuka, 3. Bagian isi, 4. Ketatabahasaan, dan 5. Penutup. Kesimpulan - Melalui penerapan Discovery Learning para siswa mulai dimudahan dalam menemukan ide dan mengembangkannya menjadi teks prosedur. Pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur siswa.
POLISEMI DALAM BAHASA KULISUSU Nur Alfin; Wa Ode Fitriani Sari; La Ode Akhiri Zulzaman; Harmin
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pesastra Edisi Mei
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v2i2.48

Abstract

The formulation of the problem in this study is how are the forms of polysemous words in the Kulisusu language. The objectives to be achieved in this study are to describe the forms of polysemous words in the Kulisusu language. This type of research is library and field research, because it involves informants. The method used is descriptive qualitative. The data for this study are in the form of written data and oral data. Data collection in this study is the listening method (observation) and the speaking method (interview method). The listening method is by listening to the language from written sources. The speaking method is asking informants about the truth of dictionary data. The results of the study show that in the Kulisusu language there are polysemous words. The basic word forms in the Kulisusu language are alo, ari, aru, awa, balaa, owose, wula, laha, laro, ehe, bagaa, hala, mohali, julu, kamba, makida, limba. Derivative word forms in Kulisusu language are inimpia, maasiako, pa’ario, tekoo, mokora. Redundant word forms in Kulisusu language are po’i-po’ia, mola-molaa. Then compound word forms in Kulisusu language are ana bua. The conclusion in this study is that polysemy forms in Kulisusu language include basic words, derived words, redundant words, and compound words. Polysemy is a word or phrase that has more than one meaning. These meanings are still interrelated with each other.