Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effectiveness of a Critical Literacy Model to Improve Students’ Critical Literacy Skills Diyah Ayu Rizqiani; Sri Yuliani; Roziah Roziah; Al Malikul Ikhwanda Putra
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.5139

Abstract

In the current era of media saturation, the emphasis on teaching reading is on cultivating students' critical literacy abilities. This enables them to examine the specific social and political biases conveyed by an author and form a critical perspective on the topics addressed in a text. The objective of this study is to evaluate the efficacy of a critical literacy model in enhancing students' critical literacy abilities during English as a Foreign Language (EFL) Reading classes. A quantitative analytic method was employed for experimental study. The study was conducted in the English Language Education Study Program at a private university situated in Yogyakarta. There were 20 students in the sampling. The individuals in question were students in their fifth semester who enroll in the Critical Reading Class during the Odd Semester of the Academic Year 2022/2023. The data were acquired through the methods of observation, questionnaire administration, interviews, and reading assessments. The study's findings showed that the model was effective, as evidenced by the results of the independent T test indicate a statistically significant difference, with a significance level (two-tailed) below 0.05. In addition, the scores of the pre-test and post-tests in the experimental class surpassed those in the control class. The experimental group demonstrated a substantial improvement in their post-test score, achieving a gain of 3.64 points. In summary, the implementation of the critical literacy framework yielded significant improvements in students' critical literacy skills across various dimensions, including precision, coherence, profundity, analysis, and the identification of latent implications.
Eksplorasi Nilai-Nilai Pendidikan dan Spiritual dalam Doa Bele Kampung: Studi pada Tradisi Masyarakat Melayu Desa Igal, Kecamatan Mandah, Indragiri Hilir Siti Nurfadilah; Roziah Roziah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 (2024): Didaktika Mei 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi dan menguraikan proses serta nilai-nilai tradisi Bele Kampung kepada masyarakat Desa Igal, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, dengan fokus pada aspek pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif berbasis kata-kata dan bahasa untuk memahami fenomena yang diselidiki. Lokasi penelitian terpusat pada tradisi Bele Kampung di Desa Igal, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, dengan subjek utama penelitian ini adalah informan yang memenuhi kriteria terkait tradisi tersebut. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, dan pengumpulan dokumen, dengan penggunaan metode purposive sampling untuk pemilihan informan. Analisis data dilakukan dengan melibatkan reduksi volume data, penyajian informasi, dan pembuatan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan tradisi Bele Kampung melibatkan serangkaian tahapan yang hati-hati dan teratur, mulai dari persiapan fisik hingga pelaksanaan ritual mrabuni. Ritual ini tidak hanya bersifat fisik semata, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam, menyambut kehadiran makhluk gaib dan menjaga keharmonisan dengan masyarakat. Selain itu, tradisi Bele Kampung juga memiliki nilai-nilai pendidikan yang signifikan bagi masyarakat setempat, memperkuat identitas kultural, membangun dasar spiritualitas, dan membentuk pandangan dunia yang kaya akan nilai-nilai keagamaan. Dengan demikian, tradisi ini tidak hanya menjadi praktik keagamaan, tetapi juga menjadi sarana penting dalam pendidikan dan pelestarian warisan budaya dan keagamaan masyarakat Desa Igal Kecamatan Mandah, Indragiri Hilir.
Hubungan Penguasa Nusantara (Perspektif Historiografi Melayu Tradisional) Sudirman Shomary; Roziah Roziah; Tri Yuliawan; Nurul Aini Sudirman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5205

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan sosial, ekonomi, politik, agama, dan budaya antar penguasa di Nusantara melalui perspektif historiografi Melayu tradisional. Fokus penelitian ini adalah mengungkap dinamika kekuasaan yang terjalin melalui perkawinan, perdagangan, diplomasi, dan konflik sebagai strategi memperkuat pengaruh regional. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) serta teknik hermeneutik untuk mengkaji pola hubungan sosial, ekonomi, politik, agama, dan budaya yang tergambar dalam karya historiografi tradisional Melayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikatan kekerabatan, seperti perkawinan antar keluarga kerajaan, memainkan peran penting dalam membangun aliansi strategis dan legitimasi kekuasaan. Hubungan ekonomi ditandai oleh perdagangan lintas wilayah yang memperkuat integrasi antar kerajaan, tetapi juga memicu persaingan dan konflik terkait kontrol jalur dagang. Dari aspek politik, hubungan ini mencakup ekspansi wilayah, penyerahan upeti, dan pengkhianatan yang memperlihatkan dinamika antara kerja sama dan rivalitas kekuasaan. Penelitian ini juga menyoroti peran agama dan budaya sebagai sarana integrasi melalui penyebaran Islam dan adat-istiadat yang memperkuat identitas kolektif. Temuan ini memperkaya kajian sosiologi sastra dalam memahami bagaimana narasi sejarah membentuk struktur kekuasaan dan identitas sosial di Nusantara.