Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Effectiveness of a Critical Literacy Model to Improve Students’ Critical Literacy Skills Diyah Ayu Rizqiani; Sri Yuliani; Roziah Roziah; Al Malikul Ikhwanda Putra
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.5139

Abstract

In the current era of media saturation, the emphasis on teaching reading is on cultivating students' critical literacy abilities. This enables them to examine the specific social and political biases conveyed by an author and form a critical perspective on the topics addressed in a text. The objective of this study is to evaluate the efficacy of a critical literacy model in enhancing students' critical literacy abilities during English as a Foreign Language (EFL) Reading classes. A quantitative analytic method was employed for experimental study. The study was conducted in the English Language Education Study Program at a private university situated in Yogyakarta. There were 20 students in the sampling. The individuals in question were students in their fifth semester who enroll in the Critical Reading Class during the Odd Semester of the Academic Year 2022/2023. The data were acquired through the methods of observation, questionnaire administration, interviews, and reading assessments. The study's findings showed that the model was effective, as evidenced by the results of the independent T test indicate a statistically significant difference, with a significance level (two-tailed) below 0.05. In addition, the scores of the pre-test and post-tests in the experimental class surpassed those in the control class. The experimental group demonstrated a substantial improvement in their post-test score, achieving a gain of 3.64 points. In summary, the implementation of the critical literacy framework yielded significant improvements in students' critical literacy skills across various dimensions, including precision, coherence, profundity, analysis, and the identification of latent implications.
Eksplorasi Nilai-Nilai Pendidikan dan Spiritual dalam Doa Bele Kampung: Studi pada Tradisi Masyarakat Melayu Desa Igal, Kecamatan Mandah, Indragiri Hilir Siti Nurfadilah; Roziah Roziah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi dan menguraikan proses serta nilai-nilai tradisi Bele Kampung kepada masyarakat Desa Igal, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, dengan fokus pada aspek pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif berbasis kata-kata dan bahasa untuk memahami fenomena yang diselidiki. Lokasi penelitian terpusat pada tradisi Bele Kampung di Desa Igal, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, dengan subjek utama penelitian ini adalah informan yang memenuhi kriteria terkait tradisi tersebut. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, dan pengumpulan dokumen, dengan penggunaan metode purposive sampling untuk pemilihan informan. Analisis data dilakukan dengan melibatkan reduksi volume data, penyajian informasi, dan pembuatan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan tradisi Bele Kampung melibatkan serangkaian tahapan yang hati-hati dan teratur, mulai dari persiapan fisik hingga pelaksanaan ritual mrabuni. Ritual ini tidak hanya bersifat fisik semata, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam, menyambut kehadiran makhluk gaib dan menjaga keharmonisan dengan masyarakat. Selain itu, tradisi Bele Kampung juga memiliki nilai-nilai pendidikan yang signifikan bagi masyarakat setempat, memperkuat identitas kultural, membangun dasar spiritualitas, dan membentuk pandangan dunia yang kaya akan nilai-nilai keagamaan. Dengan demikian, tradisi ini tidak hanya menjadi praktik keagamaan, tetapi juga menjadi sarana penting dalam pendidikan dan pelestarian warisan budaya dan keagamaan masyarakat Desa Igal Kecamatan Mandah, Indragiri Hilir.
Hubungan Penguasa Nusantara (Perspektif Historiografi Melayu Tradisional) Sudirman Shomary; Roziah Roziah; Tri Yuliawan; Nurul Aini Sudirman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5205

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan sosial, ekonomi, politik, agama, dan budaya antar penguasa di Nusantara melalui perspektif historiografi Melayu tradisional. Fokus penelitian ini adalah mengungkap dinamika kekuasaan yang terjalin melalui perkawinan, perdagangan, diplomasi, dan konflik sebagai strategi memperkuat pengaruh regional. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) serta teknik hermeneutik untuk mengkaji pola hubungan sosial, ekonomi, politik, agama, dan budaya yang tergambar dalam karya historiografi tradisional Melayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikatan kekerabatan, seperti perkawinan antar keluarga kerajaan, memainkan peran penting dalam membangun aliansi strategis dan legitimasi kekuasaan. Hubungan ekonomi ditandai oleh perdagangan lintas wilayah yang memperkuat integrasi antar kerajaan, tetapi juga memicu persaingan dan konflik terkait kontrol jalur dagang. Dari aspek politik, hubungan ini mencakup ekspansi wilayah, penyerahan upeti, dan pengkhianatan yang memperlihatkan dinamika antara kerja sama dan rivalitas kekuasaan. Penelitian ini juga menyoroti peran agama dan budaya sebagai sarana integrasi melalui penyebaran Islam dan adat-istiadat yang memperkuat identitas kolektif. Temuan ini memperkaya kajian sosiologi sastra dalam memahami bagaimana narasi sejarah membentuk struktur kekuasaan dan identitas sosial di Nusantara.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENULISAN PANTUN BERKARAKTER RELIGIUS UNTUK PELAJAR SMA CENDANA PEKANBARU Roziah Roziah; Joko Ariyanto; Hermaliza Hermaliza; Wilda Srihastuty Handayani Piliang; Diyah Ayu Lestari; Hafara Nurisra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41350

Abstract

PkM ini bertujuan melatih kemampuan pelajar SMA Cendana Pekanbaru dalam menulis pantun berkarakter religius. Selain itu, pelatihan dan pendampingan ini sebagai dasar dalam mengembangkan ide-ide kreatif pelajar serta menumbuhkan kepedulian terhadap Tuhan, dirinya sendiri, orang tua, guru dan lingkungan. Dengan memiliki kemahiran menulis pantun berbasis karakter religius yang merupakan khazanah masyarakat Melayu menjadikan mereka generasi muda atau gen Z yang berkarakter. Metode pendekatan pelatihan dan pendampingan atau mentorship secara interaktif dengan menghadirkan seorang pakar penulis pantun. Pengambilan data dilakukan secara langsung dengan memanfaatkan gambar yang telah disediakan sebagai pemantik pelajar untuk menulis pantun. Sasaran kegiatan ini adalah pelajar. Karakter religius yang dibahas meliputi keimanan terhadap Tuhan, taat pada orang tua, patuh pada guru teguh pendirian, percaya diri, jujur, cinta damai, disiplin, kerja sama, dan cinta lingkungan. Hasil pelatihan dan pendampingan 15 peserta mampu menulis 165 pantun sesuai bermuatan karakter religius. Hal ini membuktikan bahwa 83.33% pelajar SMA cendana mampu menulis pantun berkarakter religius. 1 (5.56%) peserta berhasil menulis 8 pantun berkarakter religius. Selain itu, terdapat satu (5.56%) peserta menulis empat pantun berkarakter religius. Hanya satu (5.56%) peserta yang menulis tiga pantun berkarakter religius. Hal ini membuktikan bahwa penulisan pantun menggunakan media gambar dapat meningkatan imajinasi peserta dalam menulis pantun berkarakter religius.
Lexical Innovation in Digital Space as an Effort to Preserve the Riau Kampar Malay Language Juli Yani; Raja Syamsidar; Rerin Maulinda; Roziah Roziah; Hadi Wibowo
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i2.1255

Abstract

The threat to regional languages posed by globalization has spurred lexical innovation in digital spaces to preserve language. This phenomenon is influenced by various factors, including dialect variation, geographical boundaries, number of speakers, place of residence, identity and cultural pride, as well as socio-economic conditions. This study aims to identify (1) complete lexical forms, (2) semantic fields that exhibit complete lexical forms, and (3) complete lexical forms that undergo variation in the Riau Malay language in Kampar Regency. This research employs a descriptive qualitative method, with data collection techniques including observation, interviews, and audio recording. The results show that complete lexical innovation comprises 29 glosses with 98 variants across eight observation points in Kampar District. The semantic field with the highest occurrence of complete lexical forms is the domain of house and its surroundings, consisting of 7 complete lexical items with 23 variants. Additionally, the lexical forms with the greatest variation reach four variants across two glosses, namely kakaɁ laki-laki in Riau Malay in Kampar. Lexical innovation, particularly in digital spaces, plays an important role in maintaining and preserving regional languages, especially Riau Malay in Kampar Regency.
Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann dalam Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna: Lucien Goldmann's Genetic Structuralism in Brian Khrisna's Novel A Portion of Chicken Noodles Before Dying Zulham Putra Fama Alfatihi; Roziah Roziah
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 01 (2026): Research Articles, April 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i01.8296

Abstract

This study aims to analyze Brian Khrisna’s novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati through Lucien Goldmann’s genetic structuralism to reveal the relationships among the work’s structure, human facts, and the author’s worldview. This research is motivated by the increasing phenomenon of bullying and mental health crises among the younger generation, which are represented in literary works as a reflection of contemporary social reality. The method used is a descriptive, qualitative method with content analysis and hermeneutic techniques. The research data are in the form of words, phrases, sentences, and paragraphs in the novel, as well as supporting data from scientific literature and interviews with the author. The analysis is carried out by identifying intrinsic elements, reconstructing human facts, and systematically exploring the author’s worldview. The results show that the structure of the literary work is built coherently through existential themes, dialectical plots, representative characters, multiple conflicts, and a competitive urban social setting. The human facts found include bullying, mental health crises, and social alienation as collective phenomena of modern society. Meanwhile, the author’s worldview leads to existential humanism that emphasizes empathy, acceptance, and the meaning of a simple life. Homologically, there is a match between the work’s structure, social reality, and the collective consciousness of the younger generation. The conclusion of this study confirms that the novel not only serves as a social reflection but also critiques competitive culture and a lack of concern for mental health, while offering more humanistic values in the form of empathy and solidarity.