Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Antara Frekuensi Makan Dengan Status Gizi Balita Rendita Dwibarto
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 7 No. 1 (2023): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v7i1.346

Abstract

The success of the nutrition program, 30% is determined by the health or nutrition sector which is called specific interventions and 70% by the external health sector which is called sensitive intervention. Data on the nutritional status of toddlers in the 2017 Pundong Health Center area, malnutrition status in Selorejo Village was 9.7%, Panjang Rejo was 7.3% and Srihardono Village was 13.7%. The cause of malnutrition problems at the Tangkil Posyandu is caused by many factors, one of which is the lack of attention from parents to provide breast milk and food for their children because the child is entrusted to his grandmother and the mother works. The purpose of this study was to determine the relationship between eating frequency and nutritional status of toddlers aged 6 months to 60 months in Pundong District, Srihardono Village, Tangkil Hamlet. This type of research is a quantitative study with a cross sectional design. The research population is 36 respondents. The sampling technique is a saturated sample. The sample of this research is 36 respondents. Statistical test using the Chi-Square Test. The research tool is a questionnaire. The results of the analysis based on the results of the Chi-Square Test showed that the value of p (0.000) <0.05 means that the frequency of eating is related to nutritional status.
Penyuluhan Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE) bagi Tenaga HSE di Sekolah Rakyat Sumatera Selatan Ferly Oktriyedi; Lela Handayani; Rendita Dwibarto
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i3.108

Abstract

Penyuluhan Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE) bagi tenaga HSE di Sekolah Rakyat Sumatera Selatan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi tenaga HSE dalam mengidentifikasi risiko, menerapkan prosedur keselamatan, dan mengawasi kesehatan serta keselamatan pekerja di lingkungan proyek. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan teoritis berupa penyampaian materi mengenai prinsip dasar K3, identifikasi risiko, pengelolaan limbah konstruksi, serta penggunaan alat pelindung diri (APD), dan pendekatan praktis melalui simulasi evakuasi darurat, demonstrasi APD, serta studi kasus kecelakaan kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip-prinsip keselamatan kerja, meskipun beberapa peserta masih memerlukan bimbingan tambahan terkait pengelolaan limbah berbahaya dan koordinasi tim dalam situasi darurat. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan evaluasi rutin untuk memperkuat kompetensi praktis tenaga HSE, sekaligus membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan di lingkungan proyek.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Tambang Timah dalam Pencegahan Dampak Kesehatan Lingkungan Ferly Oktriyedi; Lela Handayani; Rendita Dwibarto
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i2.107

Abstract

Pertambangan timah di Bangka Belitung menjadi sektor unggulan yang menopang ekonomi lokal dan nasional. Namun, aktivitas penambangan, terutama yang dilakukan secara tradisional dan tanpa pengelolaan lingkungan yang baik, dapat menimbulkan pencemaran lingkungan serta risiko kesehatan serius bagi masyarakat sekitar. Kegiatan pengabdian ini menggunakan desain pra-eksperimental One Group Pre-test and Post-test untuk mengukur efektivitas edukasi dan pemberdayaan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dampak kesehatan lingkungan akibat tambang timah. Desain ini memungkinkan analisis perubahan skor sebelum dan sesudah intervensi secara kuantitatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang dampak kesehatan lingkungan akibat aktivitas tambang timah. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan skor pengetahuan secara signifikan pada tiga aspek utama: bahaya logam berat, pencemaran air dan tanah, serta pencegahan penyakit akibat tambang (p < 0,001). Pendekatan partisipatif juga mendorong perubahan perilaku positif, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan penggunaan APD. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya edukasi berbasis komunitas dalam membangun kesadaran dan ketahanan masyarakat terhadap risiko lingkungan.
Penyuluhan Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE) bagi Tenaga HSE di Sekolah Rakyat Sumatera Selatan Ferly Oktriyedi; Lela Handayani; Rendita Dwibarto
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i3.108

Abstract

Penyuluhan Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE) bagi tenaga HSE di Sekolah Rakyat Sumatera Selatan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi tenaga HSE dalam mengidentifikasi risiko, menerapkan prosedur keselamatan, dan mengawasi kesehatan serta keselamatan pekerja di lingkungan proyek. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan teoritis berupa penyampaian materi mengenai prinsip dasar K3, identifikasi risiko, pengelolaan limbah konstruksi, serta penggunaan alat pelindung diri (APD), dan pendekatan praktis melalui simulasi evakuasi darurat, demonstrasi APD, serta studi kasus kecelakaan kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip-prinsip keselamatan kerja, meskipun beberapa peserta masih memerlukan bimbingan tambahan terkait pengelolaan limbah berbahaya dan koordinasi tim dalam situasi darurat. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan evaluasi rutin untuk memperkuat kompetensi praktis tenaga HSE, sekaligus membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan di lingkungan proyek.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Tambang Timah dalam Pencegahan Dampak Kesehatan Lingkungan Ferly Oktriyedi; Lela Handayani; Rendita Dwibarto
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i2.107

Abstract

Pertambangan timah di Bangka Belitung menjadi sektor unggulan yang menopang ekonomi lokal dan nasional. Namun, aktivitas penambangan, terutama yang dilakukan secara tradisional dan tanpa pengelolaan lingkungan yang baik, dapat menimbulkan pencemaran lingkungan serta risiko kesehatan serius bagi masyarakat sekitar. Kegiatan pengabdian ini menggunakan desain pra-eksperimental One Group Pre-test and Post-test untuk mengukur efektivitas edukasi dan pemberdayaan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dampak kesehatan lingkungan akibat tambang timah. Desain ini memungkinkan analisis perubahan skor sebelum dan sesudah intervensi secara kuantitatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang dampak kesehatan lingkungan akibat aktivitas tambang timah. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan skor pengetahuan secara signifikan pada tiga aspek utama: bahaya logam berat, pencemaran air dan tanah, serta pencegahan penyakit akibat tambang (p < 0,001). Pendekatan partisipatif juga mendorong perubahan perilaku positif, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan penggunaan APD. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya edukasi berbasis komunitas dalam membangun kesadaran dan ketahanan masyarakat terhadap risiko lingkungan.
Hilirisasi Produk Olahan Hasil Tangkapan Ikan Berbasis Kearifan Lokal (Ikan Kembung Betelok) Rendita Dwibarto; Ardi ansyah; Iwan Hermawan; Bagus Hattoh Pati Rusli; Danil Eko Saputra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23567

Abstract

ABSTRAK Tradisi dan kearifan lokal masyarakat yang dapat menjadi modal sosial dan pintu masuk untuk menunjang program pemerintah dalam mendukung peningkatan taraf hidup nelayan dan peningkatan pemanfaatan wilayah pesisir dalam usaha perikanan. Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat DPPM Kemdiktisaintek Tahun anggaran 2025 yaitu mewujudkan program SDG’S 3 dengan tujuan untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat nelayan. Metode yang digunakan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2025 adalah adalah metode partisipatif dimana kelompok/mitra juga turut berpartisipasi secara langsung dengan cara pelatihan dan pendampingan. Adapun hasil kegiatan PKM meliputi : Aspek Produksi (a) Penyuluhan Pentingnya dan Keuntungan menggunakan bahan baku ikan kembung untuk dibuatkan produk olahan. (b) Penyuluhan pembuatan produk olahan ikan menjadi makanan siap saji. Aspek Sosial Kemasyarakatan yaitu penyuluhan kandungan gizi sebagai altenatif makanan pada anak sebagai bahan makanan MP ASI. Aspek Pemasaran (a) Pelatihan dan keterampilan praktek pembuatan olahan ikan menjadi produk makanan siap saji, (b) Pemasaran produk secara konvensional dan via online/digital marketing, (c) Produksi dan Launching produk serta Packing atau kemasan produk.Kesimpulan dari kegiatan PKM yaitu perangkat desa menyambut baik kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, Pelaksanaan kegiatan PKM Di Dusun Tanjung Berikat berjalan dengan baik, hal ini ditandai dengan antusiasme warga dan rasa ingin tahu dari masyarakat pada saat kegiatan berlangsung, kegiatan PKM berupa penyuluhan dan pelatihan produksi olahan ikan kembung betelok mulai dari awal sampai akhir berjalan cukup baik dan lancar. Kata Kunci: Hilirisasi, Produksi, Pemasaran, Gizi.  ABSTRACT Traditions and local wisdom of the community can be social capital and an entry point to support government programs in supporting the improvement of the standard of living of fishermen and increasing the utilization of coastal areas in fisheries businesses. The purpose of implementing the Community-Based Empowerment Scheme PKM activities of the DPPM Kemdiktisaintek for the 2025 budget year is to realize the SDGs 3 program with the aim of ensuring health and welfare for fishing communities. The method used in the 2025 DPPM Kemdiktisaintek Community Service (PKM) activities is a participatory method where groups/partners also participate directly through training and mentoring. The results of the PKM activities include: Production Aspects (a) Counseling on the Importance and Benefits of using mackerel as raw material to make processed products. (b) Counseling on making processed fish products into ready-to-eat foods. The Social Aspect is counseling on nutritional content as an alternative food for children as a complementary food ingredient for breast milk. Marketing Aspects (a) Training and practical skills in making processed fish into ready-to-eat food products, (b) Marketing products conventionally and via online/digital marketing, (c) Production and product launching and packing or product packaging. The conclusion of the PKM activities is that the village apparatus welcomed the Community Service activities, the implementation of PKM activities in Tanjung Berikat Hamlet went well, this was marked by the enthusiasm of residents and curiosity from the community during the activity, PKM activities in the form of counseling and training in the production of processed betelok mackerel from beginning to end went quite well and smoothly. Keywords: Downstreaming, Production, Marketing, Nutrition.
Hilirisasi Produk Olahan Hasil Tangkapan Ikan Berbasis Kearifan Lokal (Ikan Kembung Betelok) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Lubuk Besar Rendita Dwibarto; Ardi Ansyah; Iwan Hermawan; Bagus Hattoh Pati Rusli; Danil Eko Saputra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23221

Abstract

ABSTRAK Tradisi dan kearifan lokal masyarakat yang dapat menjadi modal sosial dan pintu masuk untuk menunjang program pemerintah dalam mendukung peningkatan taraf hidup nelayan dan peningkatan pemanfaatan wilayah pesisir dalam usaha perikanan. Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM mewujudkan  program SDG’S 3 dengan tujuan untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat nelayan. Metode yang digunakan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah adalah metode partisipatif dimana kelompok/mitra juga turut berpartisipasi secara langsung dengan cara pelatihan dan pendampingan. Adapun hasil kegiatan PKM meliputi : Aspek Produksi (a) Penyuluhan Pentingnya dan Keuntungan menggunakan bahan baku ikan kembung untuk dibuatkan produk olahan. (b) Penyuluhan pembuatan produk olahan ikan menjadi makanan siap saji. Aspek Sosial Kemasyarakatan yaitu penyuluhan kandungan gizi sebagai altenatif makanan pada anak sebagai bahan makanan MP ASI. Aspek Pemasaran (a) Pelatihan dan keterampilan praktek pembuatan olahan ikan menjadi produk makanan siap saji, (b) Pemasaran produk secara konvensional dan via online/digital marketing, (c) Produksi dan Launching produk serta Packing atau kemasan produk. Kesimpulan dari kegiatan PKM yaitu perangkat desa menyambut baik kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, Pelaksanaan kegiatan PKM Di Dusun Tanjung Berikat berjalan dengan baik, hal ini ditandai dengan antusiasme warga dan rasa ingin tahu dari masyarakat pada saat kegiatan berlangsung, kegiatan PKM berupa penyuluhan dan pelatihan produksi olahan ikan kembung betelok mulai dari awal sampai akhir berjalan cukup baik dan lancar. Kata Kunci: Hilirisasi, Produksi, Pemasaran, Gizi.  ABSTRACT Traditions and local wisdom of the community can be social capital and an entry point to support government programs in supporting the improvement of the standard of living of fishermen and increasing the utilization of coastal areas in fisheries businesses. The purpose of implementing PKM activities is to realize the SDGs 3 program with the aim of ensuring health and welfare for fishing communities. The method used in Community Service (PKM) activities is a participatory method where groups/partners also participate directly through training and mentoring. The results of PKM activities include: Production Aspects (a) Counseling on the Importance and Benefits of using mackerel as raw material to make processed products. (b) Counseling on making processed fish products into ready-to-eat food. Social Aspects, namely counseling on nutritional content as an alternative food for children as an MP ASI food ingredient. Marketing Aspects (a) Training and practical skills in making processed fish into ready-to-eat food products, (b) Marketing products conventionally and via online/digital marketing, (c) Production and Launching of products and Packing or product packaging. The conclusion of the PKM activity is that the village officials welcomed the Community Service activity, the implementation of the PKM activity in Tanjung Berikat Hamlet went well, this was marked by the enthusiasm of the residents and the curiosity of the community during the activity, the PKM activity in the form of counseling and training in the production of processed betelok mackerel from beginning to end went quite well and smoothly. Keywords: Downstreaming, Production, Marketing, Nutrition
Management of Malpractice Cases Against Patients in Government and Private Hospitals Rendita Dwibarto; Fikri Rahman; Risdiarto
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 9 No. 2 (2026): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/jtmnz454

Abstract

Medical malpractice cases are currently a hot topic among the public because they have caused many patients to die. There have been several cases of malpractice in 2024 and 2025 at hospitals in Pangkalpinang City (both public and private hospitals). In the context of healthcare, supervision plays a very important role. To resolve these issues, an appropriate communication strategy is needed to generate a positive reciprocal effect. Unwanted news reported by the media can have a negative effect on hospitals. Therefore, hospitals must immediately handle such cases using issue management. In the above case, the hospital's public relations department is responsible for researching issues that arise in the community, as negative news coverage has the potential to become a negative issue and harm the company. One theory that public relations can apply in handling malpractice issues is the image repair theory. Objective To implement a strategy for managing malpractice cases involving patients at hospitals in Pangkalpinang City (government and private hospitals). The method used for this study was a qualitative case study. The results of this study are the implementation of malpractice issue management strategies in hospitals. The strategies implemented in government hospitals based on Chase and Jones' theory have not been fully successful in terms of program implementation and issue evaluation. Meanwhile, in private hospitals, the implementation of malpractice issue management strategies has been carried out in accordance with hospital policies. However, the strategy cannot be said to be successful, because private hospitals have never experienced malpractice incidents.