Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Antara Frekuensi Makan Dengan Status Gizi Balita Rendita Dwibarto
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 7 No. 1 (2023): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v7i1.346

Abstract

The success of the nutrition program, 30% is determined by the health or nutrition sector which is called specific interventions and 70% by the external health sector which is called sensitive intervention. Data on the nutritional status of toddlers in the 2017 Pundong Health Center area, malnutrition status in Selorejo Village was 9.7%, Panjang Rejo was 7.3% and Srihardono Village was 13.7%. The cause of malnutrition problems at the Tangkil Posyandu is caused by many factors, one of which is the lack of attention from parents to provide breast milk and food for their children because the child is entrusted to his grandmother and the mother works. The purpose of this study was to determine the relationship between eating frequency and nutritional status of toddlers aged 6 months to 60 months in Pundong District, Srihardono Village, Tangkil Hamlet. This type of research is a quantitative study with a cross sectional design. The research population is 36 respondents. The sampling technique is a saturated sample. The sample of this research is 36 respondents. Statistical test using the Chi-Square Test. The research tool is a questionnaire. The results of the analysis based on the results of the Chi-Square Test showed that the value of p (0.000) <0.05 means that the frequency of eating is related to nutritional status.
Penyuluhan Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE) bagi Tenaga HSE di Sekolah Rakyat Sumatera Selatan Ferly Oktriyedi; Lela Handayani; Rendita Dwibarto
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): JLIPM - DESEMBER
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluhan Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE) bagi tenaga HSE di Sekolah Rakyat Sumatera Selatan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi tenaga HSE dalam mengidentifikasi risiko, menerapkan prosedur keselamatan, dan mengawasi kesehatan serta keselamatan pekerja di lingkungan proyek. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan teoritis berupa penyampaian materi mengenai prinsip dasar K3, identifikasi risiko, pengelolaan limbah konstruksi, serta penggunaan alat pelindung diri (APD), dan pendekatan praktis melalui simulasi evakuasi darurat, demonstrasi APD, serta studi kasus kecelakaan kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip-prinsip keselamatan kerja, meskipun beberapa peserta masih memerlukan bimbingan tambahan terkait pengelolaan limbah berbahaya dan koordinasi tim dalam situasi darurat. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan evaluasi rutin untuk memperkuat kompetensi praktis tenaga HSE, sekaligus membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan di lingkungan proyek.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Tambang Timah dalam Pencegahan Dampak Kesehatan Lingkungan Ferly Oktriyedi; Lela Handayani; Rendita Dwibarto
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): JLIPM - AGUSTUS
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan timah di Bangka Belitung menjadi sektor unggulan yang menopang ekonomi lokal dan nasional. Namun, aktivitas penambangan, terutama yang dilakukan secara tradisional dan tanpa pengelolaan lingkungan yang baik, dapat menimbulkan pencemaran lingkungan serta risiko kesehatan serius bagi masyarakat sekitar. Kegiatan pengabdian ini menggunakan desain pra-eksperimental One Group Pre-test and Post-test untuk mengukur efektivitas edukasi dan pemberdayaan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dampak kesehatan lingkungan akibat tambang timah. Desain ini memungkinkan analisis perubahan skor sebelum dan sesudah intervensi secara kuantitatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang dampak kesehatan lingkungan akibat aktivitas tambang timah. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan skor pengetahuan secara signifikan pada tiga aspek utama: bahaya logam berat, pencemaran air dan tanah, serta pencegahan penyakit akibat tambang (p < 0,001). Pendekatan partisipatif juga mendorong perubahan perilaku positif, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan penggunaan APD. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya edukasi berbasis komunitas dalam membangun kesadaran dan ketahanan masyarakat terhadap risiko lingkungan.
Penyuluhan Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE) bagi Tenaga HSE di Sekolah Rakyat Sumatera Selatan Ferly Oktriyedi; Lela Handayani; Rendita Dwibarto
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): JLIPM - DESEMBER
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluhan Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE) bagi tenaga HSE di Sekolah Rakyat Sumatera Selatan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi tenaga HSE dalam mengidentifikasi risiko, menerapkan prosedur keselamatan, dan mengawasi kesehatan serta keselamatan pekerja di lingkungan proyek. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan teoritis berupa penyampaian materi mengenai prinsip dasar K3, identifikasi risiko, pengelolaan limbah konstruksi, serta penggunaan alat pelindung diri (APD), dan pendekatan praktis melalui simulasi evakuasi darurat, demonstrasi APD, serta studi kasus kecelakaan kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip-prinsip keselamatan kerja, meskipun beberapa peserta masih memerlukan bimbingan tambahan terkait pengelolaan limbah berbahaya dan koordinasi tim dalam situasi darurat. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan evaluasi rutin untuk memperkuat kompetensi praktis tenaga HSE, sekaligus membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan di lingkungan proyek.