Muhamad Noor Gibran
Universitas Pertahanan Republik Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Intelijen dan Model Counterinsurgency Dalam Menghadapi Ancaman Insurgensi di Papua Melalui Mystic Diamond Lettu Arh Nur Afiad Syamiajaya, S.Tr (Han); Kolonel Sus Dr. Drs. Mhd. Halkis, M.H.; Kolonel Arm Dr. Ahmad G. Dohamid, S.Sos., M.A.P; Muhamad Noor Gibran
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6091

Abstract

Abstrak Sejarah politik bangsa menghadapi konflik internal dengan keragaman etnis, agama, ras, dan SARA yang dapat mengarah pada disintegrasi. Indonesia berhasil mengatasi pemberontakan GAM, tetapi konflik terus berlanjut di Papua. Strategi kontrainsurgensi yang melibatkan masyarakat secara lebih aktif diperlukan untuk melindungi dari pemberontakan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa peran intelijen dan model counterinsurgency dalam menghadapi ancaman insurgensi di Papua melalui mystic diamond. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam konflik Papua, dimensi internasional menjadi penting karena dukungan dari komunitas internasional terhadap gerakan separatisme Papua. ULMWP menjadi fokus utama dalam mendukung pemberontakan, dengan dukungan dari negara-negara Melanesia seperti Vanuatu. Konflik ini juga memicu perhatian internasional terutama dalam forum seperti Majelis Umum PBB, di mana isu-isu seperti pelanggaran HAM di Papua dibahas. Pemerintah Indonesia dihadapkan pada tantangan diplomasi dan tindakan keamanan terhadap gerakan separatisme. Peran intelijen menjadi krusial dalam mendeteksi dan menganalisis ancaman, sementara model Mystic Diamond digunakan untuk menghadapi konflik ini dengan pendekatan multi-dimensional, termasuk dialog, kontrol keamanan, dan upaya internasionalisasi Papua. Upaya memperbaiki akar permasalahan sosial, ekonomi, dan politik di Papua juga penting dalam menyelesaikan konflik ini secara komprehensif. Kata Kunci: Intelijen, Counterinsurgency, Insurgensi, Mystic Diamond
Peran Intelijen dan Model Counterinsurgency Dalam Menghadapi Ancaman Insurgensi di Papua Melalui Mystic Diamond Lettu Arh Nur Afiad Syamiajaya, S.Tr (Han); Kolonel Sus Dr. Drs. Mhd. Halkis, M.H.; Kolonel Arm Dr. Ahmad G. Dohamid, S.Sos., M.A.P; Muhamad Noor Gibran
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6091

Abstract

Abstrak Sejarah politik bangsa menghadapi konflik internal dengan keragaman etnis, agama, ras, dan SARA yang dapat mengarah pada disintegrasi. Indonesia berhasil mengatasi pemberontakan GAM, tetapi konflik terus berlanjut di Papua. Strategi kontrainsurgensi yang melibatkan masyarakat secara lebih aktif diperlukan untuk melindungi dari pemberontakan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa peran intelijen dan model counterinsurgency dalam menghadapi ancaman insurgensi di Papua melalui mystic diamond. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam konflik Papua, dimensi internasional menjadi penting karena dukungan dari komunitas internasional terhadap gerakan separatisme Papua. ULMWP menjadi fokus utama dalam mendukung pemberontakan, dengan dukungan dari negara-negara Melanesia seperti Vanuatu. Konflik ini juga memicu perhatian internasional terutama dalam forum seperti Majelis Umum PBB, di mana isu-isu seperti pelanggaran HAM di Papua dibahas. Pemerintah Indonesia dihadapkan pada tantangan diplomasi dan tindakan keamanan terhadap gerakan separatisme. Peran intelijen menjadi krusial dalam mendeteksi dan menganalisis ancaman, sementara model Mystic Diamond digunakan untuk menghadapi konflik ini dengan pendekatan multi-dimensional, termasuk dialog, kontrol keamanan, dan upaya internasionalisasi Papua. Upaya memperbaiki akar permasalahan sosial, ekonomi, dan politik di Papua juga penting dalam menyelesaikan konflik ini secara komprehensif. Kata Kunci: Intelijen, Counterinsurgency, Insurgensi, Mystic Diamond
Peran Strategis SDM Perempuan dalam Penguatan Ketahanan Nasional Menghadapi Ancaman Multidimensi Destriana Chantikadewi; Muhamad Hadianto; Helda Risman; Muhamad Noor Gibran
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 08 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i08.547

Abstract

Dalam satu dekade terakhir ini perkembangan lingkungan strategis global menunjukkan pergeseran ancaman, dari ancaman militer konvensional menuju ancaman multidimensi seperti pandemi, bencana alam, konflik sosial, radikalisme, serangan siber, disinformasi, dan krisis ekonomi. Kondisi tersebut menuntut keterlibatan seluruh sumber daya nasional dalam sistem pertahanan negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi sumber daya manusia perempuan dalam perspektif pertahanan semesta untuk menghadapi ancaman multidimensi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis dokumen. Teori utama yang digunakan adalah Total War Strategy, didukung Human Security Theory sebagai teori penghubung dan Human Capital Theory sebagai teori terapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki potensi strategis dalam mendukung pertahanan negara melalui kontribusi pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknologi, sosial, dan penanganan bencana. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan pemanfaatan kapasitas perempuan akibat stereotip gender, keterbatasan akses pengembangan kompetensi, serta belum optimalnya integrasi perempuan dalam kebijakan pertahanan nasional. Penelitian menyimpulkan bahwa optimalisasi sumber daya manusia perempuan merupakan kebutuhan strategis dalam memperkuat sistem pertahanan semesta dan meningkatkan ketahanan nasional menghadapi ancaman multidimensi.