Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kajian Literatur terhadap Sastra Anak sebagai Pembelajaran di Sekolah Dasar Fitriyani; Rahma Ashari Hamzah; Erika Rahmadani
MANTRA: Jurnal Sastra Indonesia (Sastra, Bahasa, Budaya) Vol 2 No 1 (2024): MANTRA: Jurnal Sastra Indonesia (Sastra, Bahasa, Budaya)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Psikologi dan Humaniora Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/mantra.v2i1.4213

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan penelitian literatur sebelumnya tentang pemahaman mengenai sastra anak, manfaat sastra anak bagi siswa sekolah dasar, dan manfaat sastra anak untuk pembelajaran dan pembentukan karakter anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian Perpustakaan(Library Research). Penelitian dimulai dengan pengumpulan artikel, pengurangan, penampilan, pembahasan, dan kesimpulan. Sumber data penelitian adalah artikel yang diterbitkan dalam jurnal nasional dalam sepuluh tahun terakhir (2014–2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 artikel, ada dua yang sesuai dengan judul. sastra anak sebagai alat untuk mengajar bahasa dan sastra serta menumbuhkan karakter siswa di sekolah dasar. Seorang anak akan belajar bahasa melalui bunyi dan ucapan yang dia dengar dari orang-orang di sekitarnya, salah satunya dari sastra yang muncul di masyarakat. Anak-anak akan memperoleh kepuasan batin dan peningkatan pengetahuan melalui sastra. Oleh karena itu,sastra anak harus dikembangkan dan diajarkan sejak kecil agar mereka menjadi orang yang baik dan berwawasan luas di kemudian hari.
Pendampingan Seni Tari Tradisional: Melatih Rasa Percaya Diri Siswa Kelas V SDN 55 Pamanjengan Melalui Tari Saman Musbaing Musbaing; Ririn Dewi Aryanti; Noviana Noviana; Erika Rahmadani; Nurul Anisyah; Inartiani Inartiani
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/g0ytbz42

Abstract

Rendahnya rasa percaya diri siswa saat tampil di depan umum serta masih terbatasnya pengalaman dalam kegiatan seni tari menjadi permasalahan yang dihadapi siswa kelas V SDN 55 Pamanjengan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian siswa masih malu, ragu, dan kurang mampu bekerja sama saat melakukan penampilan kelompok. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, dilaksanakan kegiatan pendampingan seni tari tradisional melalui Tari Saman yang dirancang sebagai media pembelajaran sekaligus pembentukan karakter. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan rasa percaya diri, keterampilan gerak, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, pengenalan Tari Saman, demonstrasi gerakan, latihan secara bertahap dan berulang, simulasi penampilan, serta evaluasi yang diakhiri dengan penampilan pada Pentas Kreasi Budaya Nusantara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator keberhasilan, yaitu keberanian tampil di depan umum meningkat dari 50% menjadi 100%, kekompakan gerakan kelompok dari 45% menjadi 95%, kedisiplinan mengikuti latihan dari 45% menjadi 95%, pemahaman gerak dasar Tari Saman dari 50% menjadi 90%, dan rasa percaya diri dari 45% menjadi 100%. Dengan demikian, pendampingan Tari Saman efektif meningkatkan kepercayaan diri siswa sekaligus mengembangkan kerja sama, kedisiplinan, keterampilan seni, dan apresiasi terhadap budaya Indonesia. 
Komponen Media Pembelajaran Inovatif Kreatif Kurikulum Merdeka Mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD: Indonesia Nuraini Marthinus Sanda Lembang; Rahma Ashari Hamzah; Elistiana; Erika Rahmadani; Adelia Putri; Nurul Anisyah
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis komponen kualitas media pembelajaran inovatif dan kreatif guna meningkatkan kompetensi abad ke-21 dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka melalui kajian kritis terhadap literatur dan publikasi jurnal ilmiah periode 2020–2025 yang relevan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa esensi inovasi media terletak pada konvergensi yang efektif antara media berbasis fisik dan media berbasis digital. Integrasi strategis kedua kategori media tersebut terbukti mampu mendukung pengembangan literasi multimodal dan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa secara optimal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kerangka kerja ekosistem pembelajaran multimodal yang terstruktur dan holistik untuk menjembatani keterampilan digital siswa dengan kebutuhan pedagogis materi konkret. Melalui sinkronisasi ini, diharapkan tercipta model pembelajaran yang lebih dinamis dan relevan dengan tuntutan kurikulum saat ini.
Development of a Classroom Reading Corner as an Effort to Increase Reading Interest Among Third-Grade Students at SD 55 Pamanjengan Musbaing Musbaing; Ahmad Farid Wajdi; Noviana Noviana; Erika Rahmadani
BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2: BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | September 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/berbakti.v4i2.5535

Abstract

An interest in reading is a key factor in supporting students’ academic achievement and fostering a culture of literacy in schools. However, the interest in reading among students at SDN 55 Pamanjengan remains relatively low, as evidenced by their tendency to spend their free time playing rather than reading. This study aims to describe the use of a reading corner as an effort to increase the reading interest of third-grade students at SDN 55 Pamanjengan. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observations and interviews involving the principal, teachers, and students. The program was implemented through the development of a reading corner, including the arrangement of bookshelves, the provision of age-appropriate reading materials, attractive room decorations, and guidance on literacy activities. The findings revealed that before the reading corner was established, the average level of students’ interest in reading was only 32.14%, which was categorized as low. After the program was implemented, the average reading interest increased to 78.57%, falling into the high category. This improvement was reflected in several indicators, including enjoyment of reading, use of the reading corner during free time, daily reading habits, interest in reading non-textbook materials, and enthusiasm for participating in literacy activities. The findings indicate that effective management of reading corners can create a conducive learning environment and significantly increase students’ interest in reading. Therefore, collaboration among schools, teachers, parents, and policymakers is necessary to support the sustainability of literacy programs in order to strengthen a culture of reading and improve the quality of students’ education.