Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EMBODIMENT OF REGIONAL CULTURAL RESILIENCE THROUGH PRESERVATION OF TRADITIONS: A STUDY ON THE TUMPENG SEWU TRADITION IN KEMIREN VILLAGE, BANYUWANGI REGENCY Danugroho, Agus; Murtinigsih, Siti; Fitriasari, Paramitha Dyah
Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Vol. 13, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out how the preservation of the Tumpeng Sewu Tradition in Kemiren Village, Banyuwangi Regency, has direct implications for regional cultural resilience. The preservation of the Tumpeng Sewu tradition in Kemiren Village, Banyuwangi Regency, is an interesting phenomenon because it has various impacts. In the midst of a global era that demands modernization, the preservation of traditions is very necessary so that they remain sustainable. However, it is also at risk of losing its local culture as a result of modernization. This is a descriptive qualitative study. The findings of this study suggest that the preservation of the Tumpeng Sewu Tradition, which employs cultural commodification, has the potential to contribute to and have an impact on a variety of sectors, particularly tourism in Banyuwangi Regency. The preservation of the Tumpeng Sewu Tradition in Kemiren Village has direct implications for regional cultural resilience. The findings of field researchers include several aspects, such as the socio-economic and daily behaviors of people who are influential as a result of the preservation of the Tumpeng Sewu Tradition in Kemiren Village.
KOSMOLOGI MASYARAKAT MINANGKABAU MELALUI KEARIFAN LOKAL RIMBO LARANGAN UNTUK KONSERVASI LINGKUNGAN Febriani, Rika; Murtinigsih, Siti
Multikultura Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia dan alam merupakan dua komponen yang tidak terpisahkan. Keduanya adalah suatu jalinan yang terhubung dengan cara yang kompleks. Krisis lingkungan menjadi ancaman yang cukup nyata pada saat ini. Berbagai fenomena alam seperti: musim panas dan hujan yang datang tidak teratur merupakan contoh bahwa terjadi ketidakseimbangan di alam. Artikel ini berargumentasi bahwa pengetahuan dan yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat dapat membantu pelestarian lingkungan di daerah tersebut. Hal ini disebabkan jaringan sosial menghasilkan sejumlah pengetahuan bersama antara manusia dan alam dapat membentuk cara hidup suatu kelompok masyarakat. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan telaah literatur, observasi lingkungan, dan wawancara mendalam dengan tokoh adat, masyarakat adat, dan masyarakat umum untuk mengidentifikasi dan menganalisis kearifan lokal pada masyarakat Minangkabau yang memiliki kearifan lokal melalui hutan larangan dan tanah ulayat dalam pelestarian lingkungannya. Temuan utama dalam penelitian ini adalah kearifan lokal melalui hutan larangan dapat membantu konservasi lingkungan. Pemerintah dapat mendukung kearifan lokal ini melalui peraturan hukum.
SAWAH SEBAGAI MEDIA HEALING PADA MASYARAKAT MODERN Setiawan, Dani; Murtinigsih, Siti
Multikultura Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawah merupakan salah satu lingkungan pertanian hidup yang terus menjadi perhatian berbagai pihak. Sawah tidak hanya menjadi suatu komoditas tempat penghasil pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi makro. Sawah mempunyai makna tinggi secara metafisika yaitu sawah menyimpan kandungan partikel oksigen yang dibutuhkan tubuh setiap manusia termasuk sebagian orang yang sering melakukan bermain ke sawah. Sawah pada masa sekarang dimaknai sebagai tempat untuk berelaksasi psikis, bahkan untuk melakukan healing yang diyakini sawah mempunyai energi hijau dengan ketataruangan terbuka dengan udara bersih dan kesejukannya. Sawah bagi sebagian masyarakat modern dibutuhkan untuk mendapatkan ketenangan dan menggantikan suasana kota yang penuh dengan persoalaan dinamika kehidupan. Sawah dalam pemaknaan di era modern sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di bidang usaha coffeeshop dengan membuka ruang kerja (Co-working) bagi setiap pengunjungnya yaitu sambil kerja, menikmati minuman kopi dan sekaligus dapat melakukan healing. Gambaran sawah sebagai pranata mangsa di masyarakat, sebagai ruang hidup yang sakral dari sawah, sawah pun mewujudkan tradisi ritual berbentuk artefak budaya wiwitan dan menghidupkan strategi kosmologi sawah.
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA PAPAN PERKALIAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI MI LANTABURO CIPONDOH TANGERANG Safira, Dini; Murtinigsih, Siti; Istianah, Istianah
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 7 No 2 (2024): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v7i2.676

Abstract

Fokus masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah pengaruh penggunaan alat peraga papan perkalian terhadap hasil belajar matematika pada siswa di MI Lantaburo Cipondoh Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dan perbedaan kelas dari penggunaan alat peraga dengan hasil belajar pada siswa. Metode penelitian kuantitatif dengan jenis Quasi Eksperimen. Dalam penelitian ini melibatkan kedua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan alat peraga papan perkalian, dan terdapat kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara penggunaan alat peraga papan perkalian dengan hasil belajar matematika siswa pada kelas III di MI Lantaburo Cipondoh Kota Tangerang, hasil penelitian ini ditunjukkan oleh hasil uji-t posttest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji-t yang dilakukan dengan bantuan SPSS for Windows 26, diperoleh thitung > ttabel (8,488 > 1,682), demikian juga dengan nilai Sig. < ɑ (0,000 < 0,05), Maka berpengaruh pada alat peraga papan perkalian dapat dilihat nilai Rquare nya 82,1% dan sisa nya dipengaruhi oleh faktor lain, 1,76%. hal ini berarti menunjukkan Ha diterima dan Ho ditolak dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa.