Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Multikultura

KOSMOLOGI MASYARAKAT MINANGKABAU MELALUI KEARIFAN LOKAL RIMBO LARANGAN UNTUK KONSERVASI LINGKUNGAN Febriani, Rika; Murtinigsih, Siti
Multikultura Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia dan alam merupakan dua komponen yang tidak terpisahkan. Keduanya adalah suatu jalinan yang terhubung dengan cara yang kompleks. Krisis lingkungan menjadi ancaman yang cukup nyata pada saat ini. Berbagai fenomena alam seperti: musim panas dan hujan yang datang tidak teratur merupakan contoh bahwa terjadi ketidakseimbangan di alam. Artikel ini berargumentasi bahwa pengetahuan dan yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat dapat membantu pelestarian lingkungan di daerah tersebut. Hal ini disebabkan jaringan sosial menghasilkan sejumlah pengetahuan bersama antara manusia dan alam dapat membentuk cara hidup suatu kelompok masyarakat. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan telaah literatur, observasi lingkungan, dan wawancara mendalam dengan tokoh adat, masyarakat adat, dan masyarakat umum untuk mengidentifikasi dan menganalisis kearifan lokal pada masyarakat Minangkabau yang memiliki kearifan lokal melalui hutan larangan dan tanah ulayat dalam pelestarian lingkungannya. Temuan utama dalam penelitian ini adalah kearifan lokal melalui hutan larangan dapat membantu konservasi lingkungan. Pemerintah dapat mendukung kearifan lokal ini melalui peraturan hukum.
SAWAH SEBAGAI MEDIA HEALING PADA MASYARAKAT MODERN Setiawan, Dani; Murtinigsih, Siti
Multikultura Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawah merupakan salah satu lingkungan pertanian hidup yang terus menjadi perhatian berbagai pihak. Sawah tidak hanya menjadi suatu komoditas tempat penghasil pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi makro. Sawah mempunyai makna tinggi secara metafisika yaitu sawah menyimpan kandungan partikel oksigen yang dibutuhkan tubuh setiap manusia termasuk sebagian orang yang sering melakukan bermain ke sawah. Sawah pada masa sekarang dimaknai sebagai tempat untuk berelaksasi psikis, bahkan untuk melakukan healing yang diyakini sawah mempunyai energi hijau dengan ketataruangan terbuka dengan udara bersih dan kesejukannya. Sawah bagi sebagian masyarakat modern dibutuhkan untuk mendapatkan ketenangan dan menggantikan suasana kota yang penuh dengan persoalaan dinamika kehidupan. Sawah dalam pemaknaan di era modern sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di bidang usaha coffeeshop dengan membuka ruang kerja (Co-working) bagi setiap pengunjungnya yaitu sambil kerja, menikmati minuman kopi dan sekaligus dapat melakukan healing. Gambaran sawah sebagai pranata mangsa di masyarakat, sebagai ruang hidup yang sakral dari sawah, sawah pun mewujudkan tradisi ritual berbentuk artefak budaya wiwitan dan menghidupkan strategi kosmologi sawah.