Tri Norarifin
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Permintaan Daging Ayam Broiler di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pasar Bauntung dan Pasar Ulin Raya) Tri Norarifin; Luki Anjardiani; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.785

Abstract

Daging ayam broiler adalah salah satu sumber protein hewani dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Permintaan daging ayam broiler yang meningkat dari tahun ke tahun tersebut tidak terlepas dari pengaruh banyak faktor. Harga daging ayam broiler di Kota Banjarbaru cukup mengalami fluktuasi, Sehingga perlunya mengetahui apakah faktor tersebut dapat mempengaruhi permintaan terhadap daging ayam broiler atau ada faktor lainnya yang sangat mempengaruhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan perilaku konsumen daging ayam broiler Kota Banjarbaru. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan daging ayam broiler di Kota Banjarbaru. Elastisitas permintaan daging ayam broiler di Kota Banjarbaru. Jenis data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Pemilihan responden penelitian ini menggunakan metode Accidental Sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 65 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dan dilakukan pengujian koefisien determinasi, uji F dan Uji t. Hasil dari penelitian ini, faktor yang berpengaruh nyata secara bersamaan terhadap permintaan daging ayam broiler di Kota Banjarbaru adalah harga daging ayam broiler (X1), harga telur ayam ras (X2), harga ikan (X3), pendapatan (X4), jumlah anggota keluarga (X5) dan tingkat pendidikan (X6). Faktor yang berpengaruh nyata secara individual terhadap permintaan daging ayam broiler adalah harga daging ayam broiler, harga ikan dan pendapatan. Untuk elastisitas permintaan daging ayam broiler menunjukan bahwa elastisitas permintaan daging ayam broiler terhadap harga adalah elastis. Elastisitas permintaan daging ayam broiler terhadap pendapatan menunjukan bahwa daging ayam broiler termasuk dalam barang normal. Elastisitas permintaan daging ayam broiler terhadap harga telur ayam broiler dan harga ikan, sehingga telur ayam ras dan ikan dapat dikategorikan sebagai barang pengganti bagi daging ayam broiler.Kata kunci: daging ayam broiler, faktor-faktor permintaan, elastisitas
Analisis Determinan Produk Domestik Regional Bruto Sektor Pertanian Antar Wilayah di Kalimantan Selatan (Pendekatan Geographically Weighted Panel Regression) Norarifin, Tri; Yanti, Nuri Dewi; Fauzi, Muhammad
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 21 No 3 (2025): Oktober, 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The agricultural sector plays a strategic role in the Indonesian economy, including in South Kalimantan, but its contribution to the Regional Gross Domestic Product (GRDP) varies unevenly across regions. This study aims to analyze the determinants of the agricultural sector GRDP in South Kalimantan both globally and spatially. Using panel data from 13 regencies/cities for the period 2020–2024, the analysis was conducted using two approaches is global panel regression and Geographically Weighted Panel Regression (GWPR). The results show that the GWPR model is significantly superior in capturing spatial heterogeneity compared to the global model, with a Cross Validation (CV) value of 0.0425 and R² of 0.7042. At the local level, the GWPR model was able to explain up to 86.76% of the variation in Tabalong Regency. Globally, plantation area, capital expenditure (lag 1), and the mining sector's contribution significantly affect agricultural GRDP. However, GWPR estimates reveal substantial spatial variation, the coefficient of plantation area ranges from 0.036 to 0.233 (highest in Tabalong), capital expenditure from 0.019 to 0.050, while the mining sector's contribution shows a consistently negative effect (–0.035 to –0.006), with the strongest impact in mining-intensive areas. These findings confirm the necessity of differentiated policy approaches tailored to the local characteristics of each region.