Jeanne d’Arc Zafera Adam
Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Gargling Lime Juice (Citrus aurantifolia) and Plaque Index in Adolescent Girls Aged 18-20 Years: A Pseudo-Experimental Study Anneke Tahulending; Jeanne d’arc Zafera Adam; Jeineke Ellen Ratuela; Rabia Ani Ohoirat; Oksfriani Jufri Sumampouw
Sam Ratulangi Journal of Public Health Vol. 5 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/srjoph.v5i2.59721

Abstract

Background: Plaque is a soft deposit that sticks tightly to the surface of the teeth. Plaque can be controlled by regular brushing and the use of mouthwash. Plaque control by gargling can use traditional plant materials, one of which is lime (Citrus aurantifolia). Lime contains compounds that are antibacterial, namely essential oils that can inhibit the growth of bacteria plaque formation. One of the populations with dental and oral health problems is adolescents. The purpose of this study is to measure the effect of gargling lime juice (Citrus aurantifolia) on plaque index in adolescent girls aged 18-20 years. Methods: This is a pseudo-experimental research. The pre-experimental design used is one group pre testpost test design. This research was carried out in May 2024 in Manado City. A total of 42 female remakami aged 18-20 years were sampled in this study. The variable measured was the plaque index. The treatment given is gargling with lime juice. The instruments of this research are a set diagnostic tool, and a plaque index examination format. The research material is lime juice. The data obtained, tabulated and then analyzed using the paired sample t-test. Research Results: The results showed that the average plaque index before gargling with lime juice is 2.1809 and after gargling is 0.3357. There was a difference in the decrease in plaque index before and after gargling lime juice, which was 1.8452. The results of the paired t-test sample obtained a significance value of 0.000. This value shows that there is a significant difference in plaque index between subjects who gargle with orange leaf decoction and those who do not. Conclusion: It can be concluded that the habit of gargling with lime juice can reduce plaque index in adolescent girls aged 18-20 years in Manado city.
Pengaruh Berkumur Rebusan Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Terhadap Indeks Plak Pada Wanita Dewasa Ni Made Yuliana; Anneke Tahulending; Aprilia Anastasya A. Walewangko; Jeanne d’arc Zafera Adam; Novarita Mariana Koch; Oksfriani Jufri Sumampouw; Jeini Ester Nelwan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44681

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut wanita dewasa di Indonesia menghadapi tantangan kompleks, terutama karena pengaruh hormonal dan rendahnya kesadaran terhadap pentingnya perawatan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berkumur rebusan daun salam (S. polyanthum)  terhadap Indeks plak wanita dewasa. Jenis penelitian  penelitian Quasi Experiment Design dengan rancangan pendekatan One Group pre-posttest dilaksanakan di Desa Kalasey Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Sebanyak 46 wanita dewasa menjadi responden. Pengukuran plak menggunakan metode Indeks Plak (Plaque Index/PI). Alat yang digunakan yaitu cermin mulut (mouth mirror), eksplorer periodontal, kertas indeks dan pensil/skor sheet. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata indeks plak sebelum berkumur rebusan daun salam sebesar 3,8 dan sesudah berkumur rebusan daun salam sebesar 1,0. Rata-rata indeks plak ini mengalami penurunan sebesar 2,8. Hasil analisis statistik diperoleh nilai penurunan dengan mean rank sebesar 23,50 yang artinya adanya 23 responden yang mengalami penurunan plak indeks. Nilai p diperoleh sebesar 0,000 (p< 0,05), nilai ini menunjukkan bahwa berkumur rebusan daun salam efektif menurunkan plak. Kesimpulan penelitian ini yaitu berkumur rebusan daun salam (S. polyantum) berpengaruh terhadap penurunan indeks plak pada wanita dewasa.
Pengaruh Berkumur Larutan Madu Terhadap Derajat Keasaman Saliva Remaja Berumur 13-15 Tahun Youla Karamoy; Jeanne d’arc Zafera Adam; Vega Roosa Fione; Jeana Maramis; Rosalin Ticoalu; Oksfriani Jufri Sumampouw; Jeini Ester Nelwan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45514

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan komponen integral dalam menjaga kesehatan umum manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh berkumur dengan larutan madu 15% terhadap perubahan pH saliva pada remaja berumur 13-15 tahun. Metode penelitian ini merupakan studi eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain “one group pretest-posttest” yang dilaksanakan pada bulan Juni 2024. Distribusi responden terdiri dari 50% laki-laki dan 50% perempuan, dengan mayoritas berusia 14 tahun (64,7%). Sebelum intervensi, mayoritas responden (58,8%) memiliki pH saliva dalam kategori asam. Setelah berkumur dengan larutan madu, terjadi peningkatan signifikan pada kategori netral (76,5%), dengan hanya 8,8% yang tetap dalam kategori asam dan 14,7% masuk kategori basa. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), mengindikasikan adanya perbedaan yang bermakna antara pH saliva sebelum dan sesudah berkumur. Sebanyak 24 responden menunjukkan peningkatan pH (positive ranks), enam responden tidak mengalami perubahan, dan empat responden mengalami penurunan pH (negative ranks). Kesimpulan penelitian ini yaitu berkumur dengan larutan madu 15% secara signifikan dapat meningkatkan pH saliva dari kondisi asam menuju netral atau basa, yang berdampak positif terhadap pencegahan demineralisasi enamel gigi dan karies. Kandungan fruktosa dan mineral alkali dalam madu berperan dalam meningkatkan sekresi saliva dan menetralkan lingkungan asam di rongga mulut. Oleh karena itu, larutan madu dapat direkomendasikan sebagai salah satu alternatif alami dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.