p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal ASPIKOM SEMAR
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Information Overload as a Mediator in the Relationship Between Instagram’s Social Media Use Intensity and Social Media Fatigue in Emerging Adulthood Muhammad Aulia Sabarky; Nugraha Arif Karyanta; Fadjri Kirana Anggarani
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2023): Jurnal ASPIKOM
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v8i2.1274

Abstract

The massive use of Instagram in Indonesia aligns with the high need for emerging adults to socialize and express themselves. This makes users face much information, making it vulnerable to causing social media fatigue. This study examines the role of the information overload variable as a mediator of the relationship between the intensity of social media use and social media fatigue in the emerging adult group. Respondents in this study were aged 18-25 years, including 145 men and 182 women. Data was collected using three scales: SONTUS Revised Version, Information Overload Scales, and the SMFS Scale, adapted into Indonesian. The collected data was tested using PROCESS Macro (Model 4) involving intermediary variables with the help of the SPSS Statistics 26.0 for Windows program. This study's results indicate a mediating effect of excess information in the relationship between the intensity of social media use and social media fatigue. Complete mediation occurs because the direct impact becomes insignificant when the extra information variable is added to the equation
Edukasi Keuangan untuk Meningkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa di Surakarta Theda Renanita; Fadjri Kirana Anggarani; Andrian Liem; Rini Setyowati; Afia Fitriana; Aditya Nanda Priyatama; Arif Tri Setyanto; Nugraha Arif Karyanta
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.89933

Abstract

Literasi keuangan menjadi isu global dan menjadi program nasional di berbagai negara termasuk Indonesia. Literasi keuangan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, data menunjukkan literasi keuangan perlu ditingkatkan. Mahasiswa merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian karena masa perkembangan mahasiswa adalah masa mempersiapkan kemandirian keuangan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan melibatkan pengetahuan dan perilaku keuangan. Untuk meningkatkan literasi keuangan maka diselenggarakan kegiatan edukasi keuangan keuangan dengan perspektif psikologi ekonomi. Kegiatan ini menekankan pada aspek psikologis keuangan. Peserta edukasi keuangan ini sebanyak 32 mahasiswa. Metode yang digunakan adalah ceramah dan aktivitas aktif peserta dengan menggunakan lembar kerja. Efektivitas program juga dianalisis dengan membandingkan rata-rata efikasi keuangan, pengetahuan keuangan subjektif, pengetahuan keuangan objektif, dan perspektif keuangan masa depan pada saat pre-test dan post-test. Selain itu, peneliti juga membandingkan rata-rata keempat variabel dari kelompok peserta program edukasi dengan non peserta program (N=33). Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata keempat variabel setelah mengikuti program. Kelompok yang mengikuti program menunjukkan rata-rata keempat variabel lebih tinggi daripada non peserta. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kehidupan mereka, meningkatnya pemahaman mengenai keuangan, dan merasa menjadi lebih percaya diri dalam mengelola keuangan. Mereka juga akan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dalam kehidupan keuangan mereka sehari-hari. Kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin dan masif untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan keuangan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai produk dan jasa keuangan dan menggunakannya dengan bijaksana. Kata kunci: edukasi keuangan; literasi keuangan; mahasiswa; perilaku keuangan