Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENANGANAN TUMPAHAN MINYAK TENAGA SURYA MENGGUNAKAN MEDIA LIMBAH KULIT DURIAN Regil Kentaurus Harryes; Veryawan Nanda Perkasa; Timbul Haryanto Agus Rahmadi
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 6, No 1 (2021): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v6i1.84-88

Abstract

The problem of oil pollution in the sea is starting to get serious attention from the public. This incident caused the mass death of various types of marine organisms. Many cases only become government records without any complete response. An example of a case is oil pollution in Seribu Island. It is known that pollution has occurred since 2003 and in the 2003-2004 period it was recorded that it had occurred 6 times. To prevent and control marine pollution due to oil spills, there are several prevention methods. We know that the case is difficult to do because the oil spill is very done, both in terms of time, continuous work, and in terms of the costs involved. In this study, the design and construction of oil extraction using absorbent media in the oil waste area in the water. The purpose of this research is to design and conduct a study of the efficiency of a belt type oil skimmer using durian skin waste which is moved using a solar panel. It absorbs oil from the air which can be retrieved and collected onto the vessel by providing a piping arrangement. The collected oil can be reused for various purposes.
Analisis Modifikasi Haluan Axe Bow Pada Kapal Pc 40 untuk Mengurangi Hambatan Kapal Veryawan Nanda Perkasa; Sovian Aritonang; Djamarel Hermanto
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 3 No. 02 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.4 KB) | DOI: 10.59141/jiss.v3i02.548

Abstract

Luas wilayah Indonesia 80% berupa laut dan luasnya mencapai 5.800.000 km2 dengan garis pantai sepanjang 80.791 km. Banyaknya kasus illegal loging, penyelundupan BBM, serta kapal-kapal perompak yang selalu meresahkan kapal-kapal di perairan Indonesia menuntut adanya penambahan armada kapal patroli cepat dengan kecepatan tinggi untuk mengatasinya. Hambatan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi proses perancangan sebuah kapal. Kapal dengan bentuk lambung yang baik akan menghasilkan hambatan yang efisiensi sehingga operasional kapal dan pergerakan kapal lebih baik. Pada penelitian ini dilakukan dengan memodelkan Kapal PC 40 dengan spesifikasi panjang 45,5 meter, lebar 7,9 meter dan bobot 220 ton dengan kecepatan maksimal 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot dan kecepatan ekonomis 15 knot. Selanjutnya model lambung kapal PC 40 dirubah pada bagian haluan sehingga menghasilkan hambatan total paling kecil menggunakan pendekatan studi numerik software (maxsuft Resistence) metode slenderbody. Hasil penelitian berdasarkan analisa numerik (Maxsuft – Resistence) menujukkan pada kecepatan jelajah bentuk lambung model AXE Bow memiliki nilai hambatan yang lebih kecil dibandingkan model kapal sebelumnya. Hasil perhitungan numerik memiliki nilai selisih total hambatan pada kondisi kecepatan jelajah 15 Knot pada perhitungan numerik studi (maxsuft resistence) didapatkan nilai hambatan total 39,2 kN pada simulasi model AXE Bow dan hasil hambatan total dari model Rounded Bow 42,4 kN selisihnya 3,2 kN lebih kecil 8 % dibandingkan model Rounded Bow.
Modification of the Main Deck of Pc40 Using the Sandwich Plate System to Support Marine Defense Operations Veryawan nanda Perkasa; Sovian Aritonang Djamarel; Hermanto Hermanto
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 1 No. 7 (2022): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2317.427 KB) | DOI: 10.59141/jrssem.v1i7.88

Abstract

Indonesia is the largest archipelagic maritime country in the world, it should strengthen its ability to secure a very wide territorial waters, in order to ensure the security and safety of shipping in Indonesian jurisdictional. PC 40 ship is a reliable TNI-AL patrol ship with relatively small dimensions and will be easy to operate in archipelagic areas. In general, structural construction on conventional PC 40 ships, along with the times, the Sandwich Plate System material has been found to have characteristics that provide advantages in terms of strength and a simpler structure compared to conventional construction. the construction structure uses conventional aluminum using the Sandwich Plate System material with an aluminum-elastomer-aluminum configuration in the flat plate structure on the main deck of the TNI-AL PC 40 Ship. Analysis based on finite element on main deck construction with load loading. From the simulation results, the maximum stress for aluminum material is 17 MPa using stiffeners, while the construction with sandwich plate material system produces a maximum stress of 15 MPa reducing the use of 15 stiffeners, with maximum deformation for conventional aluminum.
STUDI PERBANDINGAN CUT QUALITY PADA VARIASI CUTTING SPEED DALAM PLASMA CUTTING Wijayanti, Ita; Mutiarani; Novebriantika; Kamsyah, Domi; Silalahi, Meschac Timothee; Nurhuda, Yusuf; Perkasa, Veryawan Nanda; Putro, Yogi Satrio
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jatra.v7i1.9317

Abstract

Dalam fabrikasi logam, plasma cutting sangat penting karena menawarkan hasil potongan yang presisi, efisien dan fleksibel. Salah satu parameter kritis dalam plasma cutting yaitu cutting speed. Tujuan penelitian ini yaitu membandingkan kualitas hasil potong (cut quality) pada material mild steel dengan ketebalan 8 mm. Variasi cutting speed yang diteliti meliputi 3000 mm/min, 4000 mm/min, 5000 mm/min, dan 6000 mm/min. Pengamatan cut quality dilakukan secara visual dan pengukuran kedalaman hasil potongan menggunakan vernier caliper. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada parameter cutting speed 3000 mm/min menghasilkan cut quality terbaik. Pada variasi cutting speed yang rendah menghasilkan cut quality yang baik karena plasma memiliki waktu yang cukup untuk penetrasi dan memotong material dengan bersih.  
Dampak Kondisi Sosial Ekonomi dalam Meningkatkan Potensi Nelayan Tangkap Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau Nurhuda, Yusuf; Novebriantika, Novebriantika; Sugondo, Ebeng; Silalahi, Meschac Timothee; Wijayanti, Ita; Fajrin, Aulia; Saihilmi, Muhammad Irsyad; Perkasa, Veryawan Nanda
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i1.21806

Abstract

Salah satu potensi alam Indonesia yang sangat besar adalah sumberdaya kelautan dan perikanan. Sumberdaya kelautan merupakan salah satu aset pembangunan yang penting dan memiliki peluang sangat besar untuk dijadikan sebagai sumber pertumbuhan perekonomian. Saat ini sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Bintan memiliki potensi pembangunan ekonomi yang sangat besar dan beragam. Kabupaten Bintan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki setidaknya 240 pulau-pulau kecil serta memiliki sumber daya pesisir dan laut yang sangat potensial. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisa kondisi kehidupan nelayan tangkap Kabupaten Bintan dari aspek sosial, ekonomi serta mengidentifikasi bentuk-bentuk program pemberdayaan yang diberikan oleh pemerintah beserta hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan program. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang diambil merupakan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Program pemberdayaan diharap dapat digunakan sebagai penunjang utama sebagai layanan dalam meningkatkan potensi dalam upaya peningkatan ekonomi dan sosial pada nelayan tangkap. Beberapa program merupakan upaya dalam meningkatkan program layanan pemberdayaan nelayan tangkap di Kabupaten Bintan. Selain itu juga diperlukanya komitmen untuk meningkatkan potensi serta dampak dari kegiatan program pemberdayaan untuk nelayan tangkap dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Bintan Kepulauan Riau.
Design and Fabrication of 6 Meter Fiberglass Boat for Coastal Water Tourism in Batam Saputra, Hendra; Cahyagi, Danang; Perkasa, Veryawan Nanda; Purnama, Dedi; Nurmannsyah, Oxa; Saputra, Rangga; Ferari, Regita; Al Fauzy, Faaza Ibnu; Fadillah, Muhammad
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v9i2.20342

Abstract

As an area with geographical conditions consisting of many islands, marine tourism in Batam has become a special attraction which has been developed through hotel investment, and coastal water tourism and travel-related services. Even though the demand is quite high, the availability of tourism boats to support coastal water tourism has low participation of the domestic industry. Therefore, this study aims to develop a tourism boat prototype designed and fabricated for coastal water tourism and travel-related services in Batam. This study began by studying the characteristics of coastal water, characteristics of tourism needs, design and development, and fabrication activities. Fiberglass is the material in shipbuilding because of the ease of the manufacturing process, and produces less waste and emissions. Based on the study results, it was found that the tourism boat needed is a 5 person capacity tourism boat with a length of 6 meters which can require 1 x 45 HP of power to reach a speed of 25 knots.As an area with geographical conditions consisting of many islands, marine tourism in Batam has become a special attraction which has been developed through hotel investment, and coastal water tourism and travel-related services. Even though the demand is quite high, the availability of tourism boats to support coastal water tourism has low participation of the domestic industry. Therefore, this study aims to develop a tourism boat prototype designed and fabricated for coastal water tourism and travel-related services in Batam. This study began by studying the characteristics of coastal water, characteristics of tourism needs, design and development, and fabrication activities. Fiberglass is the material in shipbuilding because of the ease of the manufacturing process, and produces less waste and emissions. Based on the study results, it was found that the tourism boat needed is a 5 person capacity tourism boat with a length of 6 meters which can require 1 x 45 HP of power to reach a speed of 25 knots.
Analisis Modifikasi Haluan Axe Bow Pada Kapal Pc 40 untuk Mengurangi Hambatan Kapal Nanda Perkasa, Veryawan; Aritonang, Sovian; Hermanto, Djamarel
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 3 No. 02 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v3i02.548

Abstract

Luas wilayah Indonesia 80% berupa laut dan luasnya mencapai 5.800.000 km2 dengan garis pantai sepanjang 80.791 km. Banyaknya kasus illegal loging, penyelundupan BBM, serta kapal-kapal perompak yang selalu meresahkan kapal-kapal di perairan Indonesia menuntut adanya penambahan armada kapal patroli cepat dengan kecepatan tinggi untuk mengatasinya. Hambatan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi proses perancangan sebuah kapal. Kapal dengan bentuk lambung yang baik akan menghasilkan hambatan yang efisiensi sehingga operasional kapal dan pergerakan kapal lebih baik. Pada penelitian ini dilakukan dengan memodelkan Kapal PC 40 dengan spesifikasi panjang 45,5 meter, lebar 7,9 meter dan bobot 220 ton dengan kecepatan maksimal 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot dan kecepatan ekonomis 15 knot. Selanjutnya model lambung kapal PC 40 dirubah pada bagian haluan sehingga menghasilkan hambatan total paling kecil menggunakan pendekatan studi numerik software (maxsuft Resistence) metode slenderbody. Hasil penelitian berdasarkan analisa numerik (Maxsuft – Resistence) menujukkan pada kecepatan jelajah bentuk lambung model AXE Bow memiliki nilai hambatan yang lebih kecil dibandingkan model kapal sebelumnya. Hasil perhitungan numerik memiliki nilai selisih total hambatan pada kondisi kecepatan jelajah 15 Knot pada perhitungan numerik studi (maxsuft resistence) didapatkan nilai hambatan total 39,2 kN pada simulasi model AXE Bow dan hasil hambatan total dari model Rounded Bow 42,4 kN selisihnya 3,2 kN lebih kecil 8 % dibandingkan model Rounded Bow.
ANALISIS PENGARUH SUDUT MASUK HALUAN TERHADAP HAMBATAN KAPAL MENGGUNAKAN SOFTWARE MAXSURF Perkasa, Veryawan Nanda; Ita Wijayanti; Hanifah Widiastuti; Meschac Timothee Silalahi
Device Vol. 15 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/6f2scr33

Abstract

Optimasi geometri lambung kapal merupakan strategi krusial untuk meningkatkan efisiensi hidrodinamis dan mengurangi konsumsi bahan bakar dalam industri maritim modern. Penelitian ini menginvestigasi pengaruh variasi sudut masuk haluan (entrance angle) terhadap karakteristik hambatan kapal displacement melalui simulasi numerik sistematis menggunakan Maxsurf Resistance dengan metode slenderbody. Empat model kapal dengan sudut masuk 15°, 20°, 25°, dan 30° dianalisis secara komprehensif pada rentang kecepatan operasional 15-25 knot (bilangan Froude 0,45-0,75), mencakup 44 kondisi simulasi. Model kapal memiliki panjang keseluruhan 30 meter, lebar 8 meter, sarat 2,5 meter, displacement 319 ton, dan koefisien blok 0,52, merepresentasikan kapal patroli dan kapal penyeberangan cepat yang beroperasi di perairan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut masuk haluan memiliki pengaruh sangat signifikan terhadap total hambatan, dengan magnitude pengaruh yang meningkat pada kecepatan tinggi. Model dengan sudut masuk 15° menghasilkan hambatan terendah secara konsisten di seluruh rentang kecepatan yang diuji. Pada kecepatan 20 knot, model 15° menghasilkan hambatan 193,7 kN dibandingkan 285,0 kN untuk model 30°, menunjukkan perbedaan substansial sebesar 47,1% atau 91,3 kN. Analisis mekanisme fisika mengungkapkan bahwa sudut masuk yang lebih tajam menghasilkan karakteristik pembentukan gelombang yang lebih efisien dengan amplitudo bow wave lebih rendah, sistem gelombang yang lebih terorganisir, dan interferensi gelombang yang menguntungkan. Sensitivitas hambatan terhadap sudut masuk meningkat pada kecepatan tinggi (Fn > 0,60) dimana hambatan gelombang menjadi komponen dominan. Untuk kapal cepat dengan kecepatan operasional 20-25 knot, sudut masuk 15-20° direkomendasikan untuk minimisasi hambatan dan optimisasi efisiensi bahan bakar, dengan potensi penghematan operasional jutaan dollar selama lifecycle kapal
Predictive Maintenance pada Kapal Tanker Mid-Range Menggunakan Machine Learning (XGBoost Algorithm) Meschac Timothee Silalahi; Veryawan Nanda Perkasa; Ita Wijayanti; Hanifah Widiastuti
Prosiding SISFOTEK Vol 9 No 1 (2025): SISFOTEK IX 2025
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study develops a machine learning-based predictive maintenance model for chemical tankers with capacities of 11,000–25,000 DWT using synthetic log-book data representing manual engine-room records without additional sensors. The XGBoost model predicts potential system failures within 14 days, achieving an Area Under Curve (AUC) of 0.9, recall of 0.82, and precision of 0.87. SHAP interpretability analysis identifies exhaust gas temperature differentials between cylinders, scavenge air pressure, and iron content in lubricating oil as the most influential predictors of failure. Implementation of the predictive system improves Mean Time Between Failure (MTBF) by 25.5% and system availability from 94.6% to 97.8%. Economic evaluation yields a Net Present Value (NPV) of USD 2.45 million per vessel with a Payback Period of 11 months. The findings confirm the reliability of machine learning-based predictive maintenance using operational data without expensive sensor infrastructure, supporting both efficiency gains and digital transformation within the maritime industry.
Design and Fabrication of 6 Meter Fiberglass Boat for Coastal Water Tourism in Batam Hendra Saputra; Danang Cahyagi; Veryawan Nanda Perkasa; Dedi Purnama; Oxa Nurmannsyah; Rangga Saputra; Regita Ferari; Faaza Ibnu Al Fauzy; Muhammad Fadillah
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v9i2.4997

Abstract

A tourist boat is one of the amenities frequently utilized in coastal water tourism activities in Batam. Boats used for tourism are frequently used for fishing or simply to take in the beauty of marine tourism. Thus, one of the requirements that must be developed for local tourism is the availability of boats for water tourism. The goal of this research is to create a design and prototype for a six-meter water tourism boat that can serve as a public reference within the same case study. Because of its advantages in terms of cost and readily available materials, fiberglass was selected as a material for design and fabrication. Because of its benefit of being a simple fabrication process, the fiber reinforced plastic method was also selected for use in the process. A six-meter fiberglass boat prototype was created through a multi-phase process that began with design, moved on to hydrostatic and power requirement prediction analyses, and ended with mold based fabrication. The study concludes that 40 horsepower (29.5 kW) is needed to power a 6-meter fiberglass boat that can accommodate five people and reach a maximum speed of 25 kN. Five to seven layers of fiberglass were used to successfully complete the ship fabrication process.