Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rancang bangun hologram piramid interaktif menggunakan kamera selfie bersama virtualisasi artefak museum berbasis web Krisna Yuwono Fora
INFOTECH : Jurnal Informatika & Teknologi Vol 6 No 1 (2025): INFOTECH: Jurnal Informatika & Teknologi
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/infotech.v6i1.1644

Abstract

Sebagian besar museum masih mengandalkan informasi secara manual berupa teks dan foto serta dokumentasi video yang kurang interaktif. Keterbatasan ini menghambat kemandirian pengunjung dalam memahami informasi artefak museum khususnya di Museum Teknoform sebagai pilot project penelitian dengan pemanfaatan hologram piramid. Keunggulannya adalah informasi multimedia interaktif, pandangan 3D, transparan, dan multi arah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem hologram piramid interaktif berbasis web yang memungkinkan pengunjung berselfie dengan artefak museum secara virtual. Sistem ini memanfaatkan kamera web untuk menangkap potret pengunjung secara real-time dan memprosesnya menggunakan segmentasi citra berbasis CNN melalui modul Mediapipe Selfie Segmentation. Metode yang digunakan adalah Waterfall, meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Virtualisasi artefak menggunakan photogrammetry untuk mengubah foto 2D menjadi model 3D yang akurat. Potret yang tersegmentasi digabungkan dengan artefak digital dan diproyeksikan pada struktur piramida transparan, menciptakan ilusi visual objek 3D melayang. Implementasi berbasis web (HTML, CSS, JavaScript) memungkinkan aksesibilitas luas tanpa instalasi aplikasi khusus. Hasil pengujian prototipe menunjukkan kinerja segmentasi real-time yang cukup baik dengan akurasi segmentasi Mean IoU 92% pada kondisi pencahayaan standar saat memisahkan latar depan dari latar belakang. Frame rate hologram mencapai 30-50 fps, dengan penggunaan sumber daya CPU sekitar 70% untuk ekstraksi potret dan 30% untuk kendali tampilan video hologram. Kualitas visual hologram sangat bagus berkat resolusi 1080p dan material reflektor kaca riben 50%. Sistem ini memiliki potensi besar untuk aplikasi edukasi, hiburan, pemasaran, dan interaksi pengunjung yang inovatif di museum, memberikan pengalaman visual 3D yang menarik dan mudah diakses.