Yuli Pheanto
Sekolah Tinggi Teologi Blesing Indonesia, Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Teknologi Multimedia dalam Meningkatkan Minat Beribadah Remaja dan Pemuda Agus Prihanto; Yuli Pheanto; Jeffery David Menda
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2: November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v2i2.24

Abstract

Currently, many young people are no longer interested in worship. These young people think that worship service at church is an activity that is not interesting and tedious. Unattractive and less communicative worship will affect the congregation's enthusiasm during the service, especially in youth worship services. The writing of this scientific article uses descriptive qualitative research methods, focusing on the role of multimedia technology and increasing interest in worship in youth ministry in the church. Multimedia and audio-visual technology in every service is indispensable, including in youth service of youth ministry. Moreover, multimedia technology can make youth worship more attractive and more varied. Multimedia technology can display song lyrics and sermon materials using power points, video clips, or spiritual films that can awaken their faith and be a form of variation in youth worship. Therefore, various worship services will provide enthusiasm and increase interest in worship for young people.  AbstrakPada saat ini banyak remaja dan pemuda yang sudah tidak tertarik lagi dalam beribadah. Remaja dan pemuda seringkali beranggapan bahwa pelayanan ibadah di gereja merupakan suatu kegiatan yang tidak menarik dan sangat membosankan. Ibadah yang kurang menarik dan kurang komunikatif akan mempengaruhi antusias jemaat saat mengikuti ibadah, khususnya dalam pelayanan ibadah remaja dan pemuda. Penulisan artikel ilmiah ini menggunakan metode penelitian kualitatif diskriptif, dengan fokus penelitian adalah peran teknologi multimedia dan meningkatkan minat beribadah pada pelayanan remaja dan pemuda di gereja. Teknologi audio visual dan multimedia dalam setiap ibadah sangat diperlukan, termasuk dalam ibadah pelayanan remaja dan pemuda. Teknologi multimedia dapat membuat ibadah remaja dan pemuda lebih menarik dan lebih bervariasi. Teknologi multimedia dapat menayangkan teks lagu, materi khotbah dengan power point, video clip, ataupun film-film rohani yang dapat membangkitkan iman mereka sekaligus menjadi bentuk variasi dalam ibadah remaja dan pemuda. Ibadah yang bervariasi akan memberikan gairah serta meningkatkan minat dalam beribadah bagi remaja dan pemuda. 
Mengaplikasikan Model Pengajaran Kristus dalam Kompetensi Pedagogik Guru untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Yuli Pheanto
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1: Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i1.8

Abstract

One of the determinants of the success of students in the learning process is largely determined by the quality or competence of the teaching teacher. As Christian teachers, we must follow the teaching model taught by the Great Teacher, namely the Lord Jesus Christ, who applies teacher competencies so that teachers can improve the quality of education in schools where teachers teach. A Christian teacher must be able to imitate Jesus's teaching model, which applies teaching competencies, including pedagogic competence which is the ability of a teacher to manage students, where will be able to improve the quality of education in the school where the teacher teaches. The method used is a qualitative method through a phenomenological strategy. From the results of the study, it was concluded that a teacher must be able to apply pedagogic competence in his duties as a teacher, as possessed by Christ so that he can carry out his duties properly and can also improve the quality of education in the school where he teaches. The model of Christ's teaching that must be applied is the application of Christian values, planting and developing the values of Christ's character to students, which is based on the Bible.  AbstrakSalah satu faktor penentu keberhasilan peserta didik dalam proses belajar, sangat ditentukan oleh kualitas atau kompetensi yang dimiliki oleh guru yang mengajar. Sebagai seorang guru Kristen, harus mengikuti model pengajaran yang diajarkan oleh Sang Guru Agung yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang menerapkan kompetensi-kompetensi guru agar guru dapat mening-katkan mutu pendidikan di sekolah tempat guru mengajar.  Seorang guru Kristen harus dapat meneladani model pengajaran Yesus, yang menerapkan kompetensi-kompetensi mengajar, diantaranya kompetensi pedagogik yang merupakan  kemampuan seorang guru dalam pengelo-laan peserta didik, di mana hal ini akan dapat meningkatkan mutu pendidikan dari sekolah tempat guru mengajar.  Metode yang digunakan adalah metode kualitatif melalui strategi fenomenologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menghasilkan gambaran dan memahami secara mendalam tentang penerapan model pengajaran Kristus dalam kompetensi pedagogik guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Dari hasil penelitian, diperoleh kesim-pulan yaitu seorang guru harus mampu menerapkan kompetensi pedagogik dalam tugas tanggung jawabnya sebagai guru, seperti yang dimiliki oleh Kristus agar ia dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan dapat pula meningkatkan pula mutu pendidikan di sekolah tempat ia mengajar. Model pengajaran Kristus yang harus diterapkan adalah penerapan nilai-nilai Kekristenan, penanaman dan pengembangan nilai karakter Kristus kepada peserta didik, yang didasari dengan Firman Tuhan/Alkitab..  
Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pengelolaan Kelas Agus Prihanto; Yuli Pheanto
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1: Mei 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v2i1.18

Abstract

The professionalism of Christian Religious Education teachers is an essential part of the educational process, especially in terms of managing the class. This study aims to determine whether the professionalism of Christian religious education teachers is significant in managing the class so that the professionalism of a teacher can play a role in managing class. In addition, this article aims to find out how a professional Christian Religious Education teacher can control the class properly. The research method used in this article is the descriptive qualitative method. The data source is obtained through secondary data sources and presented descriptively. The results of the analysis of this article are that the professionalism of Christian Religious Education teachers is indispensable in classroom management. Professional teachers can utilize every available resource to manage the class well. The resources used to manage the class include 1) Physical resources in the form of classroom furniture and students; 2) Personal resources including the character, intelligence, and spirituality of students; 3) Social environment resources, namely class rules/school rules, culture, and social environment.  AbstrakProfesionalisme guru Pendidikan Agama Kristen merupakan bagian yang penting dalam proses mendidik, khususnya dalam hal mengelolah kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah profesionalisme guru pendidikan agama kristen penting dalam mengelolah kelas, sehingga keprofesionalisme seorang guru tersebut dapat berperan dalam mengelolah kelas. Selain itu artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagai mana cara seorang guru Pendidikan Agama Kristen yang profesional dapat mengelolah kelas dengan benar. Metode penelitian yang digunakan pada artikel ini adalah metode kualitatif  deskriptif, sumber data diperoleh melalui sumber data skunder, dan disajikan secara deskriptif. Hasil analisis dari artikel ini adalah profesionalisme guru Pendidikan Agama Kristen sangat dibutuhkan dalam pengelolaan kelas. Guru yang profesional dapat memanfaatkan setiap sumber daya yang ada untuk mengelola kelas dengan baik. Sumber daya yang digunakan untuk mengelola kelas antara lain 1) Sumber daya fisik berupa perabot kelas dan juga peserta didik; 2) Sumber daya personal antara lain karakter, kecerdasan dan kerohanian dari peserta didik; 3) Sumber daya lingkungan sosial yaitu aturan-aturan kelas/ tata tertib sekolah, budaya dan lingkungan sosial. 
Peluang Dan Tantangan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Menghadapi Era Digitalisasi Dan Kecerdasan Buatan Toisuta, Jakson Sespa; Pheanto, Yuli; Paruba, Natalia Saul
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v5i2.162

Abstract

Era digital dan kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Guru PAK dituntut untuk mampu mengintegrasikan teknologi tanpa kehilangan fungsi utama sebagai pembimbing iman dan pembentuk karakter Kristiani. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peluang serta tantangan yang dihadapi oleh guru PAK dalam konteks digitalisasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research), yang menganalisis berbagai sumber ilmiah seperti artikel jurnal, buku referensi, dan publikasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa era digital membuka peluang besar bagi guru PAK, seperti akses terhadap sumber ajar digital, media pembelajaran interaktif, serta penggunaan AI dalam penguatan proses belajar. Namun demikian, guru PAK juga menghadapi tantangan serius, seperti keterbatasan literasi digital, tantangan pedagogis, hingga risiko degradasi relasi spiritual. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptasi yang mencakup peningkatan kompetensi digital, penguatan spiritualitas, pengembangan kurikulum kontekstual, dan pembangunan komunitas profesional guru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas guru secara holistik agar Pendidikan Agama Kristen tetap relevan dan transformatif di tengah arus digitalisasi.Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen, Guru PAK, Era Digital, Kecerdasan Buatan, Literasi Digital, Strategi Adaptasi