Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kompensasi, Motivasi, Dan Beban Kerja Terhadap Loyalitas Karyawan Putri Galuh Raihan; Wulandari Wulandari
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 4 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i4.9940

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh gaji, insentif, dan beban kerja RS Panti Wilasa Citarum Semarang terhadap loyalitas karyawan. Beberapa kesimpulan diperoleh dari kajian dan perdebatan. Struktur remunerasi RS Panti Wilasa Citarum Semarang berpengaruh signifikan dan positif terhadap loyalitas karyawan. Pekerja akan lebih berkomitmen terhadap pekerjaannya ketika mereka mendapatkan keuntungan finansial seperti gaji, bonus, tunjangan, dan asuransi kesehatan. Kedua, terdapat hubungan yang menguntungkan dan signifikan secara statistik antara motivasi dan loyalitas staf rumah sakit. Menciptakan tempat kerja yang nyaman, membina hubungan positif antara manajer dan staf, dan mengakui pekerjaan luar biasa secara publik dapat membantu mempertahankan karyawan yang berharga. Terakhir, jika staf senang dan puas dalam pekerjaannya di rumah sakit, maka beban kerja mempunyai dampak yang baik dan besar terhadap loyalitas karyawan. Selain itu, hasil pengujian yang dilakukan pada saat yang sama menunjukkan bahwa beban kerja, pembayaran insentif, dan remunerasi semuanya memiliki dampak yang baik dan besar terhadap loyalitas karyawan. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa loyalitas karyawan RS Panti Wilasa Citarum Semarang dapat dijelaskan antara lain oleh faktor selain gaji, insentif, dan beban kerja (59,2%). Karyawan akan lebih mungkin untuk tetap setia pada RS Panti Wilasa Citarum Semarang jika pimpinan perusahaan memprioritaskan dan meningkatkan aspek-aspek seperti remunerasi yang adil, motivasi kerja yang kuat, dan pemantauan beban kerja. Selain menumbuhkan suasana kerja yang positif dan produktif, hal ini juga dapat meningkatkan kinerja dan loyalitas karyawan.
Analisis Technology Acceptance Model terhadap Penggunaan Canva Berbasis AI dalam Pemasaran Digital oleh Siswa SMK Jurusan Pemasaran di Kota Semarang Juventius Wahyu Utama; Florentina Ajeng Tiya Pratiwi; Anoki Herdian Dito; Bonaventura Hendrawan Maranatha; Dian Prasetyo Widyaningtyas; Wulandari Wulandari
Jurnal Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan (JUMBIKU)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jumbiku.v5i2.5503

Abstract

Data from 2024 shows that Canva has more than 170 million users, with Indonesia contributing 5.9% of the total global users. The Technology Acceptance Model (TAM) is used to analyze the acceptance of AI technology in Canva, especially in the context of vocational education. This study aims to examine the extent to which vocational high school students majoring in marketing accept and utilize AI technology in Canva to support academic assignments and marketing practices. This study also refers to previous studies that show that perceptions of usefulness and ease of use have a significant effect on user intention and satisfaction in utilizing AI-based technology. This study employs a mixed-methods approach, combining experiments with one-shot techniques with quantitative methods. The sample used in this study was 95 students from SMK Fransiskus, SMK Kristen Terang Bangsa, SMK Ignatius, and SMK Cut Nya'Dien Semarang majoring in marketing. The results of the study show that there is no direct influence between the variables of usefulness (perceived of usefulness) and perceived ease of use (ease of use) on the tendency to use (behavioural intention) of AI technology on Canva, but it will have a significant influence on the actualization of use (actual use) if mediated by the variable of tendency to use.